Review Samsung Galaxy Z Flip4 5G: Baterai Awet, Kamera Makin Bisa Diandalkan

Dengan semua peningkatan, Galaxy Z Flip4 5G hadir dengan harga yang lebih murah.

13 Min Read
4.6 Opsi lebih aman
Review Samsung Galaxy Z Flip4 5G

Meski daya beli masyarakat untuk smartphone terutama lini flagship masih belum sekuat sebelum masa pandemi, setidaknya kini sudah semakin banyak opsi perangkat yang hadir dalam berbagai segmen harga. Siap jadi yang paling populer, Samsung Galaxy Z Flip4 5G justru dijual lebih murah, padahal hadir sebagai suksesor dari generasi sebelumnya.

Sensor kamera lebih besar, baterai lebih awet, bodi yang diperkuat. Tak heran kalau dalam beberapa bulan setelah peluncurannya, bakal banyak yang memilih Galaxy Z Flip4 5G sebagai smartphone pilihan mereka. Tidak hanya sekadar tampil beda, Samsung juga berikan banyak kemudahan yang bisa didapat dengan perangkat yang layarnya bisa dilipat dan dibuka dalam sudut kemiringan tertentu satu ini.

Alih-alih membeli iPhone terbaru, kini ada opsi smartphone yang bisa membuat kamu ambil selfie secara gampang dari sensor utama. Atau masuk kantong celana lebih mudah. Atau jalankan dua aplikasi lebih leluasa. Apakah Galaxy Z Flip4 5G cocok buat Gizmo friends? Berikut ulasannya.

Desain

Sekilas memang terlihat sama persis dengan yang lama. Namun kalau dilihat lebih dekat, terutama diletakkan secara bersebelahan, bakal terasa kalau dimensi Galaxy Z Flip4 5G terasa sedikit lebih kompak, meski ketebalannya masih relatif sama. Semakin nyaman digenggam, terutama saat sedang terlipat.

Kali ini, Samsung memilih untuk gunakan permukaan bodi berwarna matte, sementara bingkai Armor Aluminiumnya dibuat glossy. Kecuali varian Bespoke Edition ya, di mana permukaan bodi luarnya pun juga jadi glossy. Warnanya memang jadi bermacam-macam, tapi juga jadi lebih mudah membekas sidik jari.

Saat ditutup, masih ada gap antar bagian lipatan perangkat. Tapi jangan khawatir, karena Galaxy Z Flip4 5G sudah punya sertifikasi tahan air IPX8. Jadi tetap aman walau saya bawa dalam genggaman ketika sedang jogging, maupun masuk kantong celana yang terkena basah keringat.

Selama lebih dari dua minggu, saya menggunakan Galaxy Z Flip4 5G warna Bora Purple tanpa case, dan meletakkannya di laci meja, kompartemen mobil, maupun lainnya bersama dengan benda lain seperti uang koin dan sejenisnya. Overall, bodi tetap mulus—hanya saja di bagian frame metal setiap bagian lipatan, muncul baret tipis (yang hanya terlihat dalam sudut dan pencahayaan tertentu).

Satu catatan lagi: dengan mekanisme layar lipat yang diperkuat, kini Galaxy Z Flip4 5G jadi lebih sulit untuk dibuka hanya dengan satu tangan saat dalam genggaman. Kalau dipaksakan sih bisa aja, tapi rasanya bakal membahayakan ketika diulang hingga beratus-ratus kali. Jadi amannya harus menggunakan dua tangan.

Baca juga: Review Samsung Galaxy Z Fold4 5G: Produktivitas dan Hiburan dalam Satu Perangkat Premium

Layar

Masih sama seperti generasi sebelumnya, Galaxy Z Flip4 5G didukung oleh layar luar yang disebut dengan Cover Screen, serta layar lipat yang berada di dalam. Layar luarnya masih sama persis, punya ukuran 1,9 inci dengan panel Super AMOLED. Kini fungsinya lebih banyak berkat One UI baru, dan sudah cukup nyaman untuk akses notifikasi maupun widgets.

Sementara layar utamanya berukuran 6,7 inci berjenis Dynamic AMOLED 2X, punya refresh rate 120Hz yang adaptif, serta kini bisa menyala lebih cerah hingga 1200 nits—yang ini benar-benar saya rasakan benefit-nya, terutama ketika berkegiatan di luar ruangan saat siang hari. Untuk saturasi, kontras dan lainnya, sudah sesuai standar flagship Samsung yang memuaskan dan memanjakan mata.

Selain lebih cerah, perbedaan lain yang saya rasakan adalah permukaan layar utama yang terasa lebih kaku, pertanda lapisan Ultra Thin Glass atau anti gores bawaannya dirancang lebih kuat, jadi lebih terasa seperti kaca pada umumnya. Crease alias cekungan di bagian tengah masih ada, tapi bakal “hilang” setelah beberapa hari penggunaan, kok. Sama sekali tidak mengganggu pemakaian.

Untuk nonton video bakal terasa nyaman berkat rasionya yang cukup lebar. Mau multitasking pun juga nyaman, dengan dua aplikasi yang terbagi 50:50, masing-masing jadi punya tampilan kotak, sehingga masih cukup leluasa. Keempat sisi bezel-nya juga tipis, jadi terasa semakin imersif.

Kamera

Tonjolan sensor kamera Galaxy Z Flip4 5G dibuat sedikit lebih muncul dari yang lama. Pasalnya, sensor utamanya kini punya dimensi lebih besar, dibuat setara dengan Galaxy S21 Series. Artinya, kualitas foto bakal lebih cerah dan minim noise, terutama pada saat low-light. Masing-masing beresolusi 12MP, baik wide dan ultra wide-anglenya.

Sementara di bagian layar utama, disematkan sebuah kamera 10MP yang sejatinya cukup berkualitas. Namun selama menggunakan smartphone ini, saya lebih sering berswafoto menggunakan sensor utama, saking mudahnya diakses lewat Cover Screen. Bisa akses mode portrait, bahkan menampilkan rasio sesuai keinginan—tak lagi sebatas rasio kotak 1:1.

Dan memang benar, mengambil foto dengan Galaxy Z Flip4 5G kini kualitasnya semakin mendekati flagship terbaru masa kini, alias semakin kompetitif. Dalam banyak skenario malam, kamu tak perlu mengaktifkan mode malam untuk hasilkan gambar berkualitas—paling-paling ketika pakai sensor ultra-wide saja. Yang satu ini, sudut pandangnya cukup lebar, meski di bagian pinggir frame terkadang jadi agak buram.

Untuk dynamic range terutama saat gunakan efek HDR, tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Separasi efek bokeh pada mode portrait juga cukup akurat. Kecepatan aksesnya juga lumayan bisa diandalkan, hanya dengan menekan tombol power dua kali, dan langsung jepret dari Cover Screen.

Hasil foto lengkap dari kamera Galaxy Z Flip4 5G bisa kamu akses pada album berikut ini ya.

Begitu pula dengan perekaman videonya, di mana Galaxy Z Flip4 5G bisa jadi salah satu smartphone yang paling praktis dan asik buat vlogging. Dengan form factor lipat, kamu bisa meletakkannya di hampir seluruh permukaan datar, kemudian lakukan perekaman video hands-free tanpa alat bantu, baik dari sensor utama maupun kamera depan.

Flex Mode juga memudahkan kamu untuk ambil video dari berbagai angle. Mau ala handycam? Bisa. Ambil video flat lay? Cukup tekuk layar utama di rentang 90 derajat, dan pindah viewfinder ke bagian setengah bawah layar. Nggak perlu lagi mengira-ngira frame video sudah pas atau belum, walaupun pengambilan kameranya dari sudut atas.

Semua sensor kameranya bisa merekam video hingga 4K 30fps—khusus sensor utama saja yang bisa sampai 4K 60fps. Tangkapan videonya stabil, termasuk pada sensor ultra-wide, walaupun kalau malam hari terkadang masih ada efek getar. Detail dari sensor utamanya sendiri sudah sangat baik dan terlihat natural.

Fitur

Galaxy Z Flip4 5G hadir dengan One UI 4.1.1, yang semakin dioptimalkan untuk perangkat foldable alias layar lipat. Kini ada lebih banyak fungsi pada Cover Screen, termasuk membalas pesan dengan pilihan preset, dan mengakses toggle seperti Wi-Fi, lampu senter serta lainnya. Mode kameranya juga lebih banyak, salah satunya bisa akses mode portrait dan foto dengan rasio sesungguhnya dari layar luar.

Oh ya, fitur Samsung DeX sayangnya tidak dibawa ke smartphone lipat mungil satu ini, jadi opsinya eksklusif di Galaxy Z Fold4 5G. Fitur lainnya seperti Edge panel masih ada. Dan sejumlah aplikasi seperti YouTube maupun Google Duo sudah dioptimalkan pada tampilan Flex Mode.

Cukup lipat layar di rentang 75-105 derajat, dan penerima panggilan video di Google Duo otomatis berpindah ke setengah bagian atas layar. Sementara untuk semua aplikasi lainnya, terdapat mode khusus yang bisa mengubah setengah bagian bawah layar sebagai touchpad plus sejumlah pintasan esensial. Jadi seolah-olah seperti sedang pakai laptop berukuran mini.

Kualitas speaker stereonya sudah cukup lantang dan jelas, terutama dari profil bodinya yang tergolong kompak. Oh ya, untuk panggilan video, Samsung berikan pintasan khusus untuk mengatur background (bisa dibuat blur maupun tampilkan warna polos), sampai mengatur kualitas suara lengkap dengan noise reduction—sangat berguna untuk meeting virtual.

Performa

Serupa dengan sang kakak, tahun ini Galaxy Z Flip4 5G hadir pada waktu yang tepat, ketika Qualcomm sudah meluncurkan cip Snapdragon 8+ Gen 1 yang lebih efisien daya serta punya suhu yang lebih dingin—faktor yang juga membuat daya tahan baterainya lebih awet, selain dari kapasitasnya yang juga membesar.

Chipset flagship tersebut dipasangkan bersama RAM 8GB (yang bisa diperluas melalui fitur RAM Plus), serta opsi penyimpanan internal hingga 512GB. Tanpa slot kartu microSD, ya, jadi pastikan kamu memilih ukuran yang sudah sesuai dengan kebutuhan. Untuk kebutuhan multitasking, tentunya sudah sangat mumpuni.

Perpindahan aplikasi bisa berjalan cepat, termasuk ketika sedang mengakses aplikasi kamera dari Cover Screen, kemudian dilanjutkan lewat layar utama. Cukup jarang terasa panas, walaupun saya tidak menggunakan case. Paling-paling hanya ketika berada dalam area dengan jaringan lemah, atau mengaktifkan hotspot saat perangkat ada di area luar siang hari.

Pada kasus tersebut, permukaan di sekitar Cover Screen bakal terasa cukup panas. Sisanya paling ketika bermain gim, sementara kalau untuk sekadar jeprat-jepret foto maupun rekam video, masih nyaman-nyaman saja. Skor Antutunya memang agak kurang, karena Samsung terapkan thermal throttling dengan intensitas lebih tinggi.

Tapi memang bisa dimaklumi, mengingat form factor perangkat yang kecil dan “terbagi menjadi dua”, sehingga sulit bagi Samsung untuk bisa berikan sistem pendingin yang sebaik varian smartphone lainnya. Toh meski begitu, performa masih terasa ngebut (kecuali gim berat dengan setting grafis rata kanan, ya).

Baterai

Salah satu peningkatan yang benar-benar saya nantikan lewat kehadiran Galaxy Z Flip4 5G adalah masa pakainya yang lebih lama. Walaupun secara fisik sedikit lebih kecil, Samsung bisa menyematkan kapasitas baterai lebih besar yakni 3,700 mAh. Dikombinasikan bersama chipset yang lebih efisien daya nan dingin, kali ini kamu bisa menggunakannya selama seharian penuh.

Di generasi sebelumnya, untuk mencapai malam hari, saya harus menonaktifkan sejumlah fitur seperti refresh rate tinggi dan AOD, sampai mengaktifkan mode hemat daya supaya tidak perlu colok charger sebelum selesai beraktivitas. Lewat Galaxy Z Flip4 5G, cukup gunakan smartphone ini sebagaimana mestinya. Bisa berikan screen on-time 3,5-4 jam, yang sudah cukup dalam sehari penuh.

Bahkan selama beberapa pekan penggunaan, saya merasa baterai Galaxy Z Flip4 5G justru lebih irit dari Galaxy S22 Series. Nah, proses isi dayanya juga kini semakin cepat, karena sudah mendukung fast charging hingga 25W. Kurang lebih membutuhkan waktu 70 menit untuk isi dari 10% sampai penuh.

Wireless charging juga bisa, dan opsi reverse wireless charging pun masih tersedia, dengan cara meletakkan smartwatch atau earphone TWS kamu ke bodi lipatan belakang Galaxy Z Flip4 5G. Walaupun ada baiknya digunakan dalam situasi darurat saja, mengingat kapasitas baterai tidak terlalu besar.

Kesimpulan

Di generasi sebelumnya, saya sangat menyukainya dengan catatan baterai yang tidak bisa diandalkan seharian penuh. Lewat Galaxy Z Flip4 5G, isu tersebut hilang. Dan ditambah dengan “bonus” lain seperti kamera lebih bagus, chipset yang sudah tidak mudah panas, serta opsi warna lebih beragam. Harganya sedikit lebih murah pula.

Walaupun Galaxy Z Fold4 5G ternyata cocok-cocok aja untuk dibawa ke acara seperti konser sekalipun, tentu Galaxy Z Flip4 5G bakal jadi opsi yang lebih praktis. Dan dengan daya tahan yang sudah diperkuat, tak perlu lagi terlalu khawatir akan durabilitasnya. Jadi angin segar dari opsi smartphone dengan form factor yang begitu-begitu saja.

Spesifikasi Samsung Galaxy Z Flip4 5G

Klik pada gambar untuk spesifikasi lebih lanjut.

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Review Samsung Galaxy Z Flip4 5G
Opsi lebih aman 4.6
Desain 4.8
Layar 4.7
Kamera 4.7
Fitur 4.5
Performa 4.5
Baterai 4.6
Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version