Jakarta, Gizmologi – Sony akhirnya mengonfirmasi kabar yang sebelumnya beredar terkait PHK di Bungie. Langkah ini dilakukan tidak lama setelah muncul laporan bahwa pengembangan aktif Destiny 2 telah berakhir dan sebagian besar tim pengembangnya akan mengalami restrukturisasi.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh CEO Studio Business Group Sony Interactive Entertainment (SIE), Hermen Hulst, melalui sebuah surat internal. Dalam pernyataannya, Sony mengungkap bahwa PHK akan berdampak pada sejumlah besar karyawan Bungie, termasuk sebagian besar tim yang sebelumnya menangani Destiny 2 serta beberapa anggota tim Marathon.GTA 6 Resmi Dibuka untuk Pre-Order, Harga di Indonesia Tembus Rp1 Jutaan
Selain Bungie, pengurangan tenaga kerja juga dilakukan pada sejumlah tim SIE yang mendukung operasional studio tersebut. Menurut Sony, keputusan ini diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi terhadap arah jangka panjang studio, prioritas pengembangan, kebutuhan sumber daya, serta posisi Bungie dalam strategi portofolio game mereka secara keseluruhan.
Baca Juga: GTA 6 Resmi Dibuka untuk Pre-Order, Harga di Indonesia Tembus Rp1 Jutaan
Tidak Hanya Destiny 2, Tim Marathon Juga Terdampak
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut bahwa sebagian pengembang Destiny 2 telah dipindahkan untuk membantu pengembangan Marathon, game extraction shooter terbaru Bungie. Namun, konfirmasi terbaru dari Sony menunjukkan bahwa tim Marathon juga ikut terdampak dalam gelombang PHK kali ini.
Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa performa Marathon mungkin belum memenuhi ekspektasi Sony maupun Bungie. Dalam beberapa bulan terakhir, Bungie diketahui cukup aktif melakukan berbagai perubahan dan pembaruan berdasarkan masukan komunitas pemain, sesuatu yang dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan penerimaan terhadap game tersebut.
Meski demikian, Sony tetap menegaskan bahwa Marathon masih menjadi bagian penting dari portofolio perusahaan. Pengembangan game tersebut disebut akan terus berlanjut, sementara Bungie juga tengah melakukan inkubasi untuk sejumlah proyek masa depan yang hingga kini belum diumumkan secara resmi.
Sony Sebut Keputusan Diambil Setelah Evaluasi Mendalam
Dalam pernyataannya, Hermen Hulst mengatakan bahwa keputusan melakukan PHK bukanlah langkah yang diambil secara terburu-buru. Sony mengklaim telah mempertimbangkan berbagai alternatif sebelum akhirnya memutuskan melakukan pengurangan tenaga kerja.
Perusahaan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan yang terdampak. SIE berjanji akan memberikan dukungan transisi serta mencari peluang penempatan di jaringan studio global mereka apabila memungkinkan.
Di sisi lain, kabar ini menjadi pukulan bagi Bungie yang selama lebih dari satu dekade dikenal sebagai pengembang di balik kesuksesan Destiny. Meski franchise tersebut berhasil meninggalkan jejak besar di industri game live service, berakhirnya pengembangan aktif Destiny 2 dan terjadinya PHK massal menunjukkan bahwa bahkan studio besar sekalipun tidak luput dari tantangan bisnis yang saat ini tengah dihadapi industri game global.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.