Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Teknologi Tangan Prostetik Robot Bawa smartARM Kanada Juarai Imagine World Cup Finals 2018

Setelah melampaui babak mulai dari per negara hingga mengerucut ke level global, Imagine Cup World Finals 2018 akhirnya usai. Teknologi tangan prostetik robot fungsional buatan tim smartARM asal Kanada menjadi juara pertama mengalahkan 48 tim lainnya dari 33 negara, termasuk tim BeeHive Drones dari University of Manchester yang mewakili Indonesia.

Edisi ke-16 dari Imagine Cup World Finals 2018 berakhir pada Kamis, 26 Juli 2018, dengan pengumuman dari Microsoft bahwa tim smartARM Kanada berhak meraih hadiah utama berupa uang tunai US$85 ribu dan paket Microsoft Azure senilai US$50 ribu plus mengikuti sesi mentoring bareng CEO Microsoft Satya Nadella.

Untuk memenangkan Imagine Cup World Finals 2018, tim smartARM asal Kanada mengembangkan teknologi tangan prostetik robot fungsional mereka yang didukung oleh Microsoft Azure. Tangan prostetik tersebut dilengkapi dengan kamera yang ditanam di telapak tangan untuk membantu mengenali obyek dan memperkirakan kekuatan genggaman yang paling tepat untuk objek tersebut. Dengan bantuan teknologi seperti pembelajaran mesin dan computer vision, lengan ini dapat menjadi lebih fungsional karena terus belajar dan menangkap lebih banyak data.

Juara kedua Imagine Cup World Finals 2018 dimenangkan oleh tim iCry2 Talk dari Yunani, yang menciptakan teknologi yang memungkinkan orang tua untuk memahami pesan di balik tangisan bayi secara real-time.

Juara ketiga Imagine Cup World Finals 2018 dimenangkan tim asal Asia Pasifik, yakni tim Mediated Ear asal Jepang, yang menciptakan perangkat lunak untuk orang dengan gangguan pendengaran agar dapat fokus pada pembicara khusus di antara banyak percakapan melalui bantuan deep learning.

Baca juga: Teknologi Beehive Drones Menangkan Microsoft Imagine Cup 2018, Ini Inovasinya

Tahun ini, 49 tim dari 33 negara, termasuk 20 tim dari kawasan Asia Pasifik, terpilih untuk mengunjungi kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington, Amerika Serikat untuk menampilkan kecerdasan mereka dalam memaksimalkan teknologi modern untuk memecahkan beberapa tantangan-tantangan terberat di seluruh dunia.

Sebelumnya, setiap tim pelajar tersebut telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengembangkan solusi mereka, perencanaan pemasaran, serta bertanding pada Final Nasional.

Related Posts
1 daripada 6

Tim BeeHive Drones dari Universitas Manchester terpilih untuk mewakili Indonesia tahun ini. Beehive Drones Agriculture merupakan sebuah sistem drone kooperatif yang dapat diakses melalui aplikasi seluler untuk menghadirkan pertanian yang presisi bagi para petani. Sistem ini dirancang untuk melakukan analisis pertanian dan pekerjaan berbasis pertanian, serta memudahkan penggunaan drone melalui situs web atau aplikasi seluler.

Time BeeHive Drones

Meski gagal menjuarai Imagine Cup World Finals 2018, tim BeeHive Drones tetap mengaku bangga bisa mewakili Merah Putih di ajang bergengsi seperti Imagine Cup ini.

“Kami merasa bangga dan terhormat dapat mewakili Indonesia dalam final dunia Imagine Cup 2018. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada BEKRAF, Kementerian Pertanian dan Microsoft Indonesia. Rencana kami dalam waktu dekat ini adalah untuk memperkenalkan teknologi drone kami ke berbagai perkebunan dan perusahaan agrikultur,” jelas Albertus Gian, CEO BeeHive Drones.

“Namun, kami tidak ingin teknologi drone kami terbatas untuk agrikultur saja. Kami sudah terhubung dengan beberapa klien potensial di berbagai bidang, sistem pengantaran, dan sistem komunikasi,” kata Albertus.

Irving Hutagalung, Audience Evangelism Manager dan Commercial Software Engineering, Microsoft Indonesia, yang juga menjadi salah satu mentor untuk tim Indonesia menyebutkan: “Kami merasa bangga dengan BeeHive Drones yang telah mewakili Indonesia di tingkat dunia, dan berbagi ide inovatif mereka yang tentu saja akan mengubah dunia. Kami sangat menantikan bagaimana tim ini dapat mengembangkan teknologi mereka lebih jauh dan benar-benar membawa dampak bagi Indonesia.”

Dalam kompetisi Imagine Cup edisi ke 16 ini, Microsoft menambahkan tiga kategori penghargaan khusus untuk menjawab tantangan transformasi digital saat ini yaitu: Artificial Intelligence, Big Data, dan Mixed Reality. Pemenangnya adalah:

  • Artificial Intelligence: Tim Sochware dari Nepal,yang menawarkan solusi yang dirancang untuk membantu petani mengidentifikasi penyakit tanaman, menyarankan strategi mitigasi, terhubung dengan para ahli, dan diperbarui dengan temuan pertanian baru-baru ini untuk memastikan panen yang lebih sukses.
  • Big Data: Tim DrugSafe asal India,yang merupakan sistem validasi obat holistik menggunakan teknologi yang dibangun di atas big data untuk menginformasikan pengguna jika obat tertentu aman untuk digunakan.
  • Mixed Reality: Tim Pengram dari Amerika Serikatdengan platform AR/VR yang didesain bagi teknisi untuk “diteleportasi” ke dalam ruang kerja saat diperlukan.

Setiap tim di atas mendapatkan hadiah uang tunai sebesar US$15 ribu dan paket Azure senilai US$30 ribu untuk meningkatkan usaha mereka kedepannya.