Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Mengenal Teknologi di Balik TV QLED 8K

Di ajang Samsung Forum 2019 yang diadakan pekan lalu di Singapura, Samsung memperkenalkan tren televisi beralih ke resolusi 8K. TV QLED 8K yang tentunya memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan teknologi yang ada saat ini beredar seperti Full HD dan 4K UHD.

Penggunaan TV tak lagi sebatas menonton TV tapi juga berbagai kebutuhan lain, seperti menjelajahi situs web dan mengakses komputer kantor. Pengendalian televisi kini dilakukan menggunakan asisten digital berbasis suara seperti Bixby, Alexa dan Google Assistant. Interaksi jarak jauh melalui suara bisa dilakukan berkat keberadaan mikrofon di TV.

Semakin besar ukuran panel, resolusi tampilan pun semakin ditingkatkan menjadi 4K atau UHD, nantinya resolusi 8K juga banyak di pasaran. Beberapa perusahaan yakin resolusi 8K secara bertahap akan diadopsi pada layar yang lebih besar menggantikan resolusi 4K.

Transisi dari 4K ke 8K tersebut layaknya transisi dari FHD ke 4K yang dipicu pembuat panel. Keberhasilan transisi harus didukung ekosistem, termasuk kemampuan memproduksi dan mendistribusikan konten 8K. Ekosistem 8K masih jarang, sehingga dibutuhkan peningkatan resolusi (up scaling) di TV untuk memberi tampilan gambar 8K yang indah.

Peningkatan akurasi bergantung pada kualitas dan resolusi konten, serta peningkatan kualitas algoritma. Nah, TV 8K Samsung merupakan salah satu TV dengan algoritma canggih. Stasiun TV NHK di Jepang pun berjanji untuk menyiarkan Olimpiade Musim Panas yang digelar di Tokyo tahun 2020 dalam format 8K.

Kelebihan TV QLED 8K
Kelebihan TV QLED 8K

Kelebihan TV QLED 8K

Kemampuan High Dynamic Range (HDR) mempengaruhi jangkauan pencahayaan dan warna yang lebih luas. Jadi transisi TV HDR 4K ke TV HDR 8K akan meningkatkan piksel empat kali lebih banyak, sehingga tampilan lebih nyata. Pada ukuran layar yang sama-sama 85 inci, TV 4K memiliki kerapatan piksel 52 ppi, sementara TV 8K memiliki 104 ppi. Dengan demikian TV 8K mempunyai detail lebih halus, sehingga terasa lebih nyata. Ketika menonton dengan jarak lebih dekat dengan TV, titik nyaman zona tontonan pun lebih luas karena piksel tidak terlihat.


Ketajaman hyperacuity atau kemampuan membedakan ketidaksejajaran antara garis manusia dapat melihat detail halus walau jarak pandang jauh. Jadi ketika gambar 4K dan 8K ditampilkan pada ukuran dan jarak yang sama, perbedaan ketajamannya dapat terlihat, bahkan dalam jarak 2,4-3 meter. Ini disebabkan jarak piksel TV 8K yang setengah kali jarak piksel TV 4K yang mengurangi tangga loncatan. Otak pun memproses data yang dikirim mata, pengurangan tangga loncatan pun diperkuat dan mengisi setiap detail yang hilang. Jika input resolusi lebih rendah, tentu saja otak harus bekerja lebih keras.

Fitur HDR10+ dan Dolby Vision mendukung kualitas gambar dengan menyesuaikan kurva perceptual quantiser (PQ) pada adegan demi adegan dalam konten. Harga televisi berukuran besar kini semakin turun karena investasi industri layar panel dalam kapasitas produksi. Semakin besar lembaran kaca, maka semakin efisien dan hemat biaya produksinya. Generasi fab yang baru, yaitu G8, G10, G10.5 dan G10 dioptimalkan untuk membuat panel lebih besar dari lembaran kaca awal. Pada G8, fab diotimalkan untuk panel 55 inci, sementara G10, G10.5 dan G11 dioptimalkan untuk panel 65 dan 75 inci.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More