Jakarta, Gizmologi – Nintendo akan membawa karakter IP mereka keluar dari dunia video game ke platform berbeda. Perusahaan yang baru saja menggelar pertemuan Q&A Investor yang dihadiri Shigeru Miyamoto, Executive Fellow dan Representative Director dari Nintendo membeberkan kemungkinan itu di masa depan. Dengan kata lain, akan ada IP karakter selain franchise yang sudah dikenal seperti Mario dan Zelda.
“Ke depannya, kami akan memperluas inisiatif ini dan ingin menghadirkan tidak hanya Super Mario dan The Legend of Zelda, tetapi juga karakter-karakter baru ke dunia. Kami akan memperluas inisiatif ini melalui berbagai metode, termasuk film dan video,” ujar Miyamoto.
Yang menarik, Miyamoto sempat bercerita bahwa ia dulu justru ragu soal ekspansi ini. Ia mengungkap, “Awalnya, saya berhati-hati dengan ekspansi bisnis Nintendo ke perangkat pintar dan penggunaan karakter yang dibuat untuk game di luar game itu sendiri. Saya khawatir bahwa, tergantung pada bagaimana karakter tersebut digunakan, hal itu dapat menimbulkan batasan yang tidak diinginkan saat membuat game.”
Kekhawatiran itu perlahan berubah seiring pengembangan Wii, ketika Miyamoto mulai sadar bahwa konsol game saja tidak cukup untuk menjangkau semua orang. Dari sana, strategi ekspansi IP Nintendo pelan-pelan terbentuk selama lebih dari satu dekade.
Hasilnya memang sudah terbukti. The Super Mario Bros. Movie meraup lebih dari USD1 miliar di box office global, mendorong IP tersebut untuk membangun universe mereka sendiri, dengan jadwal film yang sudah terisi hingga 2027. Setelah The Super Mario Galaxy Movie tayang 3 April 2026, film live-action The Legend of Zelda yang disutradarai Wes Ball sudah masuk rencana dan dijadwalkan rilis 7 Mei 2027 bersama Sony Pictures. Nintendo sendiri mengakui punya rencana lebih banyak di luar dua slot yang sudah terisi itu.
Baca juga: CEO Sony Beri Sinyal PS6 Bisa Dijual di Atas Rp14 Juta
Pengalaman Nintendo Membawa Karakter Game ke Platform Berbeda
Miyamoto juga menyebut Pikmin Bloom sebagai salah satu keberhasilan ekspansi IP, khususnya di kawasan Asia seperti Korea Selatan dan Taiwan. Cara perusahaan memandang ekspansi ini bukan sekadar mencari uang tambahan, tapi memastikan ada jalan masuk ke dunia Nintendo bagi orang-orang yang belum pernah memegang kontroler sekalipun. Kalau seseorang nonton film Mario lalu penasaran main game-nya, misi itu dianggap berhasil.
Di tempat lain, dikabarkan Universal sedang mencoba mengamankan hak untuk film Metroid yang akan masuk dalam Mario Cinematic Universe yang dibangun bersama Nintendo. Di saat yang bersamaan, rumor soal film Donkey Kong animated terus menguat, diperkuat oleh temuan copyright filing dan pernyataan Seth Rogen yang pernah mengaku ingin sekali membintangi film DK solo. Keduanya belum dikonfirmasi resmi, tapi rangkaian petunjuknya cukup tebal untuk diabaikan begitu saja.
Lebih jauh bicara soal karakter yang belum pernah dapat sorotan besar di luar game Nintendo, daftarnya panjang. Star Fox, Kirby, Fire Emblem, Pikmin, Samus Aran dari Metroid, sampai karakter-karakter dari seri Xenoblade semuanya punya fanbase loyal yang sudah lama menunggu adaptasi layar. Nintendo memang dikenal karena bereksperimen di dalam franchise-nya dan berhasil melahirkan IP baru seperti Splatoon dan Pikmin dalam beberapa dekade terakhir, jadi bukan tidak mungkin “karakter” yang dimaksud Miyamoto justru sesuatu yang belum pernah ada sama sekali.
Presiden Nintendo Shuntaro Furukawa menegaskan bahwa Nintendo tidak sekadar menyerahkan IP ke studio film dan membiarkan mereka bekerja sendiri. Miyamoto terlibat langsung sebagai co-producer di semua proyek film Nintendo, mulai dari The Super Mario Bros. Movie, Galaxy Movie, hingga film Zelda yang sedang diproduksi bersama Avi Arad. Kontrol kreatif tetap ada di tangan Nintendo, dan itu yang membuat ekspansi ini terasa berbeda dari lisensi game-ke-film yang kebanyakan berakhir mengecewakan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
