Bukalapak Raup Pendapatan Rp4 Triliun, Gaming Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

6 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Transformasi Bukalapak sebagai perusahaan teknologi semakin terlihat sepanjang semester pertama 2026. Jika sebelumnya dikenal sebagai platform e-commerce, kini pertumbuhan perusahaan justru ditopang oleh layanan digital, terutama bisnis gaming. Hal tersebut tercermin dari kinerja keuangan terbaru, di mana segmen Gaming menjadi kontributor pendapatan terbesar sekaligus mendorong total pendapatan Bukalapak mencapai Rp4 triliun pada semester pertama (1H26).

PT Bukalapak.com Tbk (IDX: BUKA) membukukan pendapatan sebesar Rp1,6 triliun pada kuartal kedua 2026 (2Q26). Secara kumulatif, pendapatan sepanjang enam bulan pertama tahun ini tumbuh 29% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Pendapatan Gaming Bukalapak Tembus Rp2,1 Triliun, Multi Realm Games Bidik Pasar Global

Tak hanya mencatat pertumbuhan pendapatan, Bukalapak juga berhasil mempertahankan tren profitabilitas. Perusahaan membukukan Adjusted EBITDA positif sebesar Rp6 miliar pada kuartal kedua, sehingga secara kumulatif selama semester pertama mencapai Rp10 miliar, meningkat sekitar Rp44 miliar dibandingkan posisi negatif Rp34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester I 2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang kami jalankan. Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen,” ujar Victor Putra Lesmana, Direktur PT Bukalapak.com Tbk.

Gaming menjadi kontributor terbesar pendapatan

Multi Realm Games (MRG), entitas yang menaungi ekosistem gaming Bukalapak.

Pendorong utama pertumbuhan Bukalapak datang dari segmen Gaming. Pada kuartal kedua 2026, bisnis ini menghasilkan pendapatan Rp1,39 triliun, sementara secara kumulatif sepanjang semester pertama mencapai Rp3,5 triliun, tumbuh 42% dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menegaskan bahwa bisnis gaming kini menjadi pilar utama perusahaan. Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh ekspansi bisnis internasional yang terus dilakukan melalui Multi Realm Games (MRG), entitas yang menaungi ekosistem gaming Bukalapak.

Melalui MRG, Bukalapak mengembangkan berbagai layanan digital mulai dari platform top-up game, marketplace item digital, gift card, hingga layanan pembayaran untuk kebutuhan gaming di berbagai negara. Strategi ini memperkuat posisi Bukalapak sebagai perusahaan teknologi yang mengandalkan layanan digital bernilai tambah tinggi, seiring meningkatnya transaksi ekonomi digital di industri game.

Menariknya, segmen Gaming tidak hanya tumbuh dari sisi pendapatan, tetapi juga mampu menjaga profitabilitas dengan mencatat Adjusted EBITDA positif sebesar Rp7 miliar pada kuartal kedua 2026.

Pendapatan Segmen Retail dan Mitra Bukalapak turun

Pada segmen Retail, Bukalapak membukukan pendapatan sebesar Rp60 miliar pada kuartal kedua 2026. Secara semesteran, pendapatan mencapai Rp139 miliar, turun 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut merupakan dampak dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan pipeline produk, mengelola persediaan secara lebih efisien, serta mengembangkan jaringan gerai secara lebih selektif.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun struktur bisnis yang lebih sehat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Victor mengatakan perkembangan positif di berbagai lini bisnis menunjukkan strategi transformasi perusahaan berada di jalur yang tepat.

Sementara itu, segmen Mitra Bukalapak masih menjalani proses konsolidasi sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pendapatan. Pendapatan Mitra pada kuartal kedua tercatat sebesar Rp152 miliar, turun dibandingkan Rp188 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, pendapatan semester pertama juga mengalami penurunan 27% secara tahunan.

Meski demikian, strategi perusahaan untuk lebih selektif terhadap produk yang dipasarkan mulai membuahkan hasil. Bukalapak kini lebih berfokus pada kategori produk dengan margin keuntungan yang lebih tinggi dibanding mengejar volume transaksi.

Hasilnya, margin kontribusi Mitra meningkat 48% menjadi Rp29 miliar, sementara Adjusted EBITDA berbalik positif menjadi Rp8 miliar, dibandingkan negatif Rp9 miliar pada kuartal kedua 2025. Pendekatan ini diklaim menunjukkan perubahan strategi Bukalapak yang lebih mengutamakan efisiensi operasional dan profitabilitas jangka panjang.

BMoney tumbuh seiring meningkatnya minat investasi digital

Selain Gaming, lini bisnis Investment melalui BMoney juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang semester pertama 2026, pendapatan segmen ini meningkat 68% secara tahunan, dari Rp26 miliar menjadi Rp44 miliar. Margin kontribusi turut naik 62% menjadi Rp15 miliar.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya Assets Under Management (AUM) yang kini telah melampaui Rp6 triliun.

Kinerja ini mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap layanan investasi digital yang praktis dan mudah diakses melalui platform digital. BMoney pun menjadi salah satu portofolio Bukalapak yang memperkuat posisinya di sektor teknologi finansial (fintech).

“Perkembangan positif yang berkelanjutan pada segmen Gaming, pencapaian Adjusted EBITDA positif segmen Mitra, dan pertumbuhan segmen Investment menunjukkan kemajuan dari strategi yang kami jalankan. Dengan dukungan neraca yang solid, kami akan terus menjaga disiplin operasional dan berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan di seluruh segmen,” tutupnya.

Dengan dominasi bisnis Gaming, pertumbuhan layanan investasi digital, serta meningkatnya efisiensi operasional, Bukalapak memperlihatkan arah transformasi yang semakin jelas. Perusahaan kini tidak lagi bertumpu pada model marketplace tradisional, melainkan membangun ekosistem teknologi berbasis layanan digital yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi di masa depan.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version