Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Social Media Jadi Penyulut Sumbu Perpecahan, Gerakan #BijakBersosmed Digaungkan

Ide gerakan ini hadir karena adanya kegemesan tersendiri setiap dia membuka timeline social media.

Belakangan ini timeline social media seperti Facebook dan Twitter mirip sumbu kompor yang siap membakar perasaan siapa saja yang membacanya. Itulah sebabnya, inisiasi gerakan #BijakBersosmed mulai digencarkan sebagai upaya membuat social media asyik lagi seperti dulu kala.

Bukan cuma kamu aja yang gregetan sama postingan social media belakangan ini, Gizmolovers, Enda Nasution, tokoh blogger di Indonesia juga merasakan hal yang sama. Menurutnya, ide gerakan #BijakBersosmed hadir karena adanya kegemesan tersendiri setiap dia membuka timeline social media.

“Dari dulu itu social media seru dan menyenangkan, sekarang bikin capek bacanya. Semua seperti saling serang dan menjelekkan,” ujarnya dalam acara peresmian gerakan ini di Auditorium Indosat Ooredoo, Jakarta, Sabtu (26/8/2017).

Dengan nada prihatin, Enda mengungkapkan bahwa fenomena social media yang “memanas” ini muncul di tahun 2014 ketika era Pemilihan Presiden (Pilpres) berlangsung. Sejak itu, social media dijadikan bahan untuk kampanye pihak yang berkepentingan karena sifatnya mudah, mudah, dan cepat.

“Ketika social media digunakan buat kampanye, mulai ada fabrikasi foto-foto yang diedit dan penyebaran hoax. Efeknya muncul fenomena unfriend, left group, dan semuanya tidak selesai sampai sekarang. Masih ada yang baper,” tukasnya.

Related Posts
1 daripada 264

Enda berpendapat, jika hal tersebut dibiarkan tentunya akan meningkatkan perpecahan, mengingat di tahun-tahun mendatang akan ada hajat demokrasi seperti Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Tentu bukan sebuah kemustahilan jika nanti social media akan kembali jadi lahan unjuk kekuatan dalam penyebaran propaganda yang berujung terjadinya perpecahan.

“Tahun -tahun medatang tentunya social media akan jadi lebih sengit lagi. Makanya gerakan ini diluncurkan agar orang lebih bijak dalam menggunakan jarinya ketika posting sesuatu di social media,” tandasnya.

Sekedar informasi, peresmian gerakan #BijakBersosmed dihadiri oleh para penggiat social media dan komunitas yang didorong untuk bersama-sama memberikan masukan dan saran mengenai kegiatan tersebut di kemudian hari. Rencananya, gerakan ini akan merasuk ke berbagai daerah dalam berupa roadshow dan workshop di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Lalu kenapa digelar di Auditorium Indosat Ooredoo? Ini juga bukan sebuah kebetulan. Pasalnya, operator telekomunikasi tersebut merupakan pendukung penuh dari gerakan #BijakBersosmed. Dalam sambutannya, Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, Ripy Mangkoesoebroto mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin dengan memanasnya tensi postingan di social media.

“Kami ingin social media mnejadi tempat untuk menyampaikan informasi yang baik dan benar, melahirkan inovasi baru, dan bertukar gagasan, bukan saling mengejek dan menyinyir. Kita perlu saling menghargai perbedaan pendapat di sini,” ujarnya.

Nah, jika kamu tertarik untuk berkontribusi dalam gerakan ini, kunjungi aja website BijakBersosmed.id, di mana akan ada informasi mengenai menggunakan social media secara bijak. Bahkan, kamu juga bisa berikrar secara online lho, Gizmolovers!

Get real time updates directly on you device, subscribe now.