3 Keunggulan nubia Neo 3 Series, Raja Gaming Entry Level

By
8 Min Read

Industri smartphone di Indonesia kembali memanas pada awal tahun ini. Jika sebelumnya segmen entry-level hanya dipandang sebagai kategori “ponsel asal nyala” untuk kebutuhan dasar, ZTE melalui sub-brand nubia kembali mendobrak stigma tersebut. Kehadiran nubia Neo 3 Series, yang terdiri dari nubia Neo 3 GT dan nubia Neo 3 5G, membawa angin segar bagi para mobile gamer berkantong pelajar yang mendambakan performa tanpa kompromi.

Evolusi yang ditawarkan seri ini terbilang signifikan dibandingkan pendahulunya. Tidak sekadar gimmick desain futuris, nubia benar-benar menyuntikkan DNA gaming yang kental, terutama pada varian tertingginya, nubia Neo 3 GT. Ponsel ini hadir di tengah tingginya permintaan pasar akan perangkat terjangkau yang mampu melahap judul-judul game kompetitif populer seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), PUBG Mobile, hingga Honor of Kings dengan frame rate yang stabil.

Mengapa perangkat ini layak disebut sebagai standar baru smartphone gaming murah? Berikut adalah tiga alasan utama menurut tim redaksi Gizmologi.

1. Dapur Pacu yang ‘Overkill’ di Kelas Harganya

Alasan pertama dan yang paling fundamental adalah pemilihan chipset dan optimasi performa. nubia Neo 3 Series tidak main-main dalam urusan “otak” pemrosesan. Jika kebanyakan kompetitor di rentang harga serupa masih berkutat dengan chipset 4G lama atau 5G kelas bawah yang mudah panas, nubia Neo 3 GT hadir dengan SoC (System on Chip) 5G yang telah dikustomisasi khusus untuk gaming. Penggunaan prosesor Unisoc T820 (atau varian kustom penerusnya yang dioptimalkan) pada seri ini memberikan lonjakan skor AnTuTu yang signifikan, memungkinkan pemrosesan grafis yang jauh lebih smooth.

    Namun, kekuatan kasar (raw power) saja tidak cukup. Masalah utama ponsel gaming entry-level biasanya adalah manajemen suhu atau throttling. Di sinilah nubia Neo 3 GT bersinar. Perangkat ini dilengkapi dengan sistem pendingin multi-lapis berbahan superconducting yang lebih luas dibandingkan seri Neo 2. Dalam pengujian internal untuk bermain game berat selama 30 menit, suhu permukaan bodi belakang tetap terjaga dalam batas wajar, memastikan performa CPU dan GPU tidak turun secara drastis di tengah permainan ranked yang intens.

    Optimasi software juga memegang peranan penting. Antarmuka Game Space terbaru pada nubia Neo 3 Series memungkinkan pengguna mengatur alokasi RAM dan prioritas jaringan secara real-time. Fitur ini memastikan bahwa ketika Anda sedang war di Land of Dawn, notifikasi aplikasi pesan instan atau proses latar belakang lainnya tidak akan mengganggu frame rate. Bagi pengguna yang memilih varian reguler Neo 3 5G pun, pengalaman ini tetap terasa mulus berkat manajemen memori UFS 3.1 yang menjamin kecepatan baca-tulis data jauh lebih cepat ketimbang eMMC yang masih banyak dipakai ponsel sejutaan.

    2. Kendali Total dengan Shoulder Triggers dan Layar 120Hz

    nubia Neo 3 GT 5G


    Pembeda paling mencolok yang membuat nubia Neo 3 GT layak dinobatkan sebagai “raja” di segmennya adalah kehadiran fitur fisik Dual Shoulder Triggers. Fitur ini biasanya hanya ditemukan pada ponsel gaming flagship dengan harga belasan juta rupiah. nubia berhasil membawa teknologi tombol bahu kapasitif ini ke segmen entry-level dengan responsivitas yang sangat baik. Bagi pemain game bergenre First Person Shooter (FPS) seperti PUBG Mobile atau Call of Duty Mobile, keberadaan tombol fisik L1 dan R1 yang bisa dipetakan (mappable) adalah sebuah keuntungan taktis yang curang namun legal.

      Bayangkan skenario ini: jempol kanan Anda digunakan untuk mengarahkan bidikan (aiming), jempol kiri untuk bergerak, sementara telunjuk kanan menekan shoulder trigger untuk menembak. Ergonomi ini memberikan refleks yang jauh lebih cepat dibandingkan pemain yang hanya mengandalkan layar sentuh. Andi “SuperNayr”, atlet esports profesional yang turut mencoba perangkat ini, memberikan testimoninya. “Adanya shoulder triggers di nubia Neo 3 GT mengubah total gaya bermain. Akurasi meningkat karena jari tidak menutupi layar saat menembak. Ini fitur wajib buat yang mau serius push rank,” ungkapnya.

      Pengalaman visual juga dimanjakan oleh layar dengan refresh rate 120Hz yang adaptif. Baik nubia Neo 3 GT maupun Neo 3 5G sudah meninggalkan standar 60Hz atau 90Hz. Pergerakan animasi terasa sangat cair, baik saat scrolling media sosial maupun saat bermanuver di dalam game. Desain layarnya pun mengusung bezel yang relatif tipis untuk kelas harganya, memberikan rasio layar-ke-bodi yang imersif. Ditambah dengan desain bodi belakang bergaya “Mecha Bionic” yang futuristik, ponsel ini secara visual langsung meneriakkan identitas gaming yang kuat, sangat cocok dengan selera pasar anak muda yang ingin tampil beda.

      3. Manajemen Daya Cerdas dengan Bypass Charging


      Alasan ketiga adalah ketahanan daya dan fitur manajemen baterai yang sangat pengertian terhadap kebutuhan gamer. nubia Neo 3 Series dibekali baterai berkapasitas besar—standar industri saat ini di angka 5000 mAh hingga 6000 mAh—yang mampu bertahan seharian untuk penggunaan normal. Namun, bukan kapasitas baterai yang menjadi bintang utamanya, melainkan fitur Bypass Charging. Fitur ini adalah penyelamat bagi kesehatan baterai jangka panjang.

        Mekanisme Bypass Charging memungkinkan perangkat mengambil daya langsung dari adaptor pengisi daya (charger) tanpa melewati baterai saat ponsel digunakan bermain game sambil dicolok ke listrik. Artinya, pengguna bisa bermain berjam-jam tanpa khawatir baterai menjadi panas atau cepat gembung (bloated). Panas yang dihasilkan murni hanya dari chipset, bukan akumulasi panas pengisian daya. Fitur ini sangat krusial bagi gamer maraton yang sering menghabiskan waktu berjam-jam dalam satu sesi permainan.

        Selain itu, dukungan pengisian daya cepat (fast charging) pada nubia Neo 3 GT juga telah ditingkatkan. Pengguna tidak perlu menunggu lama untuk mengisi daya sebelum kembali beraktivitas. Kombinasi antara efisiensi daya dari chipset, kapasitas baterai besar, dan fitur Bypass Charging menjadikan nubia Neo 3 Series perangkat yang sangat andal. Tidak ada lagi cerita kehabisan baterai di tengah momen krusial permainan, atau ponsel yang terasa seperti setrika panas di genggaman tangan.

        Raja di Entry Level


        Melihat ketiga poin krusial di atas—performa chipset yang optimal, fitur hardware dedikasi seperti shoulder triggers, dan manajemen daya cerdas—sulit untuk tidak merekomendasikan nubia Neo 3 Series. nubia Neo 3 GT, khususnya, menawarkan value for money yang sangat sulit ditandingi oleh kompetitor di pasar Indonesia saat ini. Ia bukan sekadar ponsel murah yang bisa main game, tetapi ponsel gaming sesungguhnya yang harganya dibuat terjangkau.

        Validasi atas kualitas seri ini pun telah diakui oleh industri. Menutup ulasan ini, perlu diketahui bahwa berkat inovasi dan performa yang ditawarkannya, nubia Neo 3 Series berhasil menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Gadget Award 2025 sebagai pemenang kategori Best Gaming Smartphone untuk segmen entry-level. Penghargaan ini menjadi bukti sahih bahwa nubia Neo 3 GT dan saudaranya adalah pilihan terbaik bagi Gizmo friends yang mencari performa maksimal dengan bujet minimal.


        Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

        Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

        Share This Article
        Tidak ada komentar

        Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

        Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

        Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

        Lanjutkan membaca

        Exit mobile version