Meta Style Sketch Rilis di Indonesia, AI Stylist untuk Racik Outfit Harian

By
Yus Lianson - Editor | Content Creator
7 Min Read
Meta Style Sketch Rilis di Indonesia, AI Stylist untuk Racik Outfit Harian. (Gizmologi/ Yuslianson)

Meta baru saja merilis Style Sketch secara diam-diam di Apple App Store dan Google Play Store. Adapun Meta Style Sketch ini adalah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bisa dipakai pengguna untuk membantu mereka memilih outfit dari koleksi pakaian sendiri. 

Menariknya, Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara pertama yang mendapat akses aplikasi Style Sketch dari Meta ini lebih awal. Negara lainnya adalah Singapura dan Thailand.

Tersedia di platform iOS dan Android, Meta Style Sketch memungkinkan pengguna dapat membuat lemari pakaian digital mereka sendiri, mencari inspirasi padu padan pakaian, hingga mencoba beragam kombinasi outfit secara virtual.

Karena terhubung dengan Instagram, pengguna aplikasi baru Meta ini dapat langsung memanfaatkan foto yang sudah pernah diunggah untuk mencari padu padan outfit yang paling cocok untuk dipakai, sebagaimana dilansir Tech Crunch, Senin (2/11/2026).

Meta Style Sketch Bisa Buat Lemari Pakaian Digital dari Instagram

Karena menggunakan foto yang pernah diunggah ke Instagram untuk menyusun koleksi pakaian digital, AI di Meta Style Sketch bisa memberikan ide outfit berdasarkan pakaian yang tersedia dan gaya pribadi pengguna.

Lalu bagaimana bila pengguna tidak ingin menghubungkan akun Instagram? Raksasa media sosial itu menyebutkan, pengguna tetap bisa membuat koleksi pakian mereka sendiri dengan cara memotret pakaian, merekam video singkat, atau mengunggah gambar dari galeri smartphone.

Nantinya, dari koleksi tersebut Meta Style Sketch dapat menyarankan berbagai kombinasi pakaian. Pengguna juga bisa memilih satu item tertentu, seperti jaket atau sepatu jarang dipakai, lalu meminta AI mencarikan padu padan sesuai.

Fitur ini cukup relevan bagi pengguna yang ingin mencoba kombinasi baru tanpa harus menambah koleksi pakaian. Namun, seberapa cocok rekomendasinya dengan selera dan kebutuhan masing-masing pengguna tentu masih perlu diuji.

Fitur Style Sketch, Apa Saja?

Meta Style Sketch. (Gizmologi/ Yuslianson)

Meta Style Sketch turut dibekali fitur virtual try-on. Berdasarkan deskripsi perusahaan bentukan Mark Zuckerberg di aplikasinya, pengguna bisa melihat gambaran outfit pada model virtual yang disesuaikan dengan bentuk tubuh dan warna kulit mereka.

Ada juga rekomendasi pakaian harian yang mempertimbangkan kondisi cuaca. Sementara untuk perjalanan, pengguna dapat memasukkan tujuan, durasi liburan, dan rencana aktivitas agar AI membantu menyusun kombinasi pakaian untuk setiap hari.

Misalnya, ketika menyiapkan pakaian untuk perjalanan beberapa hari, pengguna bisa melihat rekomendasi outfit sesuai agenda dan perkiraan cuaca di lokasi tujuan. Fitur di Meta Style Sketch ini juga dapat membantu menentukan pakaian mana saja yang perlu dibawa.

Di luar itu, tersedia inspirasi gaya dan opsi membagikan hasil kombinasi outfit kepada teman. Meski fiturnya cukup beragam, akurasi visual try-on serta kualitas rekomendasi Style Sketch belum bisa dinilai tanpa pengujian langsung.

Style Sketch Sudah Tersedia di Indonesia

Style Sketch

Meta Style Sketch sudah bisa diunduh secara gratis melalui App Store dan Google Play Store di Indonesia. Di App Store, aplikasi ini tercatat dikembangkan oleh Meta Platforms, Inc. dengan persyaratan usia 18 tahun ke atas.

Pengguna iPhone memerlukan iOS 18 atau versi lebih baru. Aplikasi ini juga mendukung bahasa Indonesia, sehingga bisa digunakan tanpa harus mengandalkan antarmuka berbahasa Inggris.

Bagi yang ingin mencoba, cukup cari Style Sketch di toko aplikasi, kemudian tambahkan koleksi pakaian melalui foto atau hubungkan akun Instagram. Integrasi Facebook juga disebut dalam informasi aplikasi untuk Android.

Sebelum menghubungkan akun media sosial, pengguna sebaiknya memeriksa izin akses dan kebijakan privasi aplikasi, terutama karena Style Sketch melibatkan foto pribadi.

Konsep lemari digital dan rekomendasi fashion berbasis AI sebenarnya sudah lebih dulu ditawarkan sejumlah layanan lain. Google dan beberapa pengembang aplikasi juga telah menghadirkan fitur serupa.

Keunggulan yang bisa ditawarkan Meta terletak pada integrasinya dengan Instagram dan Facebook. Pengguna yang sudah sering membagikan foto pakaian di media sosial berpotensi lebih mudah membangun koleksi digital tanpa harus memotret seluruh isi lemari dari awal.

Meta Muse Tembus 10 Juta Unduhan dalam 40 Hari

Meta Muse Naik Level dari Chatbot Kini Jadi Agen AI di Connect 2026. (Gizmologi/ Yuslianson)

Di sisi lain, Meta mencatatkan 10,2 juta unduhan untuk aplikasi AI agent buatan mereka, Muse, di Amerikan Serikat sejak diluncurkan pada 8 September 2026 atau sekitar 40 hari.

Berdasarkan laporan Sensor Tower, Rabu (21/10//2026), angka tersebut menempatkan Meta Muse dalam kelompok kecil aplikasi yang mampu menembus 10 juta unduhan di AS dalam waktu singkat.

Sepanjang memantau pasar aplikasi pada Oktober 2015, Sensor Tower mencatat hanya ada 12 aplikasi yang memiliki pencapaian serupa.

Menariknya, Meta Muse bukan sekadar mencatat banyak unduhan. Tingkat pengguna yang kembali membuka aplikasi setelah satu hingga dua minggu juga dilaporkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata sejumlah pesaing AI, termasuk ChatGPT, Claude, dan Grok.

Meski demikian, keberhasilan awal Muse belum cukup untuk menyimpulkan aplikasi milik Meta tersebut telah mengalahkan ChatGPT. Ada perbedaan jangkauan pasar, strategi promosi, dan waktu peluncuran yang perlu diperhitungkan.

Dilansir TechCrunch, data Sensor Tower menunjukkan Muse telah mengumpulkan sekitar 10,9 juta unduhan sejak diluncurkan pada 8 September. Sebanyak 10,2 juta di antaranya berasal dari Amerika Serikat.

Analis senior Sensor Tower, Kara Lee, menyebut hanya 12 aplikasi lain yang sebelumnya mampu mencapai 10 juta unduhan di pasar AS dalam 40 hari pertama.

Sebagian besar aplikasi dalam kelompok tersebut merupakan game mobile, termasuk Fortnite, PUBG Mobile, dan Pokémon GO. Di luar kategori game, Threads dan Disney+ termasuk aplikasi yang pernah mencatat pertumbuhan serupa.

Threads sendiri juga berada di bawah naungan Meta. Keberhasilan kedua aplikasi ini menunjukkan kemampuan perusahaan memanfaatkan ekosistemnya untuk menjangkau pengguna baru.

Muse turut mencatat 2,5 juta pengguna aktif harian pada 16 Oktober 2026, meningkat 15 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Namun, unduhan dan pengguna aktif harian merupakan dua metrik berbeda. Angka 10,2 juta tidak berarti seluruh pengunduh masih menggunakan Muse setiap hari.

Author

Yus Lianson

Editor and content creator at Gizmologi. Tech and gaming enthusiast with over 10 years of experience as a journalist.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Turn on JavaScript to leave a comment.

Exit mobile version