Pada awal tahun 2019 lalu, Xiaomi mengumumkan melepas Redmi menjadi merek tersendiri. Menjadi brand tersendiri justru membuat gerak Redmi semakin lincah dengan produktif merilis produk, baik seri Redmi, varian Redmi Note maupun Redmi Go. Di awal Desember 2019 ini, Xiaomi meluncurkan Redmi 8A.
Redmi 8A sendiri dirilis bersamaan dengan saudara kandungnya Redmi 8. Seperti seri sebelumnya, label huruf A disajikan sebagai perangkat dengan spesifikasi lebih rendah. Ponsel ini merupakan penerus dari Redmi 7A yang laris manis di pasaran.
Tentu saja Redmi 8A sudah mengalami perbaikan di beberapa sisi. Paling mencolok tentu dimensi lebih besar dan pergeseran letak kamera di bagian tengah ponsel. Sebagian lainnya masih dengan pokok teknologi serupa untuk menjaga nilai jual tetap masuk akal.
Langsung saja simak review Redmi 8A selengkapnya di bawah ini.
Desain
Desain matte memberi efek kesat dan terbebas dari bekas jari tangan yang seringkali bikin kotor. Bodi dengan lengkungan 3D membuatnya semakin ergonomis, nyaman digenggam. Kemudian ada stripe cantik vertikal di tengah bertuliskan Redmi dan Designed by Xiaomi.
Redmi 8A hadir dengan tiga pilihan warna yaitu Ocean Blue alias biru laut, Sunset Red atau merah senja seperti kesukaan anak indie, dan midnight black yang hitam elegan. Secara umum, rancang bangun desain ponsel ini sangat mirip dengan saudaranya Redmi 8.
Perbedaan yang mencolok adalah tidak adanya kamera ganda dan pemindai sidik jari. Karena smartphone ini memang hanya memiliki satu kamera belakang dilengkapi dengan lampu flash. Benar-benar hanya mengandalkan fitur esensial yang dibutuhkan pengguna.
Redmi 8A ternyata memiliki dimensi lebih besar dibandingkan Redmi 7A. Itu karena layar ponsel ini lebih luas mencapai 6.2 inch. Menghadirkan dimensi keseluruhan menjadi 156.5 x 75.4 x 9.4 mm. Dipadu dengan bobot kurang lebih 188 gram. Rentang ukurannya sangat mirip dengan Redmi 8. Hanya beda pada isi casing dan varian warna.
Bagian sisi-sisi ponsel masih setia diisi dengan ragam tombol fungsi dan port. Speaker, port audio, serta USB type C ada di bagian bawah. Sementara kanan dan kiri masih dilengkapi dengan tombol power, volume, dan slot untuk kartu SIM dan memori tambahan. Di Redmi 8A tidak akan ditemukan port infrared pada sisi atasnya. Hanya ada sebuah lubang untuk penahan kebisingan ketika berlangsung proses komunikasi.
Display
Bagaimana dengan kualitas gambar yang dihasilkan? Masih sama dengan Redmi 8 yakni memiliki kualitas resolusi HD+ pada layar, yakni 720 x 1520 piksel. Kemampuan tersebut disajikan di atas tipe layar IPS LCD dengan rentang 16 juta warna. Reproduksi warna terlihat natural dan detail.
Bagusnya, Xiaomi mengaplikasikan Corning Gorilla Glass 5 pada Redmi 8A. Sehingga layar ponsel ini tetap ampuh dipakai beraktivitas tanpa takut tergores. Menggunakan ponsel ini di bawah pencahayaan outdoor juga masih terlihat jelas. Kualitas pencahayaan mencapai 400 nits membuat mata tetap nyaman menikmati sajian layarnya.
Untuk antarmuka, pada layar Redmi 8A sudah memakai MIUI Global 11 dengan basis Android Pie 9. Ada beberapa hal menarik dari fitur di antarmuka terbaru dari Xiaomi ini. Di antaranya Dark Mode dan ambient display.
Selain itu, bagi yang gemar membaca terdapat fitur Reading Mode. Fitur ini mampu mengurangi radiasi sinar biru untuk melindungi mata ketika membaca konten di layar dalam waktu lama. Fitur Reading Mode dapat diaktifkan langsung dengan memilih menu berlambang mata di menu Quick Settings.
Kamera Redmi 8A
Pemanfaatan teknologi Dual-Pixel PDAF sangat membantu proses pengambilan foto. Kemampuan menyesuaikan fokus untuk objek jauh dan dekat dengan teknologi tersebut mampu menyajikan hasil foto yang lebih baik.
Dan tentu saja fitur HDR (High Dynamic Range) yang menghasikan foto dengan luminosity lebih baik. Biasanya untuk mendapat efek foto yang dramatis.
Satu kamera ini juga dapat dipakai untuk mengambil efek bokeh, kok. Hanya saja dengan jarak objek yang agak jauh dari lensanya. Kemudian, AI bawaan dari kamera akan mengolahnya jadi sebuah foto dengan fokus di objek dan latar belakang diburamkan. Hasil fotonya lumayan dapat dinikmati juga meski memang tidak sedetail bila menggunakan lensa khusus.
Kamera Redmi 8A dibekali kemampuan untuk swafoto 8 MP, aperture f/2.0. Disertakan pula fitur pendukung swafoto seperti pendeteksi wajah, AI beauty 4.0, dan juga bokeh. Sementara itu dalam kondisi minim cahaya dapat disiasati dengan menggunakan flash dari cahaya layar.
Tambahan lain ialah keberadaan Google Lens. Google Lens dapat berguna dalam kondisi ponsel terhubung dengan internet menggunakan WiFi atau paket data. Bagi yang mungkin belum tahu. Google Lens merupakan fitur untuk mengidentifikasi objek yang tertangkap lensa kamera untuk dicari informasi lewat sistem dari Google.
Kualitas video kamera Redmi 8 sudah mencapai Full HD 1080p pada 30 frame per detik. Dengan opsi 720p di hitungan fps yang sama. Terdapat fitur time-lapse ketika lensa video diaktifkan. Kualitasnya terhitung baik dengan kualitas piksel tetap terjaga serta tanpa distorsi cahaya berlebih. Sementara mode “video pendek” membantu untuk merekam gambar dengan durasi di 15 detik saja.
Secara umum spesifikasi kamera Redmi 8A serupa dengan Redmi 8, minus lensa bokeh di bagian belakangnya. Bagi kamu yang hendak bereksplorasi dengan efek bokeh lebih baik, atau bahkan efek wide sampai micro, jelas tak mendapatkannya di sini. Kamera ponsel ini cocok untuk mereka yang tak mau ambil pusing dengan ragam fitur di dalamnya.
Hasil foto Redmi 8A
Foto lainnya bisa dilihat di galeri foto Redmi 8A di Google photos
Performa
Redmi 8A ditenagai chipset Qualcomm dengan Snapdragon 439 (12 nm) Octa-core (2×1.95 GHz Cortex-A53 & 6×1.45 GHz Cortex A53). Prosesor ini, dalam pengujian mampu mencapai kemampuan kerja menyamai Snapdragon 625 lama. Ditambah kebutuhan grafis dari Adreno 505. Termasuk irit konsumsi dayanya.
Untuk kapasitas memori, Redmi 8A termasuk irit. RAM sebesar 2GB memang masih mencukupi dipakai menjalankan ragam aplikasi saat ini.Sementara ruang penyimpanan 32GB relatif masih mumpuni. Tentu saja tambahan slot memori tambahan akan sangat membantu.
Baterai ini mampu bertahan dalam kondisi standby selama 31 hari. Di mana untuk penggunaan normal, berdasarkan pengalaman kami, bisa bertahan hingga dua hari. Sedangkan jika aktif digunakan untuk bermain game, sanggup bertahan seharian.
Mengingat spesifikasi teknis dari ponsel ini yang berada pada level relatif ringan, sehingga tidak memerlukan pasokan daya berlebih yang membuat baterai semakin awet. Selain itu, Xiaomi juga telah mengoptimalkan kinerja baterai menggunakan teknologi AI dengan manajemen daya dinamis, mode hemat daya, kontrol peluncuran aplikasi, dan alokasi tugas pintar.
Kesimpulan
Redmi 8A dikatakan kepanjangan varian dari Redmi 8. Ponsel ini menjadi versi paling irit dengan pemangkasan di beberapa lini fitur dan fungsi. Kapasitas baterai yang besar menjadi kelebihan tak terbantahkan pada seri Redmi 8A ini. Meski dipasarkan untuk entry level, fiturnya tergolong lengkap berkat antarmuka MIUI 11. Kemampuan kameranya pun tetap mumpuni berkat fitur AI.
Smartphone ini dijual dengan harga Rp1,399 juta. Redmi 8A memberikan pilihan yang lebih terjangkau bagi pengguna dengan bujet terbatas, namun dengan kemampuan yang maksimal. Terlebih dengan jaminan layanan purna jual berupa garansi 24 bulan atau 2 tahun, semakin memberi rasa aman pada konsumen. Sekaligus bukti bahwa Xiaomi percaya diri terhadap kualitas dan daya tahan produknya.
Spesifikasi Xiaomi Redmi 8A
Disclaimer: artikel ini merupakan kerja sama dengan Xiaomi Indonesia
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

