Review ASUS Zenbook 14X OLED Space Edition: Ultrabook Spesial Luar Angkasa!

Walaupun tampil sebagai laptop edisi spesial, ASUS tidak main-main dalam sematkan spesifikasi tinggi ke dalam Zenbook 14X OLED Space Edition.

By Redaksi
12 Min Read
4.7 Spesial, personal, kencang.
Review ASUS Zenbook 14X OLED Space Edition

Jelang peluncuran laptop yang satu ini, saya baru tahu kalau sekitar 25 tahun, ada seri laptop ASUS yang dibawa oleh para astronot dalam perjalanan ke luar angkasa. Memperingati kesempatan spesial tersebut, diluncurkan ASUS Zenbook 14X OLED Space Edition. Sebuah ultrabook premium yang tampil spesial, namun juga serbabisa.

Zenbook 14X OLED Space Edition jauh dari sekadar menambahkan logo tertentu bertema luar angkasa pada bodinya—secara menyeluruh, ASUS berikan kustomisasi mulai dari frasa khusus yang disematkan pada bagian bawah bodi, “teka teki” lewat sandi morse, sampai layar sekunder yang melambangkan jendela pesawat luar angkasa. Tak hanya itu, performanya pun bisa diandalkan.

Dengan seluruh fitur dan kualitas yang dibawa, harga Zenbook 14X OLED Space Edition yang tergolong tinggi bisa dijustifikasi oleh kualitasnya. Bahkan saya rasa, laptop ini juga bakal mampu memikat mereka yang mungkin tidak punya daya tarik lebih dengan dunia luar angkasa sama sekali. Berikut ulasan lengkapnya.

Desain

Menarik perhatian, but in a good way. Sudah kelihatan lah ya, kalau Zenbook 14X OLED Space Edition punya desain yang sangat khas, dengan semua pola yang tersebar di seluruh bagian bodi dan warna emas kecokelatan yang kalem (atau ASUS sebut dengan Zero-G Titanium). Belum lagi layar P-OLED di bagian cover atas yang jadi ciri dan daya tarik tersendiri.

Laptop ini punya ketebalan di kisaran 15,9mm, dengan bobot 1,4 kilogram. Memang bukan yang paling ringan, tetapi kalau Gizmo friends terus membaca ulasan Zenbook 14X OLED Space Edition ini, perlahan akan tahu alasannya dari masing-masing fitur hardware yang dibawa. Masih tergolong ringan dan cukup kompak untuk dibawa-bawa. Dan memang, cocoknya dipakai di luar, sih. Karena tampilannya yang keren ini.

Di bagian samping diberikan finishing yang rapih dan premium. Bahkan di bodi bawahnya pun, disematkan beberapa ciri khas ASUS yang terasa cukup spesial. Termasuk tulisan “ad astra per aspera” yang ada pada bagian atas. Yang juga saya suka dari permukaan bodi luarnya, tidak mudah membekas sidik jari. Sehingga terus terlihat bersih.

Nggak usah khawatir jadi ringkih, karena Zenbook 14X OLED Space Edition sudah berhasil melewati sertifikasi militer MIL-STD 810H sampai standar khusus yang membuatnya aman untuk perjalanan ke luar angkasa. Menunjukkan kalau ASUS tidak main-main dalam merilis laptop ini. Benar-benar dirancang secara kustom luar-dalam, termasuk paket penjualannya yang dibuat spesial dengan kotak dan dudukan khusus bertema senada.

Layar

Dibandingkan dengan versi yang dirilis di luar negeri, spesifikasi layar Zenbook 14X OLED Space Edition edisi resmi Indonesia dibuat sedikit berbeda. Ya, memang sama-sama OLED 14 inci, punya standar 100% DCI-P3, tersertifikasi VESA HDR TrueBlack 500 & Pantone Validated, plus punya rasio 16:10 dan bisa menyala sampai 550 nits—setidaknya dari klaim ASUS.

Yang berbeda adalah refresh rate dan resolusi layarnya, yakni lebih sederhana di 60Hz, tapi punya resolusi hingga 4K! Karena overkill untuk penggunaan harian saya pribadi, saya turunkan ke 1920 x 1200 yang sudah lebih dari cukup. Tapi kalau Gizmo friends ingin tampilan paling tajam dan oke dengan konsekuensi seperti baterai lebih boros, silakan maksimalkan resolusi 4K-nya.

Dengan panel glossy, memang jadi lebih mudah kotor, tapi ketika bersih warna yang ditampilkan jadi lebih memanjakan mata. Oh ya, layar Zenbook 14X OLED Space Edition juga mendukung input sentuh dan ASUS berikan stylus pen tambahan dalam paket penjualannya. Bisa menyala cerah pada kondisi outdoor, juga ada ASUS OLED Care untuk cegah burn-in dan penurunan kualitas.

Overall, kualitas layar Zenbook 14X OLED Space Edition termasuk salah satu yang terbaik saat ini. Nggak sampai situ, di bodi belakang ada layar 3,5 inci P-OLED hitam putih yang bisa dikustomisasi sesuai selera. Selalu berhasil menarik perhatian, dan tidak mengonsumsi daya secara signifikan. Jadi salah satu daya jual menarik pada laptop ini.

Yang saya suka, ketika saya menutup laptop untuk masuk ke dalam mode sleep, layar ZenVision milik Zenbook 14X OLED Space Edition bakal berubah orientasi sesuai pandangan, dan menampilkan tanggal serta kapasitas baterai yang tersisa, sebelum benar-benar mati atau sleep. Detail kecil yang lagi-lagi perlu diapresiasi.

Port & Konektivitas

Dengan dimensi yang cukup portabel, kelengkapan port pada Zenbook 14X OLED Space Edition bisa dibilang cukup lengkap. Di sisi sebelah kiri, saya masih bisa menemukan port HDMI full-size yang sudah mulai jarang, bersama dengan dua port USB-C yang punya standar Thunderbolt 4. Nah, di seberangnya agak sedikit membingungkan untuk pengguna baru.

Ada satu port USB-A, jack audio 3,5mm, bersama slot kartu microSD yang peletakannya tidak persis di sebelahnya—ya, laptop ini punya lubang ventilasi di sisi kiri dan kanan, dan bentuk lubangnya cukup mirip dengan slot tersebut. Bagaimana dengan keyboard-nya? Sangat, sangat nyaman dengan key travel yang melebihi ekspektasi.

Keyboard-nya dibuat senada warnanya dengan bodi, dan ditambah dengan lampu backlit putih, bakal sulit untuk terlihat dalam kondisi pencahayaan tertentu. Sama dengan keyboard, touchpad-nya juga sangat nyaman dengan dimensi luas dan bisa diubah menjadi numpad virtual lewat satu sentuhan.

Tombol power pada Zenbook 14X OLED Space Edition berfungsi ganda sebagai sensor fingerprint, dengan permukaan yang dibuat berbeda sehingga bebas dari salah tekan. Laptop ini membawa standar Wi-Fi 6E plus Bluetooth 5 yang sudah mendukung Microsoft Swift Pair—otomatis muncul notifikasi pairing ketika ada earphone TWS yang siap disambungkan.

Sedikit tambahan, bagi kamu yang memerlukan sambungan LAN, tersedia adapter USB-A ke RJ45 gigabit ethernet dalam paket penjualan Zenbook 14X OLED Space Edition.

Fitur Lain

Meski tergolong laptop rilisan baru, saya agak kecewa dengan webcam-nya yang masih beresolusi 720p, sementara laptop dengan kelas harga setara lainnya sudah 1080p plus sudut pandang lebar dan fitur ekstra seperti noise reduction. Nilai plusnya, ada shutter fisik yang bisa diaktifkan dengan menekan tombol F10.

Untuk mikrofon, sudah didukung dengan AI noise cancellation supaya bisa lebih jelas lakukan panggilan suara di keramaian. Nah, kalau speaker-nya.. menurut saya termasuk salah satu dari sedikit laptop Windows yang bisa menyamai Macbook. Lewat dua speaker di bawah, Zenbook 14X OLED Space Edition bisa berikan output berkualitas dan sangat lantang. Dengan catatan, aktifkan dulu efek dinamis lewat aplikasi Dolby Access.

Aplikasi MyASUS yang disediakan secara bawaan berikan akses ringkas untuk kendali hampir semua fitur spesifik. Seperti tingkat peredaman noise pada mikrofon, kecepatan kipas, efek audio, tampilan layar ZenVision, sampai mode hemat baterai supaya tetap awet untuk penggunaan beberapa tahun ke depan.

Performa

Salah satu alasan mengapa harga Zenbook 14X OLED Space Edition bisa melambung tinggi, rasanya berkaitan dengan performa. Varian yang saya gunakan adalah versi paling “rendah”, jalankan Intel Core i7-12700H dengan 12 inti CPU yang punya clock speed maksimum 4,7GHz. Dipasangkan dengan GPU Intel Iris Xe, RAM 16GB LPDDR5 yang sudah tersolder, dan penyimpanan M.2 NVMe PCIe 4.0 1TB. Kurang kencang? Ada opsi i9-12900H hingga 5GHz!

Baca juga: Review ASUS TUF DASH F15 (FX517): Lebih Ringkas dan Powerful untuk Gaming

Dari spesifikasi di atas, yang terasa kurang mungkin hanya ada pada GPU-nya saja, sementara sisanya sudah tergolong powerful dan kekinian. Mau seberat apa pun kebutuhan multitasking saya untuk jalankan aplikasi kantoran, Zenbook 14X OLED Space Edition bisa berikan performa optimal dan dengan dua kipas yang terjaga. Hampir sama sekali tidak pernah berputar kencang, dan bisa kita atur juga intensitas putarannya.

Mungkin karena pembuangan angin yang sudah optimal, termasuk di sisi kiri dan kanannya. Dengan begitu, bagian yang panas tidak terasa, baik ketika kita letakkan Zenbook 14X OLED Space Edition di atas paha saat sedang bersantai maupun di sekitar touchpad—paling-paling di sekitar atas tombol F7 saja, alias standar.

Rasanya cukup logis ketika laptop ini tidak memiliki GPU yang powerful dari pihak ketiga—untuk itu, tentu jadi “bagian” dari seri ROG Flow. Setidaknya kombinasi CPU yang powerful sekaligus efisien, sistem pendingin superior dan SSD kencang berikan banyak potensi pada ultrabook yang kesannya hanya untuk hobbyist satu ini.

Baterai

Untuk spesifikasi performa dan sistem pendingin yang tergolong superior, ASUS masih bisa membekali Zenbook 14X OLED Space Edition dengan baterai cukup besar yakni 63WHr 3-cell. Untuk pemakaian standar dengan aplikasi kantoran, selalu tersambung ke Wi-Fi, kecerahan layar 60-70% dan resolusi 1200p, rata-rata bisa sampai 6-7 jam penggunaan. Saya bilang standar saja, tidak irit dan tidak boros.

Bisa lebih boros kalau tetap pakai resolusi 4K, bisa juga lebih irit kalau mengaktifkan mode hemat daya dan menurunkan kecerahan layar, serta mengubah mode kipas menjadi silent. Tapi ada dua hal yang ingin saya apresiasi terkait fitur baterai di Zenbook 14X OLED Space Edition. Yang pertama, mode sleep-nya optimal. Walaupun tidak saya matikan, konsumsi daya saat sleep benar-benar minimal.

Yang kedua, baterai Zenbook 14X OLED Space Edition bisa diisi dengan charger standar Power Delivery bahkan kurang dari 65W. Artinya, bisa pakai charger smartphone. Walaupun mungkin kalau arusnya terlalu rendah, persentase baterai jadi tidak bisa nambah, tapi setidaknya bisa dimanfaatkan dalam situasi darurat ketika sumber daya yang ada hanya dari powerbank. Kalau mau fast charging, tentu bisa pakai adapter 100W bawaan yang dimensinya cukup kompak.

Kesimpulan

Jadi, dengan harga mulai Rp26 jutaan, apa kekurangan yang ada di Zenbook 14X OLED Space Edition? GPU bawaan standar, kualitas webcam yang sedikit tertinggal di kelasnya, dan bobot yang sedikit berat untuk ultrabook premium. Dan sejumlah kekurangan tersebut mungkin bisa ditutup dengan potensi yang dibawanya.

Keyboard yang sangat nyaman, layar 4K OLED, opsi hingga Core-i9 sampai kemudahan isi daya lewat charger USB PD jadi beberapa di antaranya yang menurut saya menarik. Tentunya, selain dari segi desain dan personalisasi ekstra yang dibawanya. Bila memang pas dengan kebutuhan, Zenbook 14X OLED Space Edition bakal jadi laptop paling keren di ruangan mana pun tempat Gizmo friends sedang menggunakannya.

Spesifikasi ASUS Zenbook 14X OLED Space Edition (UX5401)

Klik pada gambar untuk spesifikasi lebih lengkap

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Review ASUS Zenbook 14X OLED Space Edition
Spesial, personal, kencang. 4.7
Design 4.8
Display 4.9
Features 4.7
Performance 4.8
Battery 4.5
Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version