IIMS 2026: Dari Aftermarket Lokal hingga Elektrifikasi Global

3 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 kembali menunjukkan perannya sebagai barometer industri otomotif nasional. Memasuki hari kedua penyelenggaraan, pameran ini tidak hanya dipenuhi peluncuran kendaraan baru, tetapi juga menjadi panggung bagi brand aftermarket, pelumas, hingga lifestyle otomotif untuk menegaskan arah bisnis mereka ke depan.

Berbeda dari sekadar ajang jualan, IIMS 2026 memperlihatkan bagaimana industri otomotif kini bergerak ke spektrum yang lebih luas. Mulai dari elektrifikasi, performa, komunitas, hingga integrasi gaya hidup, semuanya bertemu dalam satu ruang. Hal ini menegaskan bahwa otomotif hari ini bukan lagi soal kendaraan semata, tetapi ekosistem.

Namun, di tengah semarak peluncuran dan narasi inovasi, muncul juga pertanyaan soal relevansi dan keberlanjutan. Sejauh mana produk-produk yang diperkenalkan ini benar-benar menjawab kebutuhan pasar Indonesia, bukan sekadar mengikuti tren global?

Baca Juga: IIMS 2026: Hari Pertama Jadi Etalase Besar Industri Otomotif, Ramai Inovasi dan Gebarakn Baru

Aftermarket dan Produk Performa Tunjukkan Identitas Lokal

Dari sektor aftermarket, HSR Wheels menjadi salah satu sorotan dengan peluncuran logo baru yang diklaim terinspirasi dari kultur modifikasi lokal. Pendekatan ini menarik karena menempatkan identitas Indonesia sebagai nilai jual, bukan hanya harga atau desain. Di sisi lain, perubahan logo tentu tidak otomatis berbanding lurus dengan peningkatan kualitas produk, yang tetap menjadi faktor utama di mata konsumen.

Motul juga memanfaatkan momentum IIMS 2026 untuk memperkenalkan pelumas motor berstandar API SQ. Fokus pada efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan performa relevan dengan tuntutan kendaraan modern. Meski demikian, klaim efisiensi ini tetap perlu dibuktikan di penggunaan harian, terutama pada kondisi lalu lintas dan kualitas bahan bakar di Indonesia.

Elektrifikasi dan Gaya Hidup Jadi Benang Merah

Di sektor kendaraan, GAC AION memperluas portofolio elektrifikasinya lewat peluncuran GAC E8 PHEV, MPV 7-penumpang dengan jarak tempuh listrik hingga 116 km. Ini menunjukkan pendekatan realistis menuju elektrifikasi, meski tantangan harga dan infrastruktur masih menjadi PR besar untuk segmen keluarga.

Sementara itu, Italjet hadir dengan pendekatan berbeda. Skuter premium R200 yang dibanderol Rp88 juta jelas bukan untuk pasar massal, tetapi memperkuat positioning brand sebagai produk lifestyle. Strategi ini menarik, meski pasarnya sangat niche di tengah dominasi skuter praktis.

Toyota dan Gazoo Racing juga tetap konsisten membawa DNA motorsport ke jalan raya lewat New GR Corolla. Peningkatan performa dan handling menjadi nilai jual, namun harga dan konsumsi bahan bakar tentu akan membatasi audiensnya.

Secara keseluruhan, hari kedua IIMS 2026 menegaskan bahwa industri otomotif Indonesia sedang berada di fase eksplorasi. Banyak ide dan produk menarik ditampilkan, tetapi tantangan sesungguhnya ada pada implementasi dan penerimaan pasar. IIMS sukses menjadi etalase, sementara pembuktian nyata akan terjadi setelah lampu pameran padam.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version