Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Peluang dan Tantangan Machine Learning di Tahun 2018

Pembelajaran mesin atau lebih populer dengan sebutan machine learning digadang-gadang bakal menjadi tren teknologi terpenting setelah inovasi internet. Bahkan di tahun 2018 ini, keberadaannya semakin penting.

Menurut Oracle, teknologi cloud yang semakin matang menjadi alasan mengapa 2018 menjadi tahun yang tepat untuk machine learning.  Karena cloud adalah bagian penting dari semua strategi IT bisnis, mendorong transformasi digital dan kemampuan untuk mengeksploitasi nilai sebuah data.

Chris Chelliah, Group Vice President and Chief Architect, Core Technology and Cloud, Oracle Asia Pacific, mengatakan pengadopsian machine learning akan lebih efektif jika tumbuh bersama dengan integrasi aplikasi, platform dan infrastruktur cloud.

“Integrasi yang mulus ini akan membuka akses machine learning ke kolam data yang lebih luas, menyingkirkan silos, dan menggambar data dari seluruh perusahaan serta jaringannya,” ujar Chris.

Ia beralasan, menerapkan pembelajaran mesin ini dengan diam-diam, sama seperti menanam tanaman di dalam gelap. Algoritma yang menjalankan machine learning membutuhkan data sebanyak mungkin, dari dari sumber sebanyak mungkin. Semakin banyak data yang diolah, semakin cerdas teknologi itu, sehingga keputusan yang diambil pun lebih baik lagi.

Jika big data menjanjikan banyak hal di dalam transformasi digital, dan cloud menyediakan fondasi untuk transformasi digital, maka machine learning merupakan alat pertama untuk membuat semua itu berskala. Pemanfaatannya bahkan disebut akan mengubah cara penggunanya dalam hidup dan bekerja. Di mana dampaknya lebih besar dibanding teknologi apa pun setelah internet.

Keuntungan Menggunakan Machine Learning

Menurut Oracle, saat ini kita berada di era revolusi data. Seiring waktu berjalan, beberapa peranan akan berubah. Tapi kemajuan ini juga membawa lapangan pekerjaan baru, model bisnis baru, dan industri baru. Bukannya membuat terkucil, machine learning disebut akan memudahkan manusia dan menjadikan kita lebih efektif.

Tanpa disadari, sekarang ini sebenarnya machine learning sudah ada di kehidupan sehari-hari. Seperti pada perangkat lunak di smartphone, di mobil dan rumah pintar, serta di tempat kerja. Perangkat lunak ini membantu mengakses informasi dan menghasilkan keputusan yang lebih baik serta terinformasi, bahkan lebih cepat.

Machine learning mengubah dunia sekitar secara signifikan. Kemampuan untuk mengurangi waktu dan meningkatkan keefektifan keputusan, itulah yang menjadikannya sebagai teknologi penentu.

Perusahaan yang memanfaatkan kekuatan machine learning diklaim akan maju dengan pesat. Karena mereka mampu mengambil keputusan yang lebih cepat dan efisien. Kuncinya adalah dengan menggunakan aplikasi machine learning yang memberikan nilai strategis jangka panjang, yang mentransformasi proses fungsional atau kritikal di dalam bisnis.

Keuntungan dari inovasi teknologi ini adalah bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal tanpa batas. Teknologi baru ini mampu melakukan analisa dan menarik pemahaman data dengan cepat. Contohnya, saat ada nilai untuk mengidentifikasi tren atau anomali di banyak data, machine learning bisa memberikan efek transformatif, dari riset klinis hingga compliance dan keamanan.

Bahkan sekarang, pembelajaran mesin ini telah mendorong pemanfaatan di bagian pelayanan pelanggan atau customer service. Di hampir semua industri yang berhadapan langsung dengan pelanggan, banyak pertanyaan yang mudah diprediksi atau ditanggapi dengan menggunakan chatbot.

Related Posts
1 daripada 13

Beberapa perusahaan seperti Telkomsel, Microsoft dan lainnya memanfaatkan chatbot untuk merespon pelanggan secara akurat. Chatbot dapat mengurangi waktu menunggu dan rasa frustasi pelanggan, dan menjadikan bisnis lebih efisien. Teknologi ini juga memberikan kesempatan bagian pelayanan pelanggan untuk menangani keluhan lain yang lebih unik dan memang membutuhkan campur tangan manusia.

Baca:

Tantangan Machine learning

ransomware WannaCryOracle bersikukuh machine learning tidak akan menggantikan manusia, tapi bisa membantu manusia bekerja lebih baik. Tidak akan membuat terkucil, tetapi memudahkan manusia dan menjadikan lebih efektif. Sebaliknya risiko dari machine learning adalah jika kita mengacuhkan teknologi ini.

Wajar saja Oracle ataupun perusahaan lainnya beranggapan demikian. Karena mereka adalah perusahaan pengembang teknologi. Karena dengan semakin banyak yang memanfaatkan teknologi ini, akan semakin laku juga solusi atau produk yang dijualnya. Sehingga roda perusahaan terus berputar mengalirkan pundi-pundi pemasukan.

Kendati perusahaan teknologi menganggap machine learning tidak akan menggantikan manusia, namun fakta di lapangan, sudah banyak pabrik yang “mempekerjakan” robot.  Karena mesin – baik itu perangkat keras maupun perangkat lunak – cenderung lebih presisi. Pekerjaan berulang minim kesalahan. Memilah kualitas produk pun bisa dilakukan mesin.

Hampir semua lini industri memungkinkan penggunaan mesin, dari sederhana sampai cerdas, untuk pekerjaan yang sebelumnya dipegang manusia. Hal inilah yang membuat manusia musti berhati-hati karena lapangan pekerjaan yang konvensional mungkin akan semakin mengecil. Namun bisa saja muncul berbagai jenis lapangan pekerjaan baru. Sehingga mau tidak mau, kita harus terus belajar agar lebih pintar dari mesin.

“Kreativitas manusia tak akan benar-benar terkejar teknologi. Jadi, kemajuan teknologi ini semestinya (hanya) membuat manusia makin kreatif, tak lagi semata mengerjakan pekerjaan rutin,” ujar VP of Machine Learning Amazon Web Services ( AWS) Swami Sivasubramanian seperti dilansir dari Kompas.com.

Area kerja manusia yang tak akan pernah bisa digantikan mesin adalah yang berkaitan dengan kreativitas dan hal-hal manusiawi. Seperti soal intuisi, kurasi, pemilahan ide, etika, empati, dan emosi.

Di sisi lain, yang menjadi tantangan dari pembelajaran mesin ini adalah terkait keamanan data. Kemajuan Internet of Things, hingga pengembangan machine learning dan deep learning, berarti konsumen akan mengalami peningkatan konektivitas di seluruh perangkat, gadget dan mesin. Dengan semua perangkat yang salin terkoneksi seperti ini, bakal muncul pula potensi baru dari risiko-risiko keamanan.

Para hacker bisa saja memanfaatkannya untuk melakukan berbagai aksi kejahatan. Kendati di sisi lain, bisa juga untuk membantu perusahaan dalam menangkal cyber crime. Berbagai hal ini tentu bakal menjadi pertimbangan ketika akan mengadopsi machine learning.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: