Anthropic Terapkan Watermark Tak Terlihat pada Teks Buatan Claude

By
Christopher Louis - Tech Journalist
3 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Anthropic mulai menerapkan watermark tak terlihat pada teks yang dihasilkan model Claude. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap EU Code of Practice on Transparency of AI-Generated Content, yang mulai berlaku pada 2 Agustus. Berbeda dari watermark visual pada gambar, penanda pada teks dirancang agar tidak terlihat oleh manusia, tetapi tetap dapat dibaca oleh sistem tertentu untuk membantu mengidentifikasi konten yang dibuat AI.

Anthropic menjelaskan bahwa watermark tersebut ditanam langsung ke dalam teks ketika model Claude menghasilkan respons. Penanda ini tidak mengubah makna, kualitas, maupun keterbacaan teks. Menariknya, watermark juga dirancang tetap bertahan ketika teks disalin dan ditempel ke tempat lain, bahkan setelah mengalami penyuntingan ringan.

Meski demikian, teknologi tersebut bukan berarti sepenuhnya tidak bisa dihilangkan. Anthropic menyebut watermark dapat kehilangan efektivitas jika teks terlalu pendek atau melalui proses penyuntingan yang lebih intensif. Perusahaan juga sedang mengembangkan perangkat untuk membantu pengguna mendeteksi keberadaan watermark tersebut dan berencana memperkenalkannya dalam waktu mendatang.

Baca Juga: Kaspersky: AI dan Keahlian Manusia Jadi Kunci Hadapi Ancaman Siber

Berlaku di Berbagai Layanan Claude

Seluruh model Claude yang diluncurkan di Uni Eropa sejak 2 Agustus secara otomatis menerapkan watermark pada teks. Sistem ini bekerja pada level model sehingga penerapannya tidak bergantung pada layanan yang digunakan pengguna, termasuk Claude API, Claude Code, Cowork, maupun Tag.

Penerapan tersebut juga tidak terbatas pada penyedia infrastruktur tertentu. Anthropic mengatakan sistem watermark tetap bekerja ketika Claude digunakan melalui AWS, Google Cloud, maupun Microsoft Foundry. Perusahaan juga tengah mengerjakan penerapan teknologi serupa pada model Claude yang lebih lama dan berencana memperluasnya secara global, tidak hanya di Uni Eropa.

Bahkan Teks yang Hanya Diedit Claude Ikut Ditandai

Anthropic juga mengambil pendekatan yang lebih luas dibandingkan ketentuan dalam EU Code of Practice. Watermark akan diterapkan pada seluruh teks yang keluar dari model Claude, termasuk ketika AI hanya digunakan untuk menerjemahkan, merangkum, memformat, atau mengoreksi tulisan yang sebelumnya dibuat manusia.

Menurut Anthropic, aturan Uni Eropa sebenarnya memberikan pengecualian untuk fungsi bantuan penyuntingan standar selama sistem tidak mengubah data input atau maknanya secara substansial. Namun, perusahaan memilih tetap menerapkan watermark pada kategori tersebut sebagai langkah pencegahan.

Selain teks, Anthropic juga membahas konten gambar. Alih-alih mengandalkan watermark visual yang relatif mudah dihapus, gambar berformat JPG, PNG, dan SVG akan menggunakan metadata provenance berdasarkan standar terbuka Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA).

Penerapan watermark ini pada akhirnya tidak hanya ditujukan untuk membantu konsumen mengenali konten buatan AI. Anthropic juga menilai transparansi tersebut dapat membantu perusahaan AI menghadapi semakin banyaknya konten sintetis di internet, termasuk kemungkinan model AI dilatih menggunakan teks yang sebelumnya juga dibuat oleh AI.

Author

Christopher Louis

Tech journalist at Gizmologi. In love with gaming, tech, and Arthur Morgan


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version