Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Review OPPO Watch 41mm: Pertama dan Terbaik

2 3.363

Seperti tahun-tahun sebelumnya, OPPO Indonesia selalu tancap gas untuk merilis produk-produk terbaru. Namun sedikit berbeda di tahun 2020, di mana mereka tak hanya rilis smartphone saja. OPPO mulai merambah segmen pasar yang berbeda, perluas lini produknya dengan menghadirkan sebuah produk wearable, yaitu smartwatch OPPO Watch.

Bersamaan dengan diperkenalkannya OPPO Reno4 di Tanah Air, OPPO Indonesia juga membawa OPPO Watch, jam tangan pintar mereka yang menggunakan sistem operasi WearOS. Ketika pertama kali diperkenalkan secara global, smartwatch pertama OPPO ini sangat menarik perhatian saya, pengguna smartwatch sejak era Pebble.

Berbeda dengan yang lain, OPPO berani mengklaim bila smartwatch mereka punya daya tahan baterai yang jauh lebih baik. Tak hanya itu, secara desain juga terlihat premium, plus fitur-fitur kesehatan yang lengkap dan dengan tampilan antarmuka menyerupai ColorOS. Lalu apakah percobaan pertama dari OPPO ini layak dibeli? Berikut pengalaman saya menggunakan OPPO Watch 41mm.

Desain

Desain OPPO Watch

Sejujurnya, saya lebih penasaran dengan varian yang terbesar dan terbaik, yaitu OPPO Watch 46mm. Karena dimensi pergelangan tangan saya cukup besar, dan prefer untuk memilih varian besar selain supaya daya tahan baterainya lebih lama. Namun di sisi lain, saya juga penasaran dengan versi 41mm ini, apakah juga se-irit varian besarnya.

Desain OPPO Watch 41mm ini mungkin terlihat mirip dengan smartwatch lain yang lebih populer. Namun tidak ada salahnya juga, sih, setidaknya terlihat sedikit berbeda di mana lainnya menggunakan desain layer membulat. Frame dari OPPO Watch terbuat dari material aluminium alloy seri 6000. Terasa solid, dan selama beberapa minggu pemakaian, tidak terlihat ada goresan tipis di sekeliling bodinya.

Mekanisme strap OPPO Watch

Strap pada OPPO Watch juga memiliki mekanisme yang sangat mudah untuk dilepas. Cukup dengan menekan quick release button di bodi bawahnya, tanpa perlu menarik strap, bagiannya sudah lepas sendiri. OPPO berikan beberapa opsi warna strap tambahan secara terpisah, sehingga bisa dikustomisasi sesuai mood atau pakaian.

Untuk varian 41mm, terdapat dua pilihan warna yaitu Black dan Rose Gold, sementara varian 46mm hanya tersedia dalam warna Black saja. Kebetulan, kami kebagian warna Rose Gold, yang sebenarnya hamper mendekati netral. Warnanya tidak terlalu mencolok alias kalem, dan sesuai dengan beragam pakaian. Dengan bobot hanya 30,1 gram, tentu terasa ringan di tangan.

Layar

Layar OPPO Watch

Bagian inilah yang menurut saya cukup impresif. Awalnya saya mengira, dengan menggunakan varian 41mm, konten pada layar akan lebih sulit terlihat. Nyatanya sama sekali tidak, bahkan dimensi layarnya lebih besar dari smartwatch lama saya yang dimensi bodi fisiknya lebih besar.

Ini karena keempat bezel di OPPO Watch 41mm dibuat tipis. Dan dengan frame yang dibuat kotak, dimensi layarnya jadi cukup besar dengan diameter 1,6 inci, beresolusi 320 x 360 piksel. Panelnya sendiri sudah AMOLED, jadi reproduksi warna sudah sangat baik dengan hitam yang pekat. Dan lagi-lagi, lebih bagus dari smartwatch lama yang sama-sama gunakan AMOLED. Iya, sebagus itu memang.

OPPO Watch

Dengan sudut lengkung 2,5D di sisi-sisinya, kaca depan sudah terlapisi Corning Gorilla Glass 3. Meski tangan saya agak serampangan, mengenai dinding dan permukaan keras lainnya, layar OPPO Watch 41mm yang saya pakai aman dari goresan. Paling akan terlihat goresan sangat tipis jika benar-benar dilihat di bawah cahaya terang.

Ketika awal membukanya dari boks, tidak ditemukan opsi untuk mengaktifkan always-on display. Namun ternyata fitur tersebut baru hadir setelah pembaruan perangkat lunak. Untuk menyalakan layar, selain mengetuknya, juga ada opsi wrist gestures di mana kita hanya perlu memutar pergelangan untuk menyalakan dan membaca notifikasi-notifikasi yang ada. Memudahkan saat kedua tangan sedang memegang barang.

Fitur

Tampilan notifikasi OPPO Watch

Tidak menggunakan proprietary OS, OPPO memutuskan untuk gunakan Wear OS pada OPPO Watch versi global. Menariknya, OPPO sedikit berikan kustomisasi pada tampilan menu dan pintasan, membuatnya lebih jelas dan memaksimalkan bidang layar kotak. Tak banyak aplikasi tambahan di dalamnya, kecuali fungsi esensial seperti kesehatan.

Ada lebih dari 90 mode olahraga yang bisa dipilih lewat aplikasi Google Fit. Namun OPPO juga berikan aplikasi khusus untuk menuntun olahraga, termasuk mengingatkan untuk bergerak ketika sudah duduk terlalu lama. Nah, yang saya suka, perangkat ini tidak sekadar memberitahukan lewat notifikasi dan selesai, tapi juga dipandu untuk meregangkan badan atau stretching.

OPPO Watch

OPPO Watch bakal menampilkan pilihan olahraga singkat berdurasi 5 menit. Pilih salah satu, lalu layarnya akan menampilkan gerakan visual dari masing-masing tahap, lengkap dengan petunjuk suara. Sehingga lebih mudah untuk termotivasi bergerak sehat. Fitur lain seperti sleep tracking, monitor detak jantung 24/7, serta breathing guide untuk menenangkan diri.

Dengan sensor GPS built-in, OPPO Watch dapat mencatat rute jogging atau lari, meski kita tidak sedang membawa smartphone. Mungkin sedikit kurangan ada [ada absennya sensor atau fitur untuk mengukur kadar oksigen dalam darah atau SpO2. Data-data kesehatan dapat dilihat atau diakses baik dari Google Fit, maupun aplikasi terpisah yang bisa diinstall di Android, yaitu HeyTap. Nah, ada satu fitur special yang dihadirkan pada aplikasi tersebut.

AI Watch Face OPPO Watch

Dinamakan AI Watch Face, fitur ini dapat membuat tampilan watch face seragam dengan baju atau fashion yang sedang kita gunakan. Caranya sangat mudah, buka aplikasi HeyTap di smartphone, ambil foto baju, dan nanti secara otomatis bakal ditampilkan pola yang menyerupai objek dalam foto. Simpel sebenarnya, tapi juga sangat menarik untuk mix and match dengan outfit yang sedang digunakan.

Konektivitas dan Performa

Menjalanka dan sistem operasi Wear OS, OPPO Watch bisa digunakan baik dengan smartphone Android maupun iOS. Hanya saja, bakal ada limitasi ketika dipasangkan ke perangkat iPhone, seperti keterbatasan aplikasi, tidak bisa membalas notifikasi langsung dari smartwatch, dan fitur-fitur yang hanya bisa diakses dari aplikasi HeyTap seperti AI Watch Face untuk kustomisasi tampilan watch face lebih personal.

OPPO Watch mendukung konektivitas Bluetooth 4.2 dan mendukung Bluetooth Low Energy. Sinkronisasi data notifikasi dari smartphone lancar-lancar saja, tidak terputus ataupun delay. Bisa juga mengaktifkan Wi-Fi secara langsung. Di dalam menu konektivitas, terdapat opsi untuk menyalakan sensor NFC. Mungkin bisa bermanfaat ke depannya untuk pembayaran, namun untuk sekarang, lebih baik dimatikan demi menghemat baterai.

Urusan performa, OPPO Watch 41mm mampu menjalankan beragam fitur dan aplikasi dengan mulus. Respon layar ketika pergelangan digerakkan juga terhitung instan. Ini berkat kombinasi chipset Qualcomm Snapdragon 3100, RAM 1GB dan memori 8GB. Sementara untuk mode hemat daya, disiapkan chip tambahan yaitu Ambiq Apollo3.

Baterai

VOOC Flash Charge OPPO Watch

Kekhawatiran saya akan menggunakan smartwatch yang dimensi fisiknya kecil, adalah daya tahan baterainya. Biasanya punya masa pakai yang signifikan lebih singkat, bahkan ada beberapa yang bertahan tak sampai sehari penuh. Namun tidak dengan OPPO Watch 41mm.

Dalam pemakaian ala saya, menggunakan opsi always-on display, baterainya masih bisa tahan setidaknya selama sehari penuh. Terkadang tersisa daya yang cukup untuk sleep tracking, terkadang harus diisi daya terlebih dahulu. Sementara jika tanpa always-on display, bisa mencapai 1,5 hari.

Ingin jauh lebih lama? OPPO mengklaim bila smartwatch ini bisa tahan hingga 14 hari pemakaian dengan menggunakan mode Power Saver. Nah, menariknya, mode ini berbeda dengan smartwatch WearOS pada umumnya yang sekadar menampilkan jam saja. Notifikasi, detak jantung serta jumlah langkah masih bisa tercatat, mungkin berkat adanya co-prosessor hemat daya.

Teknologi VOOC Flash Charge juga hadir di OPPO Watch 41mm. Mengisi hingga 30% hanya memerlukan waktu 15 menit saja, sementara hingga penuh cukup 75 menit dengan kecepatan 5V 1A. Namun dengan begitu, harus menggunakan charger bawaan, alias belum bisa diisi secara nirkabel dengan standar Qi.

Kesimpulan

Kelengkapan OPPO Watch

Impresif. Itulah kesan yang saya dapatkan selama menggunakan OPPO Watch, smartwatch yang punya tampilan premium serta fitur lengkap. Padahal ini merupakan jam tangan pintar pertama dari OPPO, namun kualitasnya sudah setara bahkan melebihi beberapa produsen smartwatch lainnya. Dengan harga yang juga cukup bersaing.

Meski gunakan Wear OS yang notabene dikenal boros daya, OPPO mensiasatinya dengan menyematkan co-processor khusus, membuat OPPO Watch sanggup tahan hingga berhari-hari dengan tetap menyampaikan notifikasi dan mencatat data aktivitas kesehatan. Baik pengguna smartphone Android maupun iPhone sekalipun, bisa memilih perangkat ini sebagai partner keseharian yang tepat.


Cek harga perangkat OPPO di:

BLIBLI SHOPEE LAZADA JD.ID

Spesifikasi OPPO Watch 41mm

Layar 1.6″ 320 x 360 AMOLED Touchscreen
Warna Black, Rose Gold
Ukuran 41.45 x 36.37 x 11.4 mm
Berat 30,1g (tanpa tali)
Ketahanan 5 ATM
Konektivitas Bluetooth 4.2 LE, GPS, NFC
Sensor Tri-axial acceleration sensor/Gyroscope sensor/Geomagnetic sensor/Barometric sensor/Optical heartbeat sensor/Capacitance sensor/Ambient light sensor
Baterai 300mAh, hingga 36 jam (21 hari mode hemat daya)
Prosesor Qualcomm Snapdragon 3100, Ambiq Apollo3 co-processor
RAM & ROM 1GB & 8GB
Mode olahraga Lari/Latihan 5 menit/Lari Kardio/Jalan/Bersepeda/Berenang
Fungsi kebugaran Pemantauan detak jantung/pemantauan tidur/Pengingat Bangun/Latihan pernapasan terpandu
Harga Rp3.499.000


Disclaimer: artikel ini merupakan kerja sama dengan OPPO Indonesia

88%
Awesome

Review OPPO Watch

Meski gunakan Wear OS, OPPO masih bisa mensiasati keterbatasan daya baterai dengan mode hemat daya khusus lewat chipset sekunder tambahan. Sembari menghadirkan desain premium dengan kualitas layar baik dan fitur lengkap.

  • Design
  • Display
  • Performance
  • Features
  • Battery