Gizmologi
The Bilingual Tech Media

Google Duplex Baru Saja Dirilis, Ini 4 Hal yang Wajib Kamu Tahu

Selama ini sudah banyak fitur berbasis teknologi kecerdasan atau artificial technology/AI yang kita kenal. Dengan fitur tersebut, kita bisa meminta gadget mematikan lampu atau menghidupkan radio. Tetapi Google menilai hal tersebut masih belum menyediakan percakapan menggunakan bahasa alamiah antara mesin dengan manusia. Google Duplex pun hadir dengan teknologi yang membuat manusia seperti berbicara kepada manusia lain.

Google Duplex diperkenalkan dalam ajang IO 2018 pekan lalu di California, AS. Perhelatan tersebut juga dimanfaatkan Google merangkum lalu merilis inovasi terbarunya, seperti fitur Smart Compose pada Gmail, Android P (versi upgrade dari Android Oreo) hingga Google News. Tetapi Google Duplex dinilai paling unik buat dikulik.

Dibaca sampai tuntas yuk Gizmo lovers kenapa Google Duplex ini bikin orang penasaran.

1. Apa itu Google Duplex?

Bisa dikatakan Google Duplex membawa teknologi AI yang sudah banyak kita gunakan ke level yang lebih tinggi. Hal ini sebab Google Duplex membuat interaksi dengan manusia terdengar natural melalui tugas detil yang bisa dia lakukan, lebih “akrab” ketimbang fitur AI sekarang yang masih bersifat mengikuti perintah pengguna saja secara umum.

Dalam blog AI miliknya, Google mengatakan sistem Google Duplex memang dirancang untuk membuat orang agar bisa bercakap sealamiah mungkin meski sebenarnya ia berbicara pada mesin. Dialog pun dibuat agar lebih spesifik, bukan umum, layaknya pada penggunaan fitur AI saat ini.

2. Bisa apa saja sih?

Tugas yang dilakukan oleh Google Duplex ini sangat spesifik, remeh tetapi bisa sangat membantu. Sebagai contoh, ia dapat pengguna menelepon restoran tertentu jika ada kursi yang masih tersedia pada tanggal dan waktu pengguna ingin makan di situ. Jika memang masih ada yang kosong maka Duplex bisa memesankan tempat untuk pemakainya. Kece kan?

Contoh lainnya, Google Duplex bisa membantu pemakai membuat janji dengan pihak salon sehingga tak perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk menunggu antrian. Bisa pula ia menolong pengguna untuk mengetahui informasi layanan bisnis saat liburan dimana informasi tersebut tidak ditampilkan di website mereka, tulis techradar.com.

Kira-kira seperti inilah percakapan bersama Duplex. Foto oleh stuff.tv
3. Bagaimana cara kerjanya?

Singkatnya, Duplex membantu mencarikan informasi yang tidak tersedia secara online. Lalu ia menelepon restoran, salon atau tempat lain yang dimaksud untuk memperoleh informasi yang tidak didapatkan secara online tersebut.

Teknisnya, Duplex memakai recurrent neural network atau RNN yang dibuat menggunakan TensorFlow Extended atau TFX. RNN ini memproses informasi kontekstual dan logis lalu menyesuaikannya dengan mesin pembelajaran, model bahasa dan pengenalan suara.

Saat pengguna ingin meminta sesuatu, Google Assistant akan mengalihkan permintaan tersebut ke Duplex. Jika ia bisa melakukannya maka si Duplex akan melanjutkan memproses permintaan tersebut tetapi jika tidak maka Duplex akan mengoper lagi ke Google Assistant atau operator manusia.

4. Kapan bisa menggunakannya?

Google dijadwalkan mengujicobakan Duplex versi beta publik via Google Assistant pada musim panas tahun ini atau antara Juni dan Agustus 2018.

Baca juga: Update Google Chrome 66 yang Satu Ini Bakal Bikin Pengguna Betah

Tertarik mencobanya, Gizmo lovers?

 

 

 

%d blogger menyukai ini: