Asus Meluncurkan Mini PC VM31, Masuk ke Segmen Budget yang Penuh Persaingan!

By Ronggo
4 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Asus meluncurkan VM31, sebuah mini PC bervolume hanya 0,55 liter yang dirancang untuk masuk ke ruang-ruang sempit dengan kebutuhan produktivitas ringan. Perangkat ini hadir dalam tiga pilihan prosesor AMD, semuanya berbasis arsitektur lama yang sudah di-rebrand, yakni Ryzen 3 30 (versi daur ulang Ryzen 3 7320U), Ryzen 5 40 (versi daur ulang Ryzen 5 7520U), dan Athlon Silver 10 (versi daur ulang Athlon Silver 7120U).

Ryzen 3 30 yang menjadi opsi utama VM31 adalah chip berbasis desain Mendocino 6nm, membawa empat core Zen 2 dengan delapan thread, kecepatan hingga 4,1GHz, cache L3 4MB, dan grafis terintegrasi Radeon 610M. Arsitektur Zen 2 sendiri pertama diperkenalkan AMD pada 2019, artinya ini bukan chip baru sama sekali, hanya versi rebrand dari Ryzen 7000 series mobile yang sudah beredar sejak 2022. Ketiga pilihan prosesor memiliki TDP 15 watt, sebuah angka yang wajar untuk kelas mini PC produktivitas ringan.

Untuk konfigurasi memori dan penyimpanan, VM31 mendukung hingga 16GB LPDDR5-5500 dengan satu slot M.2 2280 NVMe SSD berbasis PCIe 3.0, tersedia dalam pilihan kapasitas 128GB hingga 512GB. Konektivitas nirkabelnya mencakup WiFi 6E dan Bluetooth 5.2, standar yang cukup relevan meski prosesornya berusia. Tidak ada opsi untuk ekspansi RAM tambahan karena memori sudah disolder langsung ke board.

Dari sisi port, Asus VM31 menawarkan pilihan yang cukup lengkap untuk ukurannya. Di bagian depan tersedia satu port USB 3.2 Gen 2 Type-C dengan dukungan DisplayPort 1.4, dua port USB 3.2 Gen 2 Type-A, dan jack audio 3,5mm, sementara di bagian belakang terdapat dua port USB 3.2 Gen 2 Type-A, satu USB 3.2 Gen 2 Type-C dengan DisplayPort 1.4, satu USB 2.0, DisplayPort 1.4, HDMI 2.0 dengan dukungan 4K 60Hz, port LAN 2,5 GbE, dan konektor daya.

Baca juga: ASUS Prime AP304 Resmi Diperkenalkan

Asus VM31: Spesifikasi Lengkap dan Segmen Pasar yang Dibidik

Dimensi fisik Asus VM31 tercatat 135x115x35,8 mm dengan bobot 330 gram, menjadikannya salah satu mini PC paling ringkas di kelasnya. Kompatibilitas VESA mount memungkinkan VM31 dipasang langsung di belakang monitor, solusi yang sangat praktis untuk ruang kerja yang ingin bebas dari kabel berserakan di meja. Slot Kensington Lock di sisi kanan juga menunjukkan bahwa Asus menargetkan lingkungan kantor kecil atau ritel yang membutuhkan proteksi fisik perangkat.

Pilihan chipset AMD Zen 2 di 2026 memang terasa agak out of date, ya. Di saat kompetitor seperti Intel sudah memasarkan Wildcat Lake dan AMD sendiri sudah punya Hawk Point serta Strix Point di pasaran, menggunakan arsitektur Mendocino yang lebih tua jelas bukan untuk mengejar performa, tapi untuk menekan biaya produksi serendah mungkin. Segmen yang dibidik adalah pengguna kantoran yang butuh perangkat untuk word processing, spreadsheet, akses web, dan aplikasi bisnis ringan, bukan kreator konten atau gamer.

Persaingan di segmen mini PC budget memang semakin ramai. MSI baru saja merilis Cubi 5 1M dengan Intel Core 3 dengan harga USD329,99, sementara Chuwi dan Minisforum juga aktif di kisaran harga serupa dengan spesifikasi yang bersaing. Posisi VM31 dengan nama Asus di belakangnya memberi keunggulan tersendiri dalam hal brand trust dan ekosistem servis, faktor yang cukup menentukan bagi pembelian korporat atau instansi yang mementingkan dukungan purna jual.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version