LIMS Bisa Sadap Telepon dan SMS, Apakah WhatsApp Aman?

By
Yus Lianson - Editor | Content Creator
5 Min Read
LIMS Bisa Jangkau Telepon dan SMS, Bagaimana dengan WhatsApp? (Ilustrasi AI/ ChatGPT)

Penyadapan lewat Lawful Interception Management System (LIMS) dapat menjangkau telepon biasa, SMS, dan informasi lokasi, tetapi teknologi ini masih belum mampu membuka isi chat WhatsApp terlindung enkripsi end-to-end. 

Penjelasan itu disampaikan pakar keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya, kepada Gizmologi pada Rabu (4/11/2026), setelah muncul dugaan penyalahgunaan sistem untuk menyadap nomor HP Presiden Prabowo Subianto.

Dilansir Antara News, Bareskrim Polri pada Selasa, 3 November 2026, menyebut sejumlah nomor HP selain Presiden Prabowo mencakup LSM, tokoh politik, jurnalis, dan pengusaha diketahui dimasukkan ke server LIMS tanpa verifikasi.

Baca Juga: Pokémon RUN 30 Indonesia Hadir Desember 2026, Ada Festival Gratis dan Fun Run 5K

Pihak kepolisian menduga penyadapan itu dilakukan tanpa kaitan dengan proses penegakan hukum. Bagi Alfons, akses resmi ke LIMS tetap harus dibatasi oleh dasar kasus dan persetujuan untuk setiap target.

Apa Saja yang Bisa Dijangkau LIMS?

Dalam pesan singkat yang diterima Gizmologi, Alfons menyebut intersepsi lewat jaringan operator dapat mencakup telepon biasa, SMS, dan informasi lokasi berdasarkan BTS yang digunakan ponsel.

Kemampuan itu bergantung pada layanan dan konfigurasi sistem. Lokasi dari jaringan juga berbeda dari akses langsung ke GPS atau seluruh riwayat lokasi tersimpan di perangkat. 

Hal serupa berlaku untuk isi ponsel: akses lewat jaringan operator tidak otomatis membuka foto, dokumen, atau seluruh percakapan di aplikasi, dan enkripsi ikut menentukan informasi yang bisa dibaca.

LIMS Bisa Baca Isi WhatsApp?

Ilustrasi WhatsApp. Meta mengakui kesalahan sistem global membuat sejumlah akun pengguna keliru dinonaktifkan. (Foto: Gizmologi/ Yuslianson)

Alfons membedakan telepon biasa dan SMS dengan percakapan aplikasi memakai enkripsi end-to-end. Pada komunikasi terenkripsi, mendapatkan lalu lintas data tidak sama dengan mendapatkan isi pesan dalam bentuk terbaca.

“LIMS tidak bisa membaca isi chat atau mendengarkan panggilan WhatsApp terlindung enkripsi end-to-end. WhatsApp dan Signal terenkripsi end-to-end secara default,” tulis Alfons.

Dokumentasi WhatsApp menyebut pesan dan panggilan pribadi dilindungi enkripsi end-to-end, dan Signal menyatakan perlindungan serupa berlaku pada seluruh percakapan di layanannya. 

Dokumen teknis ETSI menjelaskan, penyedia layanan tidak dapat mendekripsi komunikasi ketika pengguna bertukar kunci tanpa sepengetahuan penyedia. Artinya, akses ke jaringan tidak otomatis memberi kunci untuk membaca pesan.

Akan tetapi berbeda dengan Telegram. Aplikasi buatan Pavel Durov ini punya pengaturan berbeda. Cloud Chats memakai enkripsi antara aplikasi dan server, sedangkan Secret Chats memakai enkripsi end-to-end. 

Cloud Chats memang tidak end-to-end, tetapi lalu lintas menuju server tetap terenkripsi sehingga isi pesan tidak otomatis terbaca oleh operator.

Mengapa Akses LIMS Wajib Mengikuti Prosedur?

ilustrasi smartphone (Foto: Pexels/George-dolgikh)

Menurut Alfons, persoalan pengamanan dimulai dari alasan sebuah nomor dijadikan target. Pihak yang memakai akses harus memiliki dokumen pendukung dan persetujuan sebelum penyadapan berjalan.

“Sebelum melakukan penyadapan, tentu harus ada dokumen pendukung. Orang ini terkait kasus hukum apa? Apa dasar tindakan tersebut? Siapa yang memberikan persetujuan?” kata Alfons. “Berdasarkan data dan persetujuan itu, barulah penyadapan dijalankan.”

Penyalahgunaan, kata Alfons, bisa muncul ketika sistem dan prosedur dilewati. Karena itu, kemampuan mengakses LIMS perlu disertai pertanggungjawaban atas setiap nomor yang diproses. Ia juga menyarankan agar log disimpan terpisah dari sistem yang dipakai untuk mengakses layanan, supaya orang yang aktivitasnya dicatat tidak bisa menghapus jejaknya sendiri.

“Karena itu, log perlu disimpan di tempat terpisah. Mesin secara otomatis terus mengirimkan log ke tempat penyimpanan tersebut, sementara tempat tujuan tidak bisa diakses oleh pihak yang aktivitasnya dicatat,” ujarnya.

Ganti Nomor HP Selesaikan Masalah?

ilustrasi (Foto: pexels/jéshoots)

Isi pesan perlu dibedakan dari metadata, yaitu informasi terkait aktivitas komunikasi. Jenis metadata yang tersedia bergantung pada layanan dan sistem, dan data jaringan operator tidak sama dengan seluruh informasi yang diketahui penyedia aplikasi.

Mengganti nomor pun belum menyelesaikan persoalan selama akses penyadapan masih bisa disalahgunakan. Alfons mengingatkan bahwa nomor pengganti bisa kembali dijadikan target. “Mengganti nomor ponsel bisa saja dilakukan. Namun, nomor pengganti itu kemudian tinggal dimasukkan lagi ke sistem,” katanya.

Author

Yus Lianson

Editor and content creator at Gizmologi. Tech and gaming enthusiast with over 10 years of experience as a journalist.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Turn on JavaScript to leave a comment.

Exit mobile version