Jakarta, Gizmologi – Meski terus memicu pro-kontra, aset kripto kini menjadi alternatif investasi yang kian digemari. Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya dikenal dengan volatilitas harganya. Namun ada jenis aset kripto yang stabil dengan nilai yang setara dengan fiat atau mata uang, yaitu stablecoin.
Baca juga: Kontroversi OJK Larang Fasilitasi Kripto, Ini Respon Pengamat
Aset kripto stablecoin tersebut dirancang memiliki nilai mengacu pada aset komoditas tertentu. Dinamakan stablecoin karena memang pergerakan harganya yang stabil, mengikuti mata uang fiat maupun emas. Bandingkan dengan aset kripto pada umumnya seperti Bitcoin (BTC), Ethereum, Binance, dan lainnya.
Pergerakan harga aset kripto pada umumnya memang sangat volatil, cepat berubah naik turunnya. BTC sebagai koin pertama dan kapitalisasi pasar terbesar, dalam 3 bulan terakhir harganya sempat menyentuh Rp933 juta pada pertengahan November yang lalu. Kemudian terjun bebas hingga menyentuh Rp480 juta pada 24 Desember 2021. Hari ini (10/02) harganya di kisaran Rp640 juta. Nah, inilah membedakan dengan stablecoin.
Apa itu Stablecoin dan kelebihannya?
Bagi Gizmo friends yang masih belum familiar, stablecoin adalah aset crypto yang secara khusus dirancang untuk memiliki nilai yang sama dengan aset tertentu contohnya mata uang dolar AS, atau komoditas lain seperti emas. Secara sederhana, stablecoin sebagai mata uang digital yang menjembatani aset kripto dengan komoditas tertentu. Sehingga dapat menawarkan harga yang relatif stabil karena didukung dengan aset cadangan.
Stablecoin memiliki berbagai keunggulan. Di antaranya memungkinkan pemiliknya untuk dapat melakukan transfer aset crypto dengan murah dan cepat ke seluruh dunia layaknya aset crypto lainnya. Harganya yang stabil juga relatif cocok bagi para pemula yang baru terjun ke dunia kripto.
Koin stabil ini pada dasarnya menggabungkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki aset crypto dan mata uang fiat atau aset asli dengan pemrosesan transaksi yang cepat serta menjaga keamanan atau privasi yang dimiliki aset crypto, dan nilai yang dimiliki mata uang fiat atau aset asli.
Ada dua stable coin yang paling terkenal karena masuk dalam lima besar aset kripto yaitu USDT (Tether) dan USDC (USD Coin). Hal ini ditegaskan pula oleh Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin yang mengatakan dalam dunia kripto terdapat dua stablecoin yang bisa disebut sebagai pionir yaitu Tether dan USDC.
“Tether atau USDT sendiri adalah salah satu pionir stablecoin yang diluncurkan pada tahun 2014. Setiap USDT yang dirilis akan dijamin dengan jumlah reserve dolar AS yang sama. Saat ini, USDT adalah salah satu stablecoin paling populer berdasarkan kapitalisasi pasar. Sedangkan untuk USDC diluncurkan pada tahun 2018 merupakan stablecoin yang dikelola bersama oleh perusahaan cryptocurrency Circle dan Coinbase. Nilai USDC sebanding 1:1 dengan dolar AS dan merupakan stablecoin terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar,” ujar Timo.
Ia menambahkan, untuk pemula yang ingin memulai berinvestasi pada aset crypto, stable coin bisa menjadi langkah awal berinvestasi. “Bagi pemula yang masih dalam proses pengenalan di dunia cryptocurrency, stablecoin seperti USDT atau USDC bisa menjadi pilihan yang memiliki resiko volatilitas lebih kecil, sambil membekali diri dengan informasi lebih banyak lagi tentang berbagai project-project crypto yang ingin diinvestasikan,” imbuhnya.
Investasi USDT & USDC di Pintu Earn
Nilai stablecoin akan tetap jika hanya disimpan saja. Namun token ini juga bisa berkembang nilainya jika diinvestasikan. Ada sejumlah platform kripto yang menyediakan jasa investasi, salah satunya di aplikasi Pintu. Startup bursa kripto yang baru saja merilis token native PTU tersebut berupaya menambah utilitasnya dengan fitur investasi yang diberi nama Pintu Earn.
“Investor bisa memanfaatkan fitur Pintu Earn yang akan memberikan bonus bunga setiap jamnya terhadap stablecoin yang disimpan. Jadi aset cryptonya tetap bekerja dan memberikan nilai tambah,” ujar Timo.
Melalui fitur ini pengguna PINTU bisa mendapatkan bonus bunga hingga 4% APY (Annual Percentage Yield) yang dibayarkan setiap jam cukup dengan menyimpan aset crypto di dompet Earn. Selain memberikan bunga, Pintu Earn memberikan fleksibilitas bagi pengguna. Pengguna PINTU dapat melakukan penarikan saldo dari dompet Earn untuk kebutuhan trading kapan saja saat dibutuhkan. Untuk penyimpanan, top up dan penarikan saldo dari Pintu Earn tidak dikenakan biaya tambahan.
“Saat ini Pintu Earn telah didukung oleh pilihan enam token, di antaranya Bitcoin, Ethereum, Doge, BNB, USDT, dan USDC. Dengan adanya Pintu Earn, investor juga bisa menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau berinvestasi rutin dalam jumlah yang sama secara berkala. Fitur ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh investor untuk mengelola asetnya lebih baik namun juga mengedepankan kemudahannya,” tutup Timo.
Langkah-langkah Investasi di Pintu Earn
Salah satu kelebihan utama Pintu Earn adalah bunga akan dibayarkan tiap jam dan bisa cek nilainya secara mudah melalui dompet. Selain itu, saldo di Pintu Earn bisa top-up dan tarik kapan saja untuk kebutuhan trading. Berikut ini cara melakukan investasi koin di Pintu Earn:
Cara Top-Up Saldo Earn:
- Pada halaman utama aplikasi Pintu, tap menu “Earn“
- Pilih aset crypto yang ingin kamu simpan dalam Pintu Earn
- Untuk menambahkan saldo pada Pintu Earn, tap “Top-Up Saldo Earn“
- Masukan jumlah saldo yang ingin dimasukan ke Pintu Earn. Tap tombol “Lanjutkan“
Selamat, kamu sudah berhasil melakukan Top-Up Earn!
Cara Cek Saldo dan Bunga Earn:
- Saldo yang ditambahkan akan bisa terlihat di menu “Saldo Earn“
- Pada tab “Bunga“, pengguna bisa melihat Bunga Earn yang diperoleh setiap jamnya dari aset. Selain itu, total Bunga Earn yang diperoleh selama ini bisa dicek pada menu “Total Bunga Diperoleh“
- Pada tab “In & Out“, kamu bisa mengecek riwayat transaksi Earn kamu selama ini.
Cara Tarik Saldo dan Bunga Earn:
- Untuk mengeluarkan saldo dari Pintu Earn, tap tombol “Tarik“
- Masukan jumlah saldo yang ingin kamu keluarkan dari Pintu Earn. Tap tombol “Lanjutkan“
- Proses penarikan kamu telah diproses.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

