Dyson memperkenalkan robot vacuum terbarunya, R2 Nurovi Wash+Dry, di Indonesia pada 4 November 2026. Perangkat ini menggabungkan fungsi menyedot debu dan mengepel lantai dengan sejumlah teknologi otomatisasi yang dirancang untuk menjangkau area yang kerap terlewat, seperti sudut ruangan dan tepian dinding.
Salah satu hal yang membedakannya dari robot vacuum konvensional adalah penggunaan bantalan pel berbentuk segitiga Reuleaux. Desain tersebut memungkinkan bagian ujung bantalan menjangkau sudut ruangan, sementara gerakannya tetap menyerupai bantalan berbentuk lingkaran. Dyson juga membekali perangkat ini dengan sistem penyedotan dua tahap serta sensor untuk mendeteksi debu dan jenis permukaan lantai.
Peluncuran ini menunjukkan upaya Dyson memperluas teknologi vacuum cleaner nirkabel ke perangkat yang dapat bekerja secara mandiri. Namun, efektivitasnya dalam penggunaan sehari-hari tetap perlu diuji, terutama untuk melihat konsistensi pembersihan, kebutuhan perawatan, dan kemampuan menghadapi kondisi rumah yang beragam.
Baca Juga: Dyson CameraJet Jadi Sikat Gigi Elektrik Rp8 Jutaan dengan Kamera, Apa Fungsinya?
Bantalan Pel Segitiga dan Sistem Penyedotan Dua Tahap
Bantalan Reuleaux menjadi salah satu teknologi utama R2 Nurovi Wash+Dry. Dyson mengklaim desain ini mampu membersihkan area sudut dan sepanjang tepian lantai yang biasanya sulit dijangkau bantalan pel bundar. Perangkat juga memiliki sikat samping antikusut yang bisa memanjang untuk mengangkat debu, rambut, dan bulu hewan peliharaan di dekat dinding.
Untuk mengangkat kotoran, Dyson R2 Nurovi menggunakan sistem Twin-capture yang membagi pekerjaan antara sikat mekanis dan motor penyedot. Sikat bertugas menyapu kotoran berukuran besar, sementara sistem hisap menangani debu halus. Sensor piezo akustik turut mendeteksi tingkat debu secara real-time agar daya hisap dan pola pembersihan dapat disesuaikan dengan kondisi lantai.
Dock Otomatis dan Pengaturan Lewat Aplikasi MyDyson
Bagian dock juga dirancang untuk mengurangi intervensi pengguna. Setelah sesi pembersihan, perangkat dapat mengosongkan kotoran kering, mencuci bantalan pel menggunakan air bersuhu 75 derajat Celsius, kemudian mengeringkannya dengan udara panas 45 derajat Celsius. Sistem penampungan debu diklaim mampu menyimpan kotoran hingga 90 hari sebelum perlu dikosongkan.
Pengguna dapat mengatur jadwal, menentukan area pembersihan, serta memantau aktivitas robot melalui aplikasi MyDyson. Meski menawarkan otomatisasi yang cukup lengkap, Dyson belum mengungkap harga maupun jadwal ketersediaan R2 Nurovi Wash+Dry di Indonesia. Biaya pembelian dan perawatan nantinya akan menjadi pertimbangan penting, terutama bagi konsumen yang membandingkannya dengan robot vacuum lain di pasaran.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

