IBM Indonesia dan Dicoding Rayakan Kelulusan Pijak 2026, Siapkan Talenta AI untuk Dunia Kerja

3 Min Read

Jakarta, GizmologiIBM Indonesia bersama dengan Dicoding tengah merayakan kelulusan Pijak 2026, ini menjadi salah satu inisiatif dari keduanya agar bisa mempersiapkan talenta digital menjadi semakin matang untuk Indonesia. Mengingat, perkembangan AI yang semakin masif bisa dimanfaatkan oleh para talenta muda dan memajukan berbagai industri di Indonesia.

Salah satu inisiatif tersebut datang dari IBM Indonesia bersama Dicoding Indonesia melalui program Pijak 2026. Program ini menjadi kolaborasi antara IBM SkillsBuild dan Dicoding yang berfokus pada pengembangan keterampilan AI melalui pembelajaran berbasis proyek. Pada 30 Juli lalu, kedua pihak menggelar seremoni kelulusan sebagai penanda berakhirnya rangkaian pembelajaran intensif bagi para peserta.

Sepanjang penyelenggaraannya, Pijak 2026 berhasil menjangkau lebih dari 20 ribu peserta yang memperoleh akses pembelajaran melalui platform IBM SkillsBuild. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar Artificial Intelligence, Generative AI, AI Ethics, hingga Career Management Essentials. Dari jumlah tersebut, lebih dari 600 peserta terbaik melanjutkan ke tahap pembelajaran berbasis proyek dengan total lebih dari 900 jam pelatihan bersama praktisi industri.

Baca Juga: Roblox dan Ruangguru Luncurkan Program Pendidikan Nasional, Dorong Siswa Belajar Lewat Kreasi Digital

Lebih dari 100 Proyek AI Dikembangkan Peserta

Selama mengikuti program, para peserta menghasilkan lebih dari 100 proyek akhir (capstone project) yang berupaya menjawab berbagai tantangan nyata di masyarakat maupun industri. Salah satu proyek yang mendapat sorotan adalah Sigap AI, sebuah platform berbasis AI yang ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memantau ulasan pelanggan, menganalisis sentimen, mengidentifikasi persoalan utama, hingga memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.

General Manager IBM ASEAN, Catherine Lian, mengatakan bahwa perkembangan AI membuat kebutuhan terhadap talenta digital menjadi semakin penting. Menurutnya, kemampuan menggunakan AI saja tidak lagi cukup, tetapi juga dibutuhkan pemahaman mengenai cara berkolaborasi dengan sistem AI serta membangun solusi yang bertanggung jawab. IBM melalui SkillsBuild sendiri terus memperluas akses pendidikan AI melalui berbagai kemitraan dengan institusi pendidikan maupun organisasi lainnya.

Peserta Memang Dipersiapkan Masuk Dunia Kerja

Selain memberikan materi teknis, Pijak 2026 juga berupaya menjembatani peserta dengan peluang karier. Chief Executive Officer Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan penyelenggaraan Pijak Career Fair yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Melalui inisiatif tersebut, peserta diharapkan dapat bertemu langsung dengan perusahaan yang membutuhkan talenta digital di bidang AI.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. med. Setiawan, menyampaikan bahwa keterampilan AI yang diperoleh peserta diharapkan mampu menghasilkan solusi inovatif bagi berbagai sektor industri. Ia juga mendorong agar kolaborasi antara IBM Indonesia dan Dicoding dapat berlanjut hingga 2027 sehingga semakin banyak talenta Indonesia memiliki kesiapan menghadapi transformasi digital yang terus berkembang.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version