Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Truk Swakemudi Suning Logistics Lolos Tes Uji Coba

Setelah era mobil tanpa awak alias self-driving car  mulai populer, truk swakemudi (self-driving truck) tidak mau ketinggalan. Suning Logistics Group, perusahaan asal Tiongkok, baru-baru ini merampungkan uji coba truk otonom berbobot berat bernama “Strolling Dragon” di Shanghai.

Truk swakemudi Stroling Dragon ini merupakan truk tanpa awak terbesar dalam armada otomatis milik Suning. Ia mempunyai kemampuan swakemudi Level 4, yang artinya sangat otomatis, tanpa kendali manusia sekalipun dengan parameter yang bersifat pre-programmed.

Truk swakemudi ini dibekali dengan teknologi kecerdasan buatan atau AI yang canggih, deep-learning dan perangkat berteknologi tinggi, seperti laser radar.

Strolling Dragon memiliki visi manusia super sehingga bisa secara akurat mengenali sejumlah rintangan dalam jarak 300 meter lebih, bahkan ketika menempuh kecepatan tinggi. Selain itu, truk swakemudi ini dapat berhenti secara darurat atau menghindari hambatan dengan waktu respons 25 ms, mendukung kemudi otomatis bahkan pada kecepatan 80 km/jam.

“Keberhasilan uji coba swakemudi Strolling Dragon menjadi terobosan bagi Suning, dan menjadi langkah maju selanjutnya dalam strategi Online-to-Offline (O2O) smart retail,” ujar Zhang Jindong, Chairman, Suning Holdings Group.

Pengiriman logistik global kini diminta lebih cepat mengirimkan barang. Foto oleh aircargonews.net

“Harapan akan solusi otomatis tak hanya meningkatkan efisiensi operasional dalam bisnis logistik Suning, namun juga menguntungkan industri serta konsumen,” kata Zhang.

Related Posts
1 daripada 53

Truk swakemudi Strolling Dragon menjadi bagian dari strategi Suning dalam menyediakan solusi logistik yang sepenuhnya otomatis, didukung oleh AI. Sebelumnya, perusahaan ini melansir sejumlah gudang untuk Automated Guided Vehicles (AGV), dalam rangka menyambut festival belanja “11/11”, atau “Hari Lajang” pada 2017. Hal ini menghadirkan solusi “barang-menuju-orang” ketimbang model “manusia-menuju-barang”. Hasilnya, waktu yang dihabiskan untuk memilih barang dari rak selama proses pengantaran barang, telah dipangkas 10 detik – lima kali lebih efisien dari pekerjaan manual.

Pada April, Suning Logistics menjalankan robot pengiriman barang otonom “Biu”, yang bisa bekerja sepanjang waktu untuk mengantarkan barang ke konsumen. Dengan perluasan jaringan gudang yang memakai robot serta jaringan pengiriman dengan drone yang mulai berjalan seperti biasa, Suning Logistics membangun rantai logistik yang semakin otomatis.

Raksasa otomotif dunia termasuk Daimler dan Tesla tengah memprakarsai truk swakemudi. Dibandingkan mobil otomatis, truk swakemudi Suning lebih dekat ke tahap komersialisasi. Pasalnya, kondisi operasional truk tidak terlalu rumit, mengingat truk pengiriman barang kebanyakan menghabiskan waktu di jalan raya.

Truk swakemudi ini dibuat untuk membantu kerja sekitar 100 ribu supir Suning di masa depan mengingat pengemudi mempunyai tugas yang berat dan melelahkan tiap kali menempuh perjalanan jauh. Risiko kecelakaan pun sering mereka alami.

Penggunaan teknologi AI pada truk swakemudi dapat mengurangi biaya logistik yang ditanggung oleh perusahaan logistik. Mereka semakin sulit mencari pengemudi untuk jarak tempuh yang panjang dalam masyarakat Tiongkok yang usianya tengah menua.

Baca juga: Inovasi di Balik Teknologi Fotografi Smartphone ‘5x Dual-Camera Zoom’

Hingga saat ini, meski aturan dan perundang-undangan di Tiongkok masih melarang kendaraan swakemudi di jalan umum, truk swakemudi kemungkinan mendapat izin pertama sejalan dengan kemajuan teknologi dan langkah pemerintah untuk membenahi aturan demi menampung sejumlah inovasi.