Rilis flagship yang bisa ambil foto bintang di langit? Sudah. Flagship belasan juta? Sudah juga. Kelas entri? Mulai dari C11, C12 dan C15 semuanya hadir dengan desain baru yang lebih fresh. Kalau sudah begini, tinggal smartphone kelas menengahnya saja yang perlu diperbarui lewat realme 7 untuk pasar Indonesia.
Karena terhitung sudah enam bulan sejak perilisan realme 6 Series, yang berarti sudah saatnya untuk dirilis generasi penerusnya. Di Indonesia, realme membawa dua seri yang sedikit berbeda dari India, yaitu realme 7 dan 7i. Ya, sayangnya bukan realme 7 Pro yang masuk. Mungkin di peluncuran berikutnya? Bisa saja.
Otomatis, varian tertinggi yang dihadirkan pada bulan September 2020 ini adalah realme 7, hadir dengan slogan “64MP Power Master”. Dengan banyaknya peningkatan yang dibawa, menurut saya smartphone ini malah sudah cocok jika dianggap sebagai penerus dari realme 6 Pro, punya tambahan fitur-fitur esensial yang akhirnya dibawa dari seri flagship, termasuk NFC multifungsi.
Mengusung sensor kamera baru, realme juga berhasil memperbaiki hasil foto yang menurut saya pribadi cukup mengganggu di seri-seri sebelumnya, membuat saya lebih senang menggunakan kamera smartphone ini. Bagaimana impresi yang diberikan secara keseluruhan? Berikut review realme 7 setelah kurang lebih satu minggu penggunaan.
Desain
Kali ini realme membawa penyegaran yang menyeluruh untuk desain realme 7, dengan tekstur, bingkai kamera dan gradasi warna yang baru. Akhirnya seluruh lini sudah punya desain baru dengan ciri khas masing-masing, jadi kelihatan bedanya satu sama lain. Ada dua opsi warna yang bisa dipilih; Mist White dan Mist Blue yang saya pegang.
Gradasi warnanya seolah terbagi menjadi dua, dengan biru cerah di sisi atas dan menggelap di bagian bawah. realme gunakan tekstur CD klasik, pakai desain kaca doff meski materialnya terbuat dari plastik. Masih bisa membekas sidik jari, tapi cukup samar kok. Warna bagian kiri bodi belakang juga dibuat sedikit berbeda, beri daya tarik tambahan.
Bingkai atau frame kamera belakang juga diperbarui, supaya terlihat lebih kekinian. Tapi harus agak hati-hati ya, karena pinggirannya sedikit tajam dan lebih tinggi dari kaca kamera, sehingga lebih rawan dent. Bisa menggunakan soft case bawaan agar lebih aman.
Peletakan tombol dan lainnya masih sama seperti generasi sebelumnya, triple-slot SIM dan tombol volume di sebelah kiri, jack audio 3.5mm, mikrofon, port USB-C dan mono speaker di bawah dan tombol power yang juga berfungsi sebagai sensor sidik jari di sebelah kanan. Dan juga masih sama, kecepatan serta tingkat akurasinya sangat baik.
Layar
Untuk bagian ini, bisa dibilang sama persis dengan realme 6. Wajar saja, karena realme memang sudah membawa teknologi layar 90Hz Ultra Smooth Display ke kelas menengah sejak awal tahun ini. Dimensi layarnya 6,5 inci, punya resolusi full HD+ dan ditemani satu buah kamera punch-hole di sisi atas kiri. Berjenis IPS, layarnya bisa menyala terang hingga 480 nits.
Tidak ada komplain yang berlebih untuk bagian layar dari realme 7, kehadiran refresh rate tinggi sudah cukup untuk memanjakan mata ketika lagi buka timeline Twitter atau feed Instagram. Layarnya cukup berwarna, meski bukan yang paling akurat dan tanpa pengaturan mode warna khusus. Setidaknya masih ada opsi untuk atur tingkat white balance, mengingat default-nya sedikit cool atau kebiruan.
Kamera
Dari slogannya saja, sudah jelas jika realme mengunggulkan kemampuan kameranya di realme 7 series. Memang sudah biasa bagi realme untuk rilis smartphone mid-range berkamera 64MP, namun yang berbeda kali ini adalah sensor utamanya. Kalau biasanya pakai sensor Samsung, kali ini realme 7 gunakan sensor yang berbeda, yaitu Sony IMX682 f/1.8.
Selain besar dalam resolusi, dimensi fisiknya juga cukup besar di 1/1,73 inci, sehingga lebih banyak cahaya yang bisa ditangkap untuk tingkatkan detil foto. Sensor utama ini juga ditemani oleh tiga sensor lain, masing-masing adalah kamera 8MP f/2.3 ultra-wide, 2MP portrait dan 2MP macro lens dengan jarak fokus terdekat 4cm.
Keluhan utama saya adalah tendensi kamera yang cenderung hasilkan skin tone atau kulit warna berbeda dari aslinya, meski mode beautify dan tambahan lainnya dimatikan. Terutama pada kondisi indoor cahaya cukup, atau yang punya warna kulit cenderung gelap, seringkali dibuat lebih terang.
Namun dengan sensor baru, realme sepertinya ikut membenahi algoritma software pada kamera realme 7. Kini hasilnya sudah jauh lebih akurat, begitu pula dengan foto-foto di pencahayaan yang dominan warna selain putih. Hasil foto juga cenderung lebih detil serta natural, dan jika pengguna ingin warna yang lebih ‘nyala’, cukup mengaktifkan mode Chroma Boost.
Mode fotonya juga cukup lengkap. Selain mode potret serta mode profesional yang bisa ambil foto format RAW, realme 7 juga bisa ambil foto dengan mode pro di dalam mode 64MP, cocok bagi Gizmo friends yang ingin hasilkan foto untuk dicetak besar atau keperluan cropping. Tak sampai di situ, realme juga hadirkan sesuatu yang seru di mode malamnya.
Yang pertama, realme 7 dilengkapi dengan fitur yang dibawa dari seri X3 SuperZoom yaitu Starry mode. Dengan fitur ini, kamu bisa ambil foto bintang-bintang di langit secara jelas, asalkan berada di daerah minim polusi serta kondisi langit sedang cerah dan tidak berawan. Mode ini wajib menggunakan tripod tentunya, karena bakal ambil foto long-exposure sampai empat menit.
Lalu juga ada pilihan filter malam baru di mode Nightscape, dengan tiga filter unggulan yaitu Flamingo, Modern Gold dan Cyberpunk. Filter yang terakhir sih menurut saya paling populer, biasa digunakan untuk foto cityscape dengan cahaya perkotaan. Dengan ini, realme 7 bisa hasilkan foto bernuansa cyberpunk secara instan, tak perlu lagi melakukan olah digital lewat aplikasi seperti Adobe Lightroom.
Di bagian depan, kameranya hanya satu, beresolusi 16MP f/2.0 dan juga dilengkapi mode Nightscape serta mode potret. Sudut pandangnya cukup lebar, dan detilnya masih bisa bersaing dengan sensor 32MP. Untuk perekaman video, realme 7 mampu rekam hingga resolusi 4K 30fps atau 1080p 60fps.
Hasil foto lengkap dari kamera realme 7 bisa dilihat pada album berikut ini.
Mode stabilisasi UIS & UIS Max juga tentu tersedia, hanya saja kita tidak bisa berpindah dari sensor utama ke ultra-wide saat perekaman berlangsung. Namun kini realme berikan opsi untuk menambahkan watermark pada hasil video, tak hanya untuk foto saja. Kualitasnya sendiri tak jauh berbeda dari generasi sebelumnya, dengan UIS yang terlihat sedikit efek getar saat kondisi cahaya kurang.
Fitur
realme 7 telah menjalankan realme UI berbasis Android 10. Dengan tampilan yang dibuat clean, realme berikan sejumlah fitur baru pada smartphone ini. Meski baterainya sudah cukup besar, terdapat fitur Super Power Saving Mode yang cocok untuk kondisi darurat. realme 7 juga sudah mendukung fitur Nearby Share, sebuah protokol transfer data antar perangkat Android yang bekerja seperti AirDrop. Memungkinkan kita berkirim file secara mudah dan jauh lebih cepat dari Bluetooth.
Smartphone ini belum didukung dengan Dolby Atmos. Sementara keluaran speaker mono di bagian bawah tergolong sangat keras, meskipun detil mulai berkurang ketika volume sudah melewati 50%. Untuk daya tahan, realme 7 menjadi smartphone pertama yang lolos uji dari TÜV Rheinland, berisi 23 pengujian utama dan 72 pengujian kecil. Sebagai jaminan bila smartphone ini cukup kuat untuk penggunaan sehari-hari.
Nah, yang spesial adalah kehadiran NFC. Akhirnya realme mendengarkan permintaan dari realme Fans untuk bawa fitur yang selama ini hanya ada di lini flagship. Kehadiran NFC sangat cocok bagi mereka yang tinggal di kota besar, terutama bagi pemilik kartu uang elektronik atau e-money. Dengan adanya sensor ini, bisa cek maupun isi ulang saldo secara langsung dari realme 7.
Meski hadir tanpa sertifikasi IP rating, seluruh lubang yang ada sudah dilengkapi dengan pelindung silikon, sehingga lebih kedap dan tahan percikan air. Sedikit keluhan saya ada pada software-nya, yang masih belum bisa menampilkan elemen transisi di aplikasi seperti Spotify secara benar. Mungkin hanya perlu pembaruan saja, mengingat chipset yang digunakan masih sangat baru.
Performa
Pertama di dunia! realme 7 menggunakan salah satu chipset terbaru dari MediaTek, yaitu Helio G95. Ini adalah penyegaran dari seri Helio G90T yang sebenarnya sudah cukup powerful, serta cocok untuk gaming. Clock speed CPU dan GPU-nya ditingkatkan, sementara kapasitas RAM dan penyimpanan internalnya cukup luas. Varian yang saya gunakan hadir dengan RAM 8GB LPDDR4x dual-channel dan ROM 128GB UFS 2.1.
Untuk menemani performanya yang kencang, disiapkan sistem pendingin berbasis carbon fiber yang diklaim dapat mendinginkan suhu sampai 8,6%. Selama penggunaan intensif main gim dan eksplor fitur kamera, suhu smartphone memang tidak terasa panas, sehingga nyaman-nyaman saja untuk digenggam.
Baterai
Bagian ini juga menjadi unggulan dari realme 7, kali ini menggabungkan kombinasi baterai besar 5,000mAh dengan pengisian daya cepat 30W Dart Charge. Selain tahan lama, hanya butuh waktu relatif singkat untuk isi daya sampai penuh—50% dalam waktu sekitar 30 menit, dan kurang dari 70 menit hingga benar-benar penuh.
Dengan pemakaian intensif ala saya, realme 7 sanggup menyala hingga 1,5 hari dengan screen-on time 5 jam, sudah termasuk panggilan video lewat Google Duo selama satu jam, dan mengubahnya menjadi mobile hotspot selama 2-3 jam, dan mode layar konstan di 90Hz. Untuk penggunaan yang lebih ringan, besar kemungkinan bisa digunakan sampai dua hari penuh.
Ketika berada di luar rumah dan tidak membawa adapter bawaan, baterai masih bisa diisi dengan cukup cepat, karena realme 7 juga mendukung standar Power Delivery 15 watt.
Harga realme 7 di Indonesia
Kabar baiknya, terdapat program realme Untuk Pelajar dengan diskon hingga Rp 200.000 selama periode 18-30 September setiap pembelian realme 7 series dengan menunjukan kartu identitas pelajar.
Kesimpulan
Banyak peningkatan yang dibawa oleh realme hanya dalam kurun waktu enam bulan saja. Gunakan prosesor baru pertama di dunia, sensor kamera baru yang tingkatkan hasil foto secara keseluruhan, daya tahan baterai makin awet, sampai akhirnya dilengkapi sensor NFC. Sebuah fitur yang banyak ditunggu oleh konsumen maupun para realme Fans.
Dijual pada rentang harga Rp3 jutaan, tak heran bila nantinya realme 7 bakal benar-benar menjadi 64MP Performance King seperti apa yang diposisikan oleh realme. Value yang dibawa sebanding dengan harga yang ditawarkan, membuat smartphone ini mudah untuk direkomendasikan ke banyak jenis konsumen, terutama para anak muda di Indonesia.
Beli smartphone realme 7 di e-commerce & situs resmi:
Spesifikasi realme 7
Disclaimer: artikel ini merupakan kerja sama dengan realme Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

