Jakarta, Gizmologi – Setelah cukup lama menjadi bahan spekulasi dan rumor di kalangan penggemar, Assassin’s Creed Black Flag Resynced akhirnya resmi meluncur. Remake dari salah satu seri Assassin’s Creed paling populer ini langsung mencatatkan angka pemain yang cukup tinggi di Steam pada hari pertama perilisannya.
Berdasarkan data SteamDB, game tersebut berhasil mencapai puncak hampir 100 ribu pemain bersamaan atau tepatnya 99.451 concurrent players dalam 12 jam pertama setelah peluncuran. Angka ini menunjukkan bahwa minat terhadap petualangan Edward Kenway di era bajak laut masih sangat besar, bahkan lebih dari satu dekade setelah versi original dirilis.
Namun di balik capaian Assassin’s Creed Black Flag Resynced, respons komunitas ternyata tidak sepenuhnya positif. Meskipun banyak pemain memuji peningkatan visual dan kualitas remake yang dihadirkan Ubisoft, sejumlah kritik juga bermunculan dan membuat rating pengguna di Steam saat ini berada pada kategori “Mixed”.
Baca Juga: Microsoft Pangkas 4.800 Karyawan, Xbox Jadi Divisi yang Paling Terdampak
Mikrotransaksi Jadi Sorotan Pemain
Dalam 12 jam pertama, Assassin’s Creed Black Flag Resynced telah mengumpulkan lebih dari 2.700 ulasan pengguna di Steam. Dari jumlah tersebut, sekitar 62 persen memberikan ulasan positif, sementara sisanya menyampaikan berbagai keluhan terkait pengalaman bermain.
Salah satu kritik terbesar datang dari keberadaan mikrotransaksi dan DLC tambahan yang nilainya disebut mencapai lebih dari US$80. Sejumlah pemain menilai konten berbayar tersebut terlalu sering ditampilkan melalui menu dalam game, baik bagi pengguna versi standar seharga US$59,99 maupun edisi Deluxe yang dibanderol US$69,99.
Sebagian pemain berpendapat bahwa kosmetik berbayar seharusnya tidak menjadi masalah karena game ini berfokus pada pengalaman single-player. Namun, ada juga yang menilai beberapa item memberikan keuntungan tertentu seperti pengurangan cooldown, sehingga berpotensi memengaruhi keseimbangan gameplay.
Performa Relatif Stabil Saat Peluncuran
Selain persoalan monetisasi, beberapa pemain juga melaporkan bug yang membuat cutscene terkunci pada 30 FPS. Ubisoft telah mengonfirmasi keberadaan masalah tersebut dan menyatakan bahwa perbaikannya akan hadir melalui pembaruan mendatang.
Di luar isu tersebut, peluncuran Black Flag Resynced dinilai cukup mulus dibandingkan sejumlah game AAA lain yang belakangan hadir dengan berbagai masalah teknis. Banyak pengguna melaporkan pengalaman bermain yang stabil di PC, termasuk pada perangkat handheld seperti Steam Deck.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Ubisoft berhasil menghadirkan remake dengan fondasi teknis yang cukup baik. Namun, perdebatan mengenai strategi monetisasi masih menjadi tantangan tersendiri. Jika tidak ditangani dengan baik, kritik tersebut berpotensi membayangi pencapaian awal yang sebenarnya cukup impresif dari Assassin’s Creed Black Flag Resynced.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.