Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Raksasa Telekomunikasi Korsel Akan Luncurkan Kapal Tanpa Awak untuk Keperluan SAR

Sebagai upaya mendongkrak jaringan 5G secara nasional di Korea Selatan, raksasa telekomunikasi negara tersebut, KT Corp, akan meluncurkan platform kapal tanpa awak untuk keperluan SAR atau search and rescue. Inovasi ini nantinya bakal menyediakan pusat komunikasi mobile yang juga bisa mengendalikan Unmanned Aerial Vehicle/UAV alias pesawat tanpa awak lainnya dari jarak jauh untuk operasi pencarian dan penyelamatan.

SKYSHIP, nama platform kapal udara untuk keperluan SAR ini, mencakup drone kapal udara bertenaga helium, pusat mobile di dataran sekaligus drone dan robot berukuran lebih kecil yang tersetel di dalamnya. Kapal udara ini akan membawa sebuah kapsul yang berisikan bahan pembakar, kamera, modul jaringan dan alat penindai yang bisa mendeteksi sinyal smartphone guna mengidentifikasi orang hilang, tulis dronelife.com.

“Kami akan meneruskan upaya kami sebagai “Perusahaan Rakyat” untuk membuat negara ini lebih aman dengan teknologi kami yang canggih,” kata Oh Seong-Mok, presiden bisnis jaringan KT.

Platform drone kapal udara untuk keperluan SAR. Foto oleh zdnet.com
Platform drone kapal udara untuk keperluan SAR. Foto: zdnet.com

Dalam acara media pekan lalu, Operato SKYSHIP mengolah data drone dalam kapal tanpa awak untuk keperluan SAR ini dengan rumah sakit terdekat dan mengidentifikasikan “orang yang selamat”, sembari mengarahkan menyelamatkan pekerja via kacamata augmented-reality.

“Sinyal yang dipindai oleh Skyscan, yang menggunakan alat LTE ultra kecil, bisa memeriksa adanya orang yang selamat dalam radius 50 meter, sehingga mempersempit ruang pencarian demi upaya penyelamatan yang lebih cepat,” kata Seong-Mok.

Related Posts
1 daripada 37

Ia menambahkan setelah orang yang selamat diketahui keberadaannya, SKYSHIP akan mengerahkan drone untuk mengetahui lebih lanjut lokasi pastinya.

“Kemudian robot akan diturunkan ke dataran untuk mengirimkan bantuan darurat, menyebarkan informasi ke para petugas penyelamat lalu melakukan pertolongan pertama hingga tim lainnya datang,” ucapnya tentang kapal udara untuk keperluan SAR ini.

Untuk mengembangkan kapal udara untuk keperluan SAR ini, KT berkolaborasi dengan perusahaan drone asal Korea, yakni Metismake Inc, guna memperbaharui Skyship 2 teranyarnya, versi lebih lanjut dari Skyship pertama yang dirilis tahun lalu. Drone ini bisa terbang hingga enam jam dengan kecepatan maksimum 80 km per jam, mampu menahan angin berkecepatan 13 meter per detik dan membawa beban, yang dapat terdiri dari orang dan kargo, hingga lima kilogram.

Baca juga: Perusahaan Swiss Kembangkan Aplikasi Drone untuk Inspeksi Menara

“Konektivitas hiper 5G dan waktu latensi yang sangat rendah akan memungkinkan kru pencarian dan penyelamatan bekerja lebih efisien. Sebagai contoh, rekaman video 4K UHD yang difilmkan oleh drone dan robot Skyship, dan mentransmisikannya melalui jaringan 5G, bisa membuat analisis skenario bencana yang lebih akurat. 5G juga bisa meningkatkan kendali dan perintah di waktu riil berbarengan dengan layanan terapan lainnya,” demikian bunyi memo dari KT.

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: