Gizmologi
The Bilingual Tech Media

Ini Alasan Selebgram Lebih Digandrungi Brand Ketimbang Artis

Sebanyak 59% marketer menyatakan tipe influencer yang paling sering mereka ajak kerjasama untuk endorse adalah ‘selebriti internet’ baik itu selebgram maupun youtuber.

Kamu punya follower Instagram yang bejibun dengan reaksi komentar dan like yang ramai? Berbahagialah karena pundi-pundi penghasilan di depan mata. Karena selebritis Instagram atau lebih populer dengan sebutan selebgram tengah digandrungi oleh para marketer untuk mempromosikan produk dari brand perusahaannya dibanding para artis.

Faktar tersebut berdasarkan riset yang dilakukan SociaBuzz di awal tahun 2018 ini pada laporan bertajuk “The State of Influencer Marketing 2018 in Indonesia: Kupas Tuntas Tren Pemasaran “Endorse”. Perusahaan management endorse ini melakukan survei ke berbagai marketer terkait tren pemasaran endorse yang semakin marak digunakan untuk mempromosikan produk.

Nah, dalam laporan ini terdapat salah satu temuan yang menyatakan bahwa para marketer lebih memilih ‘selebriti internet’ ketimbang artis untuk bekerjasama dalam mempromosikan produk. “Ketenaran seseorang bukan lagi menjadi hal utama yang dipertimbangkan marketer saat memilih sosok untuk mempromosikan produknya, seperti yang umum dilakukan di era sebelum adanya media sosial,” ujar Rade Tampubolon, CEO & Co-Founder SociaBuzz.com, dalam siaran pers yang diterima Gizmologi (11/2/2018).

Ilustrasi para selebgram yang menjadi influencer produk

Ia mengungkapkan, sebanyak 59% marketer menyatakan tipe influencer yang paling sering mereka ajak kerjasama untuk endorse adalah ‘selebriti internet’ baik itu selebgram maupun youtuber, dan hanya 22% yang menyatakan paling sering bekerjasama dengan artis.

Salah satu hal yang mendasari perilaku tersebut adalah temuan lainnya yang menyatakan bahwa yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih influencer adalah engagement rate (tingkat keterlibatan dan interaksi followers) dan karakteristik atau gaya hidup influencer.

“Sekarang marketer bisa memilih influencer dengan karakteristik dan keunikan tertentu sesuai dengan strategi komunikasi dan pemasaran yang ingin dijalankan,” ujar pria yang sebelumnya telah berkecimpung puluhan tahun sebagai digital marketing  & brand management di sejumlah perusahaan ini.

Baca jugaBosan dengan Tingkah Narsis Manusia? Ini Deretan Akun Binatang yang Menjadi Seleb Instagram

Dari beberapa layanan media sosial yang tersedia, hasil riset juga menyatakan 98% marketer melakukan endorse melalui influencer di Instagram dengan tujuan untuk meningkatkan awareness terhadap produk mereka. Para marketer juga berencana untuk meningkatkan anggaran khusus pemasaran menggunakan influencer di tahun ini karena dianggap efektif.

Menurut Rade, pemasaran menggunakan influencer seperti selebgram memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan cara pemasaran lainnya, dikarenakan promosi dilakukan oleh orang-orang yang dipercaya dan disukai oleh para pengikutnya.

Untuk mengetahui lebih rinci mengenai hasil riset  “The State of Influencer Marketing 2018 in Indonesia”, silahkan baca selengkapnya di bawah ini:

[embeddoc url=”https://gizmologi.id/wp-content/uploads/2018/02/The-State-of-Influencer-Marketing-2018-in-Indonesia-Kupas-Tuntas-Tren-Pemasaran-Endorse.pdf” download=”none”]
%d blogger menyukai ini: