Indonesia lagi-lagi dipercaya untuk menjadi tuan rumah perhelatan turnamen World Esports Championship 2026 (WEC26). Kabar ini diumumkan secara langsung oleh International Esports Federation (IESF) lewat akun Instagram mereka.
“Dunia bersatu di Indonesia. Indonesia akan menjadi tuan rumah IESF World Esports Championship! 2016, 2022, 2026. Tiga edisi. Satu bangsa. Sebuah babak baru. WEC26 | 15-20 Desember 2026. Dunia akan hadir. Apakah Anda siap?,” tulis IESF di akun Instagram mereka, Jumat (25/9/2026).
Menurut organisasi esports tersebut, WEC26 akan menghadirkan lebih dari 500 atlet dari lebih dari 110 federasi esports nasional yang sudah menjadi anggota organisasi.
“Bersama-sama kita telah mencetak sejarah dengan menyelenggarakan ajang esports terbesar di tepi pantai, di Bali pada tahun 2022,” ujar Presiden IESF, Vlad Marinescu.
“Kini kami yakin, bersama-sama kita akan menghadirkan pengalaman dan kondisi terbaik bagi seluruh atlet yang telah lolos kualifikasi untuk ajang ini,” kata
Selain jadwal pelaksanaan, IESF juga mengumumkan lima nomor pertandingan yang akan dipertandingkan pada edisi tahun depan. Kelima game tersebut adalah Counter-Strike 2, Dota 2, Mobile Legends: Bang Bang, PUBG Mobile, dan eFootball.
Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah WEC26
Penunjukan ini menjadikan Indonesia kembali menjadi tuan rumah World Esports Championship setelah sebelumnya pernah menggelar turnamen serupa pada 2016 dan 2022.
Meski IESF belum mengungkap kota maupun venue penyelenggaraan, keputusan tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia masih dipandang sebagai salah satu pasar esports terbesar sekaligus salah satu negara dengan pengalaman penyelenggaraan turnamen internasional yang cukup matang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia rutin menjadi lokasi berbagai kompetisi esports regional maupun dunia, mulai dari Mobile Legends hingga PUBG Mobile.
Detail Turnamen WEC26 Masih Menunggu Pengumuman
Sayangnya, IESF belum secara detail mengungkap lokasi penyelenggaraan, format kompetisi, pembagian grup, jadwal pertandingan, maupun informasi terkait tiket untuk penonton.
Informasi tersebut diperkirakan akan diumumkan secara bertahap menjelang pelaksanaan turnamen pada Desember 2026.
Dengan status Indonesia sebagai tuan rumah, WEC26 berpotensi menjadi salah satu agenda esports internasional terbesar yang digelar di Tanah Air tahun depan.
Pelatnas Timnas Esports Indonesia Disiapkan hingga 2027
Di sisi lain, Pengurus Besar Esports Indonesia atau PB ESI baru saja mengungkap lebih detail tentang program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Timnas Esports Indonesia tidak berhenti setelah Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir.
Dalam sesi bersama media di Jakarta, Selasa (15/9/2026), PB ESI menyiapkan rangkaian Pelatnas hingga Mei 2027 untuk menghadapi sejumlah kompetisi internasional berikutnya.
Asian Games menjadi target terdekat pelatnas timnas esports Indonesia, disusul Global Esports Games (GEG) Los Angeles pada akhir tahun. Setelah itu, program berlanjut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi antarnegara pada 2027. Detail turnamen yang menjadi sasaran setelah GEG sejauh ini belum diumumkan.
Para atlet juga tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dan strategi permainan. PB ESI juga menggunakan konsep sports science mencakup kondisi fisik dan mental, nutrisi, pengelolaan beban latihan, hingga analisis performa.
Lantas, seperti apa agenda Timnas Esports Indonesia dalam beberapa bulan ke depan?
Target Terdekat Pelatnas Timnas Esports Indonesia
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober. Khusus esports, pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 23 September–2 Oktober di Aichi Sky Expo.
Indonesia akan turun di delapan nomor, yakni Mobile Legends: Bang Bang, Honor of Kings, Identity V, Naraka: Bladepoint, Pokémon Unite, eFootball, Gran Turismo 7, dan PUBG Mobile.
PB ESI memasang target satu medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. “E-football disebut menjadi salah satu nomor yang diharapkan bisa menyumbangkan emas untuk Indonesia,” kata Manajer Tim Nasional Esport Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo, dalam sesi di Jakarta.
Ia menambahkan, “pelatnas timnas esports Indonesia menuju Asian Games sendiri sudah berlangsung sekitar dua bulan. Menjelang keberangkatan, beberapa atlet juga menjalani international training camp dan uji tanding di luar negeri, termasuk untuk nomor Naraka: Bladepoint dan Identity V.”
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

