Jakarta, Gizmologi – Jagat media sosial sedang ramai membicarakan konten kreator yang melakukan perekaman tanpa izin kepada sejumlah usher di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Konten kreator tersebut ialah Emanuel Bryan atau yang dikenal dengan Bryan Ebem (ebemartono).
Ebem viral setelah mengunggah konten dengan judul ‘cara deketin cewek di pameran’. Di dalam kontennya, ia menanyakan seputar mobil yang dipamerkan, hingga ke hal pribadi seperti nama, umur, pendidikan dan lain sebagainya ke usher.
Usher yang masuk ke video tersebut meminta untuk video tersebut di-takedown, namun alih-alih melakukan, Ebem malah meminta sejumlah uang ke korban untuk mengganti biaya produksi. Adapun konten kreator atau pelaku ini sudah meminta maaf lewat video yang dia unggah ke Thread. Melihat kasus ini, Kementerian Komunikasi dan Digital pun menanggapi.
Baca Juga: Viral Netizen Luar Negeri Pesan Makanan untuk Pendemo dan Driver Ojol Indonesia
Tanggapan Komdigi Soal Konten Kreator Melakukan Perekaman Tanpa Izin
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid mengingatkan bahwa kasus konten kreator yang merekam tanpa izin termasuk ke pelanggaran UU PDP dan pelanggaran terhadap etika. Kejadian ini harus diberhentikan dan perlu ditindak serius di bidang masing-masing.
“Kita perlu sekali mengingatkan bahwa ini pelanggaran terhadap undang-undang PDP, yang pertama. Dan yang kedua adalah pelanggaran terhadap etika,” ujar Meutya saat ditemui di kantor Komdigi, di Jakarta Pusat, Senin (3/8).
Korban Ebem atau usher yang meminta takedown sempat ditolak oleh pelaku dengan alasan karena hal itu direkam di ranah publik, sebelum ia meminta uang ganti biaya produksi. Terkait soal perekaman di ranah publik, Meutya menekankan bahwa meski di ranah publik, perekaman tanpa izin juga tidak diperbolehkan.
“Jadi tidak boleh ada orang yang merekam tanpa izin, meskipun di ranah publik. Ini kasusnya kurang lebih sama dengan ketidaknyamanan yang disampaikan teman-teman misalnya yang sedang melakukan olahraga di jalan-jalan raya yang kemudian direkam tanpa izin. Jadi kita akan melakukan atau berlakukan ini sebagai hal yang sama,” jelasnya.
Bryan Ebem pun sudah meminta maaf atas perlakuannya kepada korban-korbannya (usher) ke Thread. Dari video konten kreator tersebut ia memintaa maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuannya.
“Beberapa hari ini sedang ramai, terjadinya kegaduhan. Sebelumnya saya Brian, saya ingin minta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan. Saya seharusnya memang tidak mengatakan atas biaya produksi ataupun kata-kata lain yang saya sampaikan di komen. Sekali lagi saya hanya meminta maaf dan mengklarifikasi semua tuduhan, semua narasi yang beredar di sosial media. Ke depannya saya akan lebih hati-hati lagi dalam mem-posting video konten yang saya buat,” terang Ebem di video permintaan maafnya di Thread dan YouTube.
Kasus yang berkaitan dengan perempuan ini tentunya akan diteruskan kepada Wasdig atau tim pengawasan ruang digital. Mereka akan melakukan langkah-langkah terukur untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“Tentu di Komdigi juga kami akan teruskan kepada Wasdig untuk kemudian melakukan langkah-langkah terukur untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ucap Menteri Komdigi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
