Jakarta, Gizmologi – OpenAI selama ini dikenal sebagai perusahaan software dan AI, bukan pemain hardware. Namun laporan terbaru dari seorang tipster asal Tiongkok di Weibo mengindikasikan arah baru yang cukup menarik. OpenAI disebut tengah bersiap meluncurkan produk hardware pertamanya, berupa sepasang earbuds berbasis AI.
Jika rumor ini akurat, langkah tersebut menandai pendekatan yang lebih pragmatis dari OpenAI. Alih-alih langsung menghadirkan perangkat revolusioner yang berpotensi mahal dan kompleks, perusahaan ini disebut memilih jalur yang lebih sederhana dan realistis untuk tahap awal.
Meski terdengar menarik, informasi yang beredar masih sangat terbatas. Tidak ada spesifikasi teknis, konsep penggunaan, atau gambaran jelas soal bagaimana earbuds ini akan membedakan diri dari produk audio pintar lain yang sudah ada di pasaran.
Baca Juga: Norwegia Tuduh Peretas Salt Typhoon Tiongkok Bobol Sejumlah Organisasi
Dari Perangkat Ambisius ke Produk yang Lebih Sederhana
Sebelumnya, OpenAI sempat dirumorkan mengembangkan perangkat berbentuk pendant kecil atau bahkan pena pintar. Arah ini sejalan dengan pernyataan CEO OpenAI, Sam Altman, yang menginginkan perangkat AI yang lebih “tenang dan damai” dibanding smartphone. Ambisi tersebut makin diperkuat setelah OpenAI merekrut Jony Ive, mantan kepala desainer Apple.
Namun, menurut laporan yang sama, rencana tersebut tampaknya mengalami penyesuaian. Biaya produksi hardware yang terus meningkat disebut menjadi salah satu alasan mereka memilih untuk menunda perangkat yang lebih kompleks dan fokus pada produk yang lebih mudah direalisasikan.
Earbuds berbasis AI menjadi opsi yang masuk akal. Kategorinya sudah familiar bagi konsumen, rantai pasoknya matang, dan potensi integrasi AI berbasis suara cukup besar. Meski demikian, langkah ini juga bisa dilihat sebagai kompromi dari visi awal yang sempat terdengar jauh lebih ambisius.
Potensi Besar, Tapi Tantangan Tak Kecil
Earbuds yang disebut-sebut akan diberi nama “Dime” ini dikabarkan akan meluncur sebelum akhir tahun. OpenAI juga disebut akan merilis versi yang lebih canggih di kemudian hari, setelah masalah pasokan HBM atau high-bandwidth memory mulai membaik.
Di satu sisi, earbuds AI bisa menjadi pintu masuk yang strategis untuk menghadirkan AI ke keseharian pengguna secara lebih natural. Interaksi berbasis suara memungkinkan pengalaman hands-free yang benar-benar kontekstual, sesuatu yang selama ini masih terasa terbatas di smartphone.
Namun di sisi lain, pasar earbuds sudah sangat padat. Tanpa diferensiasi yang jelas, OpenAI berisiko tenggelam di antara produk serupa dari brand teknologi mapan. Pertanyaan terbesarnya bukan soal apakah OpenAI mampu membuat hardware, tetapi apakah mereka bisa menghadirkan alasan kuat bagi pengguna untuk memilihnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

