Jakarta, Gizmologi – Dalam peringatan satu dekade Halodoc, layanan kesehatan digital ini mempertegas komitmennya dalam memperkuat kulitas layanan medis dari hulu ke hilir. Halodoc selama ini berfokus pada tiga pilar kesehatan yaitu pasien, tenaga kesehatan dan mitra ekosistem.
Sejak didirikan pada 2016, perusahaan telah berevolusi dalam membantu jutaan masyarakat Indonesia. Dari masa pandemi COVID-19, hingga kini, perusahaan terus membangun layanan kesehatan yang tidak hanya digital, tetapi lebih personal.
“Memasuki dekade berikutnya, kami fokus membangun layanan kesehatan yang tidak hanya digital, tetapi semakin proaktif, personal, dan relevan dengan kebutuhan serta kebiasaan masyarakat yang terus berubah seiring berjalannya waktu”, ujar Alfonsius Timboel, Chief Operating Officer Halodoc.
Baca Juga: Halodoc Berikan Tips Merayakan Idulfitri untuk Masyarakat Bisa Nyaman dan Seimbang
Tujuan Selanjutnya Setelah Satu Dekade Halodoc
Dari sisi penyedia layanan, Halodoc berupaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan, termasuk dokter, apoteker, bidan, dan lainnya. Salah satunya melalui Halodoc Academy, yang merupakan wadah pembelajaran terakreditasi Kementerian Kesehatan dan menyediakan program peningkatan kompetensi sekaligus perolehan Satuan Kredit Profesi (SKP), yang terbuka untuk dokter, apoteker, bidan, perawat dan tenaga kesehatan lainnya.
Hingga saat ini, Halodoc Academy telah diikuti oleh lebih dari 123.000 peserta dan menggelar 180 pelatihan bagi tenaga kesehatan. Tujuan selanjutnya setelah satu dekade Halodoc, perusahaan mengatakan bahwa sedang memperbarui Halodoc Academy dan platform Halodoc Doctors menjadi terintegrasi, melalui fitur Learn sebagai wadah edukasi.
Dengan begitu, akses pembelajaran memungkinkan tenaga kesehatan mengikuti berbagai program edukasi serta peningkatan kompetensi secara lebih mudah dan terstruktur. Selain itu, seluruh inovasi Halodoc yang dikembangkan di bawah pengawasan klinis Board of Medical Excellence (BoME), yang memastikan standar kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi tetap terjaga di setiap aspek ekosistem, termasuk dalam pengembangan layanan berbasis AI seperti HILDA dan Halodoc on WhatsApp.
“BoME memastikan setiap inovasi tetap berpijak pada prinsip clinical safety. Tidak ada bagian dari inovasi kami yang dirancang untuk menggantikan peran tenaga kesehatan — sebaliknya, teknologi dan inovasi ini hadir untuk memperkuat layanan yang mereka berikan, dan harapannya dapat mempermudah perjalanan medis, baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan,” jelas dr. Irwan Heriyanto, MARS, Chief Medical Officer, Halodoc.
Setelah satu dekade Halodoc, perusahaan akan terus berinovasi, berkolaborasi dengan tenaga kesehatan, dan penguatan ekosistem untuk Indonesia yang lebih sehat. Ada beberapa pencapaian pada satu dekade Halodoc lewat fitur HILDA yang meluncur 2025.
HILDA mencatatkan hingga saat ini lebih dari 2 juta sesi interaksi pengguna, antara lain mencari bantuan untuk menavigasi layanan Halodoc seperti dokter spesialis yang sesuai, bertanya mengenai informasi kesehatan sehari-hari, serta informasi obat dan vitamin. Halodoc juga meluncurkan Family Care, fitur terintegrasi yang dirancang khusus untuk para caregiver keluarga.
Data internal Halodoc menunjukkan bahwa 65% penggunanya adalah caregiver yang didominasi oleh para ibu, dan temuan di Indonesia Health Insights Report 2025 mengungkap bahwa 74% ibu di Indonesia mengelola kesehatan tiga anggota keluarga atau lebih, sementara hanya 17% dari waktu mereka dialokasikan untuk kesehatan diri sendiri (Indonesia Health Insights Report, 2025 – Wellness Warrior in Silence).
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

