Keyboard dan periferal menjadi salah satu aspek yang penting untuk pengguna PC, baik sebagai pendukung aspek produktivitas atau bermain game PC. Maka dari itu, ASUS ROG Falchion Ace 75 HE ini hadir untuk menjawab kebutuhan gamer, dan ini merupakan keyboard gaming premium yang bisa diandalkan.
Terbilang sebagai keyboard premium karena dari segi harga yang cukup tinggi untuk pasaran keyboard di Indonesia. Namun, dari harga ASUS ROG Falchion Ace 75 HE yang tinggi, memang ada salah satu alasan yang ASUS berani untuk tegaskan, yakni dari build quality yang memang diutamakan.
Maka dari itu, kami mendapatkan kesempatan dalam menjajal langsung keyboard premium dari ASUS, yakni dari varian ROG Falchion Ace 75 HE. Kami menggunakan keyboard ini kurang lebih 2-3 minggu, dan kami manfaatkan untuk bermain game dan juga bekerja seperti mengetik artikel ulasan lengkap ini. Berikut adalah review yang kami lakukan.
Baca Juga: Review Keyboard ASUS ROG Falcata: Periferal Premium dengan Desain Split Unggulan
Desain
Melihat dari segi desain, ROG Falchion Ace 75 HE memiliki desain yang cukup ringkas dan sederhana. Jadi, akan sangat cocok jika kamu padukan dengan setup minimalis dalam meja. Kemudian, balutan warna hitam yang dihadirkan memang melambangkan kesan yang agresif, dan adanya pencahayaan RGB dan LED untuk memonitor PC dan juga keyboard.
Kami mendapatkan unit berwarna hitam, tetapi ASUS juga menyediakan warna putih dan juga merah yang tergolong cukup bagus. Jadi, kamu bisa sesuaikan dengan selera dan konsep setup yang kamu bangun. Ini menjadi salah satu keyboard ASUS dengan pilihan warna yang bervariasi.
Adanya Rapid Trigger yang bisa kamu atur dengan knob kecil yang ada di sebelah logo ROG. Kemudian, pada bagian belakang kamu bisa melihat adanya button untuk mengatur pilihan media volume, media button untuk pause atau play, brightness RGB, dan mouse (Iya, ada touchpad pada bagian belakang).
Pada bagian kanan adanya rapid trigger toggle yang bisa kamu aktifkan atau kamu matikan sesuai dengan keinginan. Jadi, kamu bisa dengan mudah mengatur sensitivitas dari setiap keycaps yang ada. Ini akan sangat memudahkan kamu untuk mengetik atau bermain game sekalipun.
Jadi, kalau dari segi desain memang ROG Falchion Ace 75 HE merupakan keyboard premium yang cukup intuitive. Namun, kamu juga bisa mendapatkan desain yang elegan dan juga agresif. Maka dari itu, ASUS ROG Falchion Ace 75HE merupakan keyboard yang allround untuk berbagai kebutuhan selain gaming.
ASUS juga menerapkan ROG HE Platform. Singkatnya, ini menjadi salah satu platform yang kokoh, sehingga kamu sebagai pengguna bisa merasakan adanya Hall Effect switch. Nah, HE Platform ini juga memudahkan kamu untuk mengganti switches karena sudah mendukung swappable magnetic switches.
Dimensi ASUS ROG Falchion Ace 75 HE adalah 320 × 145 × 35 mm dengan tata letak ringkas 75%. Keyboard ini memiliki bobot sekitar 599 gram hingga di bawah 650 gram tanpa kabel, tergantung pada varian material keycap dan komponen internal yang digunakan. Overall, keyboard gaming ASUS satu ini tidak memakan banyak ruang di meja. Bobotnya juga tergolong cukup ringan untuk sebuah keyboard gaming dengan fitur dan komponen yang ditawarkan.
Kenyamanan
Mungkin, bagian kenyamanan menjadi salah satu aspek yang penting dalam mencari keyboard. Nah, berbeda dengan ASUS ROG Falcata yang menjual sebagai keyboard splitting, ASUS ROG Falchion Ace 75 HE malah menjadi keyboard TKL dengan ukuran ringkas, dan justru lebih bisa menghadirkan kenyamanan yang dicari oleh sebagian besar pengguna dan gamer.
Saya menggunakan ROG Falchion Ace 75 HE untuk berbagai kebutuhan. Jadi, saya tidak hanya menggunakan ASUS ROG Falchion Ace 75 HE ini untuk bermain game saja, melainkan untuk mengetik dan menopang berbagai pekerjaan saya. Untuk jawabannya singkatnya, ini menjadi keyboard yang cukup nyaman.
Kesan tectile dan suara yang Creamy dan Thocky membuat ROG Falchion Ace 75 HE menambahkan kesan nyaman ketika mengetik. Nah, kesan ini bisa tercipta karena ASUS ROG Falchion Ace 75 HE menggunakan ROG HFX Magnetic Switch, sehingga ketika kamu mengetik adanya initial force sebanyak 32gf. Selain itu, travel distance setiap caps hanya 3.5mm membuatnya keyboard ini menjadi lebih nyaman untuk dipakai mengetik cepat atau mengetik panjang.
Adanya empat lapisan peredam suara juga membuat karakter suara yang dihasilkan terasa thocky-creamy, sementara stabilizer-nya juga mampu bekerja dengan maksimal. Meski keyboard ini mengusung desain split atau dibelah menjadi dua bagian, stabilizer tetap berfungsi dengan baik, terutama pada tombol-tombol berukuran besar seperti spacebar dan Enter.
Pada bagian bawah juga ada stand yang bisa kamu gunakan. ASUS juga menyediakan 2 level, sehingga ketika kamu menggunakan stand tersebut keyboard akan terangkat sedikit, dan ini juga akan berpengaruh dengan posisi peletakkan keyboard. Saya pribadi, menggunakan 2 level, sehingga keyboard posisinya lebih tinggi dan saya bisa dengan mudah menjangkau semua keycaps ketika mengetik.
Fitur
Untuk melakukan konfigurasi, ASUS ROG Falchion Ace 75 HE mengandalkan Gear Link, sebuah platform berbasis web yang memungkinkan pengguna mengatur berbagai fungsi keyboard tanpa perlu menginstal software tambahan. Melalui Gear Link, pengguna dapat melakukan remapping tombol, mengatur actuation point, hingga menyesuaikan fitur seperti Rapid Trigger dan SOCD sesuai kebutuhan. Pengaturan ini membuat keyboard terasa cukup fleksibel, terutama bagi pengguna yang ingin melakukan tuning input untuk kebutuhan gaming kompetitif.
Selain pengaturan input, Gear Link juga menyediakan opsi untuk mengatur RGB lighting, fungsi tombol tambahan, hingga macro pada perangkat yang kompatibel. Beberapa konfigurasi juga dapat disimpan pada perangkat, sehingga pengguna tidak harus selalu mengatur ulang ketika berpindah komputer. ASUS juga memberikan sejumlah pengaturan yang cukup detail untuk menyesuaikan karakter input setiap tombol, termasuk pengaturan dead zone pada area tertentu dari travel tombol.
Menariknya, beberapa pengaturan kustomisasi fitur ROG Falchion Ace 75 HE juga dapat dilakukan langsung melalui hardware. Keyboard ini dilengkapi jog wheel yang dapat digunakan untuk menyesuaikan actuation point, sehingga pengguna tidak selalu harus membuka software hanya untuk melakukan perubahan sederhana. Kehadiran kontrol fisik ini menurut saya cukup praktis, terutama ketika ingin melakukan penyesuaian dengan cepat saat bermain game.
Dibandingkan mengandalkan Armoury Crate, ASUS menempatkan Gear Link sebagai platform konfigurasi utama untuk Falchion Ace 75 HE. Pendekatan berbasis web ini terasa lebih ringan karena pengguna cukup membuka Gear Link melalui browser tanpa harus memasang aplikasi penuh. Meski begitu, Armoury Crate tetap memiliki ekosistem dan kontrol yang lebih luas untuk perangkat ROG lainnya. Untuk Falchion Ace 75 HE sendiri, Gear Link sudah menawarkan sebagian besar pengaturan penting yang dibutuhkan, terutama bagi pengguna yang ingin melakukan tuning keyboard secara mendalam tanpa harus berurusan dengan software yang terlalu kompleks.
Nah, salah satu yang cukup disayangkan adalah keyboard ini tidak memberikan konektivitas Bluetooth, dan kamu hanya mengandalkan kabel Type-C untuk menghubungkan dengan PC. Maka dari itu, walau ini merupakan keyboard premium, dan belum memberikan konektivitas Bluetooth, sedikit disayangkan. Ya, walau sebagian besar gamer kompetitif memang lebih memilih menggunakan kabel agar tidak adanya latensi, tetapi hanya itulah opsi yang diberikan ASUS,
Kesimpulan
Kalau ditarik dari pengalaman pemakaian selama 2–3 minggu, ASUS ROG Falchion Ace 75 HE menurut saya berhasil menunjukkan alasan kenapa keyboard ini ditempatkan di kelas premium. Desainnya ringkas, build quality terasa solid, dan layout 75%-nya tetap nyaman digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik bermain game maupun mengetik dalam waktu lama. Karakter suara yang thocky-creamy dari HFX Magnetic Switch juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri, terutama buat pengguna yang cukup memperhatikan feel dan suara ketika mengetik.
Dari sisi fitur, keyboard ini juga punya fleksibilitas yang cukup lengkap. ROG HE Platform, Rapid Trigger, pengaturan actuation point, hingga SOCD membuat Falchion Ace 75 HE punya banyak opsi untuk disesuaikan dengan gaya bermain masing-masing pengguna. Kehadiran Gear Link juga menurut saya menjadi nilai tambah karena sebagian besar konfigurasi penting bisa dilakukan langsung melalui browser tanpa harus memasang software tambahan. Meski begitu, banyaknya fitur tersebut mungkin terasa berlebihan bagi pengguna yang hanya membutuhkan keyboard untuk mengetik dan bermain game secara kasual.
Pada akhirnya, ASUS ROG Falchion Ace 75 HE memang bukan keyboard yang ditujukan untuk semua orang, terutama jika pertimbangannya hanya soal harga dan kebutuhan dasar. Namun, kalau kamu mencari keyboard gaming premium dengan Hall Effect switch, opsi tuning input yang detail, desain ringkas, serta tetap nyaman digunakan untuk bekerja, keyboard ini punya paket yang cukup lengkap. Harga yang tinggi menjadi konsekuensi yang perlu dipertimbangkan, tetapi selama fitur-fitur tersebut memang kamu manfaatkan, Falchion Ace 75 HE bisa menjadi investasi yang masuk akal untuk sebuah keyboard gaming kelas atas.
Spesifikasi ASUS ROG Falchion Ace 75 HE
| Model | ASUS ROG Falchion Ace 75 HE |
| Connectivity | USB 2.0 (TypeC to TypeA) |
| Lighting | RGB per Keys |
| Cable | USB 2.0 (TypeC to TypeA) |
| OS | Windows® 10 Windows® 11 |
| Software | GearLink / Armoury Crate |
| Dimenssions | 320 x 145 x 35 mm |
| Color | Black/White/Red |
| Price | Rp3.899.000 |
Testbed Gizmologi.id
| Prosesor | AMD Ryzen 5 7600X 6-Core |
| Motherboard | ASUS TUF Gaming X670E-PLUS WiFi |
| Storage | Western Digital SN750 M.2 NVMe SSD Gen 4 |
| RAM | TEAM T-FORCE DELTA DDR5 32GB |
| VGA/GPU | ASUS Dual GeForce RTX 5050 |
| PSU | DeepCool PN750M |
| Cooler | DeepCool AG400 WH |
| Monitor | ASUS ROG Swift OLED PG32UCDM |
| Mouse | ASUS ROG KERIS II Origin |
| Mousepad/Deskmat | HyperX Deskmat |
| Keyboard | ASUS ROG Falchion Ace 75 HE |
| Casing | ASUS TUF Gaming GT502 |
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

