Mastercard – CrescentRating Rilis GMTI 2026, Soroti Peran AI dalam Persiapan Perjalanan

By Ronggo
4 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Mastercard dan CrescentRating secara resmi merilis edisi kesebelas Global Muslim Travel Index 2026 (GMTI 2026) pada 26 Juni 2026. Laporan komprehensif tersebut mencatat pencapaian impresif Indonesia yang berhasil naik ke peringkat kedua bersama Turki dan Arab Saudi dengan skor 79. Selain itu, data ini juga menyoroti fakta mengejutkan bahwa 80 persen wisatawan Muslim kini mengandalkan alat berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk keperluan perjalanan mereka.

Tingginya angka penggunaan AI tersebut menunjukkan adanya pergeseran masif dari pencarian manual ke pengambilan keputusan yang digerakkan oleh algoritma cerdas. Platform berbasis AI ini terbukti sangat membantu wisatawan dalam mengidentifikasi pilihan tempat makan halal, menemukan lokasi ruang salat, hingga menyusun rekomendasi personal. Oleh karena itu, setiap destinasi kini dituntut untuk memastikan layanan ramah Muslim mereka tidak hanya tersedia secara fisik, tetapi juga mudah ditemukan dalam ekosistem digital.

“Perjalanan wisata Muslim kini mengalami pergeseran yang ditopang oleh kepercayaan digital, kemudahan akses, serta kebutuhan akan kepastian yang lebih besar di setiap tahap perjalanan,” ungkap Aisha Islam, Senior Vice President Customer Solutions Center Asia Tenggara Mastercard.

Pemerintah Indonesia merespons tren digitalisasi ini dengan secara resmi memperkenalkan teknologi Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia (MaiA). Asisten digital pintar berbasis AI yang terintegrasi di situs Indonesia.Travel tersebut hadir dengan fitur obrolan khusus untuk mempermudah penyusunan rencana perjalanan. Langkah strategis ini memperkuat kendali kualitas informasi pariwisata sekaligus memastikan penawaran ramah Muslim di Tanah Air lebih mudah diakses sejak tahap perencanaan awal.

Baca juga: Jenius Jelajah Jepang Gandeng Klook, Permudah Gen Z Traveling ke Negeri Sakura

Laporan Mastercard – CrescentRating: Mobilitas Regional dan Transformasi Kepercayaan Digital

Dalam laporan Mastercard-CrescentRating, Provinsi Jawa Barat di Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan dinobatkan sebagai Most Promising Muslim-friendly Region untuk kategori negara OIC.

Integrasi teknologi canggih ini memicu persaingan baru yang kini lebih bergeser dari sekadar ketersediaan layanan menuju ke tingkat visibilitas algoritmik. Selain faktor teknologi, tingginya volatilitas global seperti ketegangan geopolitik dan kenaikan biaya juga mulai mengubah perilaku mobilitas para wisatawan.

Laporan GMTI 2026 mengidentifikasi fenomena pergeseran ini sebagai mobilitas ‘satu benua’, di mana wisatawan lebih memilih menyesuaikan rencana perjalanan ke destinasi yang lebih dekat dan aman. Kondisi ini menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai koridor operasional utama bagi wisatawan Muslim berkat konektivitas udaranya yang kuat dan ekosistem halalnya yang mapan.

Fenomena pergeseran rute perjalanan ini menuntut pengelola pariwisata untuk lebih lincah dan responsif dalam mengakomodasi ekspektasi baru wisatawan. CEO CrescentRating & HalalTrip, Fazal Bahardeen, menuturkan, “Di tengah volatilitas global yang menggeser permintaan perjalanan ke koridor ‘satu benua’ yang lebih dekat, aman, dan lebih dapat diprediksi, perubahan destinasi untuk menjasi agile menjadi semakin penting,”. Hal ini menuntut adanya perombakan struktural dari sekadar kesiapan destinasi yang pasif menuju strategi aktivasi destinasi yang lebih aktif dan menyeluruh.

Kawasan Asia sendiri tetap kokoh menjadi pusat perjalanan wisata Muslim dunia dengan mencatatkan kedatangan hingga hampir 128 juta wisatawan. Pada kawasan ini, Malaysia berhasil mempertahankan posisinya sebagai destinasi ramah Muslim paling atas selama sebelas tahun berturut-turut dengan raihan skor 83. Sementara itu, untuk kategori destinasi di luar negara anggota OIC, Singapura sukses mempertahankan posisi pertamanya yang didukung oleh ekosistem kuliner halal dan standar keamanannya.

Keberhasilan pembangunan ekosistem pariwisata yang kuat di kawasan regional turut tercermin secara nyata dalam ajang penghargaan GMTI Awards 2026. Provinsi Jawa Barat di Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan dinobatkan sebagai Most Promising Muslim-friendly Region untuk kategori negara OIC. Di sisi lain, wilayah Mindanao di Filipina juga sukses meraih penghargaan serupa untuk kategori negara non-OIC, yang menegaskan semakin luasnya potensi destinasi wisata di luar pusat tradisional.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version