Pasar ponsel di Indonesia itu seperti piramida. Pasar paling besar berada di bagian bawah yaitu kelas entry level. Tak heran jika banyak sekali produsen ponsel berlomba-lomba untuk menguasai kelas ini. Karena merupakan volume maker yang sesuai dengan daya beli kebanyakan masyarakat. Di segmen ini, ada dua produk yang tengah bertarung sengit yaitu Redmi 7 vs realme C2.
Kedua produk yang bersaing ini memiliki banyak persamaan, sehingga hubungannya terlihat unik. Redmi kini dijadikan sub-brand oleh Xiaomi agar bisa lebih besar. Begitupun dengan realme yang merupakan sub-brand dari OPPO. Bahkan dalam pengoperasiannya, realme lebih mandiri dibanding Redmi yang masih mengikut Xiaomi dalam segala hal.
Baik Redmi 7 vs realme C2, keduanya menyasar segmen yang sama yakni kelas menengah ke bawah atau entry level dengan bujet yang terbatas. Spesifikasi oke dengan harga miring menjadi jurus mereka. Bahkan keduanya pun dirilis dalam waktu yang berdekatan. Sehingga sangat menarik untuk membandingkan Redmi 7 vs realme C2.
Baca juga: Review realme C2: Jagoan Baru Smartphone Entry Level
Mari kita bahas satu-per satu, mana yang lebih unggul di setiap kategori dan siapa pememangnya dilihat secara keseluruhan.
Desain
Jika melihat ke belakang, baru terlihat perbedaan. Redmi 7 datang dengan bodi mengilap plus gradasi kombinasi dua warna. Realme C2 di satu sisi mengambil pendekatan berbeda dengan bodi matte. Memang masih satu warna saja seperti hitam atau biru, tapi terdapat terstur unik di sini. Bodi belakang realme C2 datang dengan tekstur garis-garis yang berpadu layaknya diamond. Tentunya masih menampilkan kilau jika dilihat dari sisi-sisi tertentu saat terkena cahaya.
Tidak ada materail mewah seperti metal atau kaca, maklum kelas harganya sensitif. Tapi material polikarbonat yang keduanya usung sudah terasa baik, berkualitas dan memiliki daya tahan yang baik. Hanya saja dengan bodi mengilap tentu baret tidak bisa terhindarkan di Redmi 7.
Display
Kamera
Secara umum, konfigurasi Redmi 7 vs realme C2 mirip. Di mana keduanya mampu berikan hasil foto bokeh yang baik asalkan di lingkungan dengan cahaya yang cukup. Karena keberadaan kamera kedua atau yang berfungsi untuk kedalam akan sangat membantu hasilkan potongan bokeh atau buram yang presisi.
Namun untuk fitur detail, boleh jadi realme C2 lebih unggul. Karena dilengkapi dengan mode Chroma Boost yang berbasis teknologi AI untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan scene, meningkatkan dynamic range keseluruhan foto, menajamkan detail yang lebih kaya dalam highlight dan shadows, dan memberikan eksposur yang lebih seimbang.
Bagi yang ingin selfie, realme C2 memiliki kamera depan 5 MP dengan efek bokeh yang menghadirkan foto potrait yang cemerlang. Terdapat pengenalan wajah dengan 128 titik identifikasi wajah dalam waktu 0.3 detik untuk membuka kunci ponsel (face unlock) dimungkinkan berkat bukaan lensa depan sebesar f/2.0 pada kamera depan. Sedangkan untuk Redmi 7 kamera depan punya resolusi sedikit lebih tinggi yaitu 8MP yang didukung oleh sensor gerakan tangan untuk berswafoto.
Ingin merekam video? Redmi 7 dapat melakukan perekaman hingga 1080p. Begitupun realme C2 mentok di 1080p, tapi yang menarik di sini adalah kameranya mampu melakukan perekaman video gerak lambat. Suatu fitur yang spesial, karena sangat jarang bisa ditemukan fitur seperti ini di ponsel kelas satu jutaan.
Hasil Foto
Kinerja
Realme C2 dibekali oleh chipset MediaTek Helio P22 dengan fabrikasi 12nm untuk dapur pacunya. Sedangkan Redmi 7 menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 632 yang masih fabrikasi 14nm.
Dengan teknologi fabrikasi yang lebih canggih, Helio P22 secara teori mempunyai performa optimal dan penggunaan daya lebih efisien dibandingkan generasi sebelumnya. Namun sayangnya dari sisi performa jika melihat dari hasil benchmark, Helio P22 masih belum mampu mengalahkan kinerja yang dimiliki oleh Snapdragon 632.
Kendati demikian, saya tidak terlalu merasakan perbedaan performa yang terlalu signifikan dari keduanya saat digunakan pada aktivitas normal sehari-hari. Untuk menjalankan aplikasi umum seperti media sosial, chatting dan lainnya sangat lancar. Begitupun saat dipakai untuk bermain game. Ya walaupun tidak bisa ngebut dan semulus yang prosesor kelas atas, tetapi masih nyaman dipakai. Terlebih jika mengingat ini adalah ponsel entry level.
Tapi ada satu hal yang menarik, yakni ketika bermain game Mobile Legends, realme C2 sudah mendukung fitur High Frame Rate sedangkan Redmi 7 belum bisa mengaktifkannya. Fitur ini akan membuat realme C2 mampu menjalankan game dengan maksimal 60 FPS sehingga animasi akan menjadi lebih mulus. Walaupun ketika dicoba, realme C2 hanya mampu menjalankan Mobile Legend hingga 45 FPS.
Pada varian yang dipasarkan di Indonesia, terdapat 2 pilihan kapasitas penyimpanan untuk realme C2 yaitu 2GB+16GB dan 3GB+32GB. Senada dengan kompetitornya, Redmi 7 juga memiliki dua varian yaitu versi 2GB + 16GB dan 3GB + 32GB. Untuk menambah ruang penyimpanan, disediakan slot micro SD. Bisa dibilang, kedua ponsel ini terlihat identik.
Baterai
Realme C2 menggunakan baterai besar berkapasitas 4.000 mAh yang dapat bertahan seharian dalam pemakaian normal. Baterai ini diperkuat dengan teknologi MediaTek CorePilot yaitu sebuah prosesor efisien 12nm menyeimbangkan beban kerja prosesor dengan mudah. Secara umum, proses manajemen daya di realme C2 terbilang sangat baik.
Di sisi lain, Redmi 7 juga menggunakan baterai berkapasitas 4.000 mAh. Dengan kapasitas baterai yang sama, Redmi 7 seharusnya dapat bertahan juga selama sehari.
Kesimpulan
Sebagai informasi, Redmi 7 dijual dengan harga mulai dari Rp1,599 juta untuk konfigurasi 2GB+16GB. Realme C2 dengan konfigurasi yang sama dijual di angka yang lebih rendah yaitu Rp1,499 juta. Jika kapasitas memori keduanya dirasa kurang cukup, keduanya juga menyajikan opsi lain dengan kapasitas memori 3GB+32GB dimana Redmi 7 dijual Rp 1.899.000 sedangkan realme C2 Rp 1.699.000.
Perlu diketahui, bahwa kelas entry level ini sangat sensitif dengan harga. Beda Rp100 ribu saja pilihan bisa berubah. Dari soal harga saja, sudah jelas realme C2 keluar sebagai pemenangnya. Di sisi lain, Redmi lebih kuat popularitasnya karena terlalu kental sebagai produk Xiaomi. Sementara realme yang merupakan bagian dari nama besar OPPO lebih unggul dalam kualitas produk maupun after sales service di Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

