CUBE Resmi Akuisisi 4CRisk, Hadirkan Otomatisasi Kepatuhan Berbasis AI Generasi Baru

By Ronggo
4 Min Read

Jakarta, Gizmologi – CUBE, pemimpin global di bidang Automated Regulatory Intelligence (ARI) dan Regulatory Change Management (RCM), secara resmi mengumumkan akuisisi terhadap 4CRisk.ai. Perusahaan asal Silicon Valley ini dikenal dengan platform AI agen (agentic AI) miliknya yang mampu memetakan kebijakan dan prosedur secara presisi langsung ke dalam kewajiban regulasi, kontrol, dan manajemen risiko perusahaan.

Keputusan CUBE untuk meminang 4CRisk ini merupakan langkah ekspansif untuk mendominasi pasar teknologi kepatuhan (delivery policy) dan menjawab ragam kebutuhan klien mereka.

“CUBE adalah mitra strategis pilihan bagi organisasi-organisasi teregulasi terkemuka di dunia untuk pemenuhan kebutuhan kepatuhan dan risiko mereka, baik yang bersifat finansial maupun non-finansial. 4CRisk memperluas jangkauan kami ke ranah regulasi korporat yang berdampingan dan memungkinkan pelanggan RegPlatform kami untuk beralih dari sekadar memahami perubahan regulasi menjadi sepenuhnya mengotomatisasi pemetaan tersebut ke dalam kerangka tata kelola internal. Ini merupakan perluasan alami dari kapabilitas kami dan sebuah langkah maju yang berarti dalam membantu pelanggan kami mengelola kepatuhan dan risiko mereka secara lebih efektif di seluruh lini perusahaan,” ungkap Ben Richmond, Founder & CEO dari CUBE.

Ben juga menambahkan kekagumannya terhadap ekosistem inovasi yang berkembang pesat di pusat teknologi dunia tersebut dan bagaimana talenta mereka akan berkontribusi.  Kecepatan perkembangan Ai di Silicon Valley sangat pesat, dengan 4CRisk menjadi contoh tepat untuk hal tersebut.

Didirikan pada tahun 2019, 4CRisk membawa inovasi canggih yang sangat dibutuhkan oleh korporasi modern saat ini. Mereka mengembangkan platform kepatuhan yang memanfaatkan Specialised Language Models (SLMs) khusus yang dilatih menggunakan sumber-sumber regulasi otoritatif. Ditambah dengan kehadiran asisten pintar AI CoPilot bernama Ask ARIA, platform inovatif ini diklaim mampu memberikan hasil pemetaan yang akurat dengan kecepatan hingga lima puluh kali lebih efisien dibandingkan dengan proses manual konvensional.

Baca juga: Agentic AI Suite dari Appdome Bisa Lawan Ancaman Siber

Cube Bangun Integrasi AI untuk Ekosistem Menyeluruh

ARIA, agentic AI dari 4CRisk punya kinerja yang menakjubkan.

 

Secara operasional, akuisisi ini akan langsung menyatukan tim ahli dari kedua perusahaan untuk menciptakan solusi yang lebih tangguh. Tim 4CRisk yang saat ini tersebar di Amerika Serikat, India, dan Inggris akan bergabung ke dalam ekosistem CUBE. Integrasi sumber daya manusia ini diproyeksikan bakal memperluas tim global insinyur AI dan pakar regulasi CUBE, memastikan bahwa pelanggan korporat dapat beralih secara mulus dari tahap mengidentifikasi perubahan regulasi hingga menilai dampaknya secara otomatis di seluruh lini operasional.

“Kami sangat senang dapat mendukung ekspansi berkelanjutan CUBE melalui akuisisi 4CRisk. Membangun platform kepatuhan dan manajemen risiko menyeluruh (end-to-end) bertenaga AI yang terkemuka di industri telah menjadi prioritas strategis sejak investasi kami pada tahun 2024. Menggabungkan kapabilitas CUBE saat ini dengan AI regulasi milik 4CRisk yang dirancang khusus akan semakin mempercepat visi tersebut dan menciptakan proposisi (nilai tawar) yang jauh lebih kuat,” ungkap  Venky Yerrapotu, Founder & CEO dari 4CRisk

Dukungan penuh terhadap langkah esensial ini juga datang dari pihak investor yang memodali pertumbuhan CUBE selama ini. Joshua Gielessen, investor di Hg Capital, memaparkan bagaimana proses akuisisi ini sangat sejalan dengan peta jalan perusahaan. Joshua mendukung ekspansi berkelanjutan dari Cube.

“Membangun platform kepatuhan dan manajemen risiko menyeluruh (end-to-end) bertenaga AI yang terkemuka di industri telah menjadi prioritas strategis sejak investasi kami pada tahun 2024. Menggabungkan kapabilitas CUBE saat ini dengan AI regulasi milik 4CRisk yang dirancang khusus akan semakin mempercepat visi tersebut dan menciptakan proposisi (nilai tawar) yang jauh lebih kuat,” tegas Joshua.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version