Review OPPO Reno2 F: Ponsel Terjangkau Fitur Memukau

By
11 Min Read

OPPO sudah mengucapkan salam perpisahan kepada seri F yang selama kurang lebih 3 tahun hadir di pasar Indonesia. Datangnya seri A dan Reno telah menandai era baru dari strategi penjualan Oppo di Indonesia. Salah satu yang patut diantisipasi tentu saja hadirnya OPPO Reno2 F.

Terlihat sebagai sebuah seri yang dipersiapkan untuk menemani Reno 2 dengan harga lebih mahal. OPPO Reno2 F sepertinya memang hadir untuk menjadi jembatan untuk mereka yang masih berat membeli ponsel di harga mendekati Rp 10 juta, namun terlalu malas menyambar seri di kelas Rp 3 jutaan yang makin ramai.

Maka cara terbaik untuk melihat sejauh mana potensi dari ponsel ini, adalah dengan mengulasnya dari tiap sektor pada OPPO Reno2 F. Yuk, simak ulasannya!

Desain

Oppo Reno2 F sudah tampil mempesona sejak presentasi desainnya. Oppo membuat ponsel mereka kali ini dengan gimmick warna berpendar. Ada tarikan garis menyala bila kita mengarahkan bodi belakang ponsel ke arah pantulan cahaya.

Dengan tagline “DESIGNED FOR RENO”, menunjukkan bahwa Oppo memang serius menggarap desain untuk ponselnya ini. Oppo menyebutnya dengan istilah twilight mist, yang terinspirasi dari keindahan alam. Dipadu dengan pewarnaan ala lampu neon yang merona membuat warna-warni terlihat dinamis di ponsel ini.

Kita akan mendapati dua opsi warna untuk Reno 2F yakni sky white dan lake green. Dibandingkan dengan Reno2 dengan sunset pink dan luminous black sky white, maka saya cenderung dengan pilihan warna milik Reno2 F. Apalagi belakangna tren warna putih juga kembali diminati di pasaran.  Terlihat lebih clean dan minimalis.

Memiliki layar AMOLED berukuran 6, 5 inci membuat dimensi ponsel turut membesar. Total dimensi ponsel ini 162.4 x 75.8 x 8.7 mm (6.39 x 2.98 x 0.34 in), dengan bobot mencapai 195 gram. Saya sendiri perlu sedikit penyesuaian untuk menggenggam ponsel ini dengan nyaman terutama dengan satu tangan. Apalagi saat mengakses aplikasi atau fungsi yang ada di sudut jauh.

Layar pada Oppo Reno2 F, tersaji dengan sempurna tanpa gangguan letak kamera. Berkat fitur pop up kamera yang tersembunyi di sisi atas ponsel. Berbeda dengan seri Reno 2 atau 10x Zoom yang mekanis kameranya terlihat diagonal bertajuk pivot rising camera. Maka di Reno 2F, sudah sepenuhnya vertikal di bagian tengah, disebut rising camera, mirip seperti F11 Pro.

Display

Seperti sudah disebutkan di atas tadi. Oppo Reno 2F memiliki ukuran layar mencapai 6, 5 inci menggunakan teknologi AMOLED. Ukuran layarnya memiliki rasio 91.1 % ke bodi ponsel. Penggunaan layar super AMOLED juga membantu penerapan teknologi fingerscan di bawah layar. Sehingga akses ke dalam menu bisa dilakukan lebih cepat.

Untuk daya tahan layarnya, saya kira tak ada yang meragukan kemampuan dari Gorilla Glass 5. Sehingga meskipun kita tidak memanfaatkan tempered glass atau anti gores tambahan, layar akan tetap aman dari beragam goresan. Meski biasanya secara sugesti kita terkadang masih merasa perlu memasangkan anti gores tambahan.

Soal kualitas visual yang mampu disajikan oleh layar Oppo Reno2 F juga sudah sangat baik. Dengan tingkat resolusi mencapai 1080 x 2340 piksel serta kedalaman warna mencapai 391 ppi, membuat mata dimanjakan saat menatap layar ponsel. Apalagi didukung dengan Color OS 6.1 berbasis Android Pie 9.0, yang default­-nya memang memiliki icon warna-warni menarik.

Kamera OPPO Reno2 F

Oppo Reno2 F memiliki empat kamera di bagian belakangnya. Di antaranya terdapat sebuah kamera utama dengan kekuatan lensa mencapai 48 megapiksel, f/1.7, 26 mm (wide). Kamera tersebut sudah dilengkapi dengan sensor PDAF (phase detect auto focus). Membuat hasil fotonya menjadi semakin baik.

Kameranya sendiri jauh lebih baik dan jernih jika dibandingkan dengan ponsel di kisaran harga Rp 3 jutaan. Meski dirasa belum juga ada di level yang sama dengan ponsel yang berada di kelas atasnya. Reno2 F memang berdiri di antara ponsel menengah dan flagship.

Tiga kamera lain seperti sebuah syarat tak tertulis dari tren ponsel masa kini. Oppo Reno2 F melengkapinya dengan sebuah kamera 8 MP, f/2.2, 13 mm (ultrawide). Hasil fotonya dirasa cukup biasa saja dengan sudut mencapai 119 derajat. Karena fokus yang dituju dari kamera semacam ini memang lebih menekankan pada luasnya sudut foto.

Dua kamera lain, bagi saya, merupakan kamera gimmick saja. Hampir-hampir jarang saya gunakan dua kamera berukuran 2 megapiksel. Keduanya memiliki tujuan berbeda, yang pertama untuk hasil foto bokeh, lainnya untuk mendapatkan kualitas gambar zoom yang jernih.

Sementara itu untuk kamera depan menggunakan mekanisme pop up yang disebut rising camera. Kita bisa menggunakan kamera berkekuatan 16 megapiksel, f/2.0, 26mm (wide) di sana. Hasil foto kamera depan semacam ini memang lebih banyak dibantu mode beauty atau editing lain untuk mengoptimalkan hasil fotonya.

Reno2 F juga dilengkapi dengan night mode termutakhir saat ini. Didukung pemrosesan gambar multi-frame noise reduction (MFNR) dan high dynamic range (HDR). Proses AI yang bertingkat ini menciptakan pemandangan latar belakang dan subjek utama di depan ditangkap secara terpisah, sehingga menghasilkan latar belakang yang memukau serta menjaga warna kulit Anda yang sebenarnya terpancar cerah.

Pokok fungsi dari kamera Oppo Reno2 F justru terletak pada fitur videonya. Fitur pada video seperti gyro-EIS sangat membantu pengguna yang menghendaki kualitas video stabil. Untuk hasil rekam di luar ruang maupun di dalam ruang terhitung memiliki kualitas yang sama baiknya. Sisanya adalah kreativitas dari si pengguna itu sendiri.

Kemampuan rekam videonya mencapai tingkat 1080p pada 30 frame per detik. Itu bisa didapatkan baik untuk kamera belakang maupun kamera depannya. Fitur tambahan seperti time-lapse maupun slow motion dapat dimanfaatkan untuk menyajikan mode rekam yang variatif.

Hal menarik dari aplikasi video Oppo Reno2 F ialah keberadaan Smart Video Editor SOLOOP. Aplikasi ini membantu pengguna ketika hendak mengatur perpindahan scene dari ragam video yang kita rekam. Proses penambahan musik bisa disesuaikan dengan waktu dan transisi dari rekaman. Hal ini merupakan salah satu poin plus dari fitur kamera video secara keseluruhan.

Hasil Foto OPPO Reno2 F

Foto Auto tanpa zoom
Foto dengan zoom 5x
Foto dengan zoom 10x
Foto bokeh di dalam ruangan
Foto auto di dalam ruangan
Foto makro
Foto kamera depan mode auto
Foto kamera depan mode portrait monokrom

Performa

Oppo Reno2 F menggunakan chipset dari Mediatek MT6771V Helio P70 (12nm). Pilihan yang kurang populer di pasar Indonesia yang sudah kadung lekat dengan seri dari Qualcomm. Namun dengan edukasi yang baik bahwa kemampuan Mediatek kini sudah tak bisa diremehkan dan pantas bersaing dengan Qualcomm. Hal itu terutama melihat kinerja yang tak cepat panas serta efektivitas daya.

Chipset tersebut dibekali kemampuan prosesor octa-core dengan pengolah visual Mali-G72 MP3. Kombinasi mumpuni jika dipakai untuk menjalankan live gaming bersama teman-teman tongkrongan. Ditambah dengan fitur game booster untuk meraih kinerja yang makin efektif. Hanya saja, tak bisa disandingkan dengan ponsel yang memamg mengkhususkan fitur gaming.

Sementara untuk urusan penyimpanan data maupun aplikasi tambahan. Oppo dibekali dengan memori internal RAM hingga 8 GB, dengan memori simpan mencapai 128 GB. Jumlah yang cukup besar, bahkan berlebihan untuk aplikasi saat ini. Jika kamu bukan tipikal orang yang sering berganti ponsel semata karena model, maka total memori besar ini jelas sangat direkomendasikan. Namun bila sebaliknya, bisa jadi memori tadi tak terpakai maksimal ketika ponsel lebih baru yang lebih menarik dirilis di pasaran.

Urusan daya ponsel dipasok dari baterai Li-Po berukuran 4.000 mAh. Baterai tersebut didorong pengisian cepat VOOC 3.0 hingga 20 watt menggunakan USB type C 1.0. Sehingga proses pengisian bisa lebih cepat tanpa perlu waktu yang lama. Isian dari kosong ke 51% kapasitas baterai bisa dilakukan dalam 30 menit.

Daya tahan baterainya sendiri cenderung awet hingga seharian bila dipakai untuk mengakses aplikasi casual semacam untuk menonton dan main game ringan. Dalam pengujian internal, Oppo juga mengklaim bahwa Reno2 F mampu dipakai memainkan game AOV sampai 8 jam berturut-turut. Serta menonton video sampai 13 jam berturut-turut. Saya tidak sempat melakukan hal tersebut, karena agak melelahkan juga melakukan aktivitas yang sama dengan durasi begitu lama.

Fitur unggulan lain yang tidak dapat diabaikan dari Oppo Reno2 F ialah keberadaan speakernya. Oppo memberikan speaker berkualitas Dolby Atmos di ponsel seharga lebih dari Rp 5 juta ini. Hasil suaranya sudah sangat baik, terutama ketika dipakai di dalam ruangan yang tidak banyak noise. Kualitas audio-nya terdengar jernih sekaligus bulat dan tidak pecah.

Kesimpulan

Oppo Reno2 F menjadi ponsel yang berusaha menjembatani kelas antara Oppo seri A dan Oppo Reno 2. Ada di kisaran harga Rp 5 jutaan, membuat ponsel ini tidak banyak memiliki pesaing di sana. Hanya saja memang menjadi agak tricky bagi produsen, karena calon pembeli bisa saja memilih ponsel dengan harga lebih murah atau sekalian yang mahal.

Jika ditanya apakah ponsel ini layak beli. Jawabanya jelas layak beli. Terutama untuk mereka yang terbiasa memanfaatkan fitur kamera pada ponsel. Hasil rekam videonya tak perlu diragukan lagi ada di kelasnya sendiri. Membuat Reno2 F layak dipakai untuk membuat ragam konten untuk Youtube maupun Instagram.

Lawan terdekatnya kini ialah kehadiran Asus Zenfone 6, yang memiliki spesifikasi dan konfigurasi sedikit di atas Reno2 F. Namun harga yang lebih murah bisa menjadi kelebihan tersendiri dari Oppo Reno2 F.

Spesifikasi OPPO Reno2 F

Klik pada gambar di atas untuk spesifikasi lengkap

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version