Apple Punya Cara Unik Kirim iPhone 18 Pro Series dengan Baterai di Atas 20Wh ke Luar Negeri

By
Christopher Louis - Tech Journalist
3 Min Read

Kapasitas baterai smartphone flagship terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya berkat penggunaan teknologi silicon-carbon yang memungkinkan sel baterai memiliki kepadatan energi lebih tinggi. Namun, peningkatan kapasitas tersebut juga menghadirkan persoalan dalam distribusi global karena baterai lithium dengan kapasitas sel di atas 20Wh memiliki aturan pengiriman yang lebih ketat.

Salah satu cara yang selama ini digunakan produsen adalah membagi baterai menjadi beberapa sel agar masing-masing tetap berada di bawah batas tersebut. Pilihan lainnya adalah membuat versi dengan kapasitas lebih kecil untuk pasar tertentu. Apple justru menggunakan pendekatan berbeda pada iPhone 18 Pro Max dengan menerapkan pembatasan berbasis software selama proses pengiriman.

Informasi tersebut tercantum pada halaman dukungan iPhone 18 Pro Max. Apple menjelaskan bahwa perangkat menggunakan pembatasan pengisian daya yang membuat kapasitas baterai berada di bawah ambang 20Wh selama proses pengiriman. Setelah iPhone pertama kali dinyalakan, pembatas tersebut dapat dinonaktifkan sehingga pengguna bisa memanfaatkan kapasitas baterai secara penuh.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Max dan iPhone Duo Lolos Postel Komdigi, Ini Bocoran Harganya

Baterai iPhone 18 Pro Max Tembus 20Wh

Untuk model iPhone 18 Pro Max dengan eSIM yang dijual di Amerika Serikat, kapasitas baterainya tercatat sebesar 5.567 mAh atau 21,75Wh. Sementara versi yang memiliki slot SIM fisik di Eropa memiliki kapasitas 5.391 mAh atau 21,06Wh. Keduanya secara kapasitas terukur tetap berada di atas batas 20Wh.

Angka tersebut merupakan kapasitas rated, sehingga tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan angka typical capacity yang biasanya digunakan produsen smartphone Android. Perbedaan metode pengukuran tersebut penting diperhatikan agar kapasitas baterai antarperangkat tidak dibandingkan hanya berdasarkan angka mAh.

Software Jadi Solusi Sementara Aturan Pengiriman

Metode Apple tersebut dimungkinkan setelah regulator transportasi Amerika Serikat mengizinkan metode pengiriman semacam ini pada Juni 2025. Namun, sejumlah badan regulasi internasional seperti ADR, IATA, dan ICAO belum secara resmi memberikan posisi yang sama berdasarkan informasi yang tersedia. Apple juga memungkinkan fitur pembatasan tersebut diaktifkan kembali jika pengguna ingin mengirim perangkat ke luar negeri.

Persoalan ini kemungkinan tidak berhenti pada iPhone. Dalam pembahasan PBB pada 2026, muncul proposal mengenai baterai single-cell yang menilai batas 20Wh saat ini semakin kurang relevan terhadap perkembangan teknologi baterai. Regulasi terkait masih dalam proses pembaruan dan perubahan lebih lanjut diperkirakan baru berjalan pada 2029. Sampai aturan tersebut berubah, pendekatan Apple menjadi salah satu cara untuk membawa smartphone dengan baterai berkapasitas lebih besar ke pasar global tanpa harus mengurangi kapasitas secara permanen.

Author

Christopher Louis

Tech journalist at Gizmologi. In love with gaming, tech, and Arthur Morgan


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version