Atlet esports menjadi salah satu jenjang karier yang saat ini sedang populer di kalangan anak-anak muda atau Gen Z, dengan iming-iming potensi penghasilan dari gaji fantastis, bonus setiap game, hingga hadiah kemenangan (prize money).
Akan tetapi, penghasilan besar sebagai atlet esports belum tentu bertahan setelah performa melewati masa puncaknya. Ketika pengeluaran telanjur mengikuti kenaikan pendapatan, tak sedikit pemain menghadapi kesulitan mengatur keuangan mereka.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Ditebus Rp11,7 Juta Lewat Galaxy Upgrade Festival
Persoalan itu menjadi perhatian Lius Andre Saputra, Professional Esports Talent & Speaker. Dalam diskusi bersama Visa Indonesia, Bank Jago, dan Moonton Games di Jakarta, Kamis (29/10/2026), ia membahas atlet esports yang mendadak memperoleh pendapatan lebih besar, tetapi belum siap mengelola uang tersebut.
“Tiba-tiba dapat duit lebih banyak, mereka tuh bingung,” ujar Lius saat menggambarkan tantangan yang dapat dihadapi pemain setelah masuk ke level profesional.
Ia menjelaskan, sebagian pemain bisa mengalami perubahan kondisi ekonomi besar setelah menjadi atlet atlet esports. Persoalan muncul ketika kemampuan membelanjakan uang tumbuh lebih cepat daripada pemahaman untuk mengelola penghasilan.
Kenaikan Penghasilan Atlet Esports Diikuti Perubahan Gaya Hidup
Lius mencontohkan atlet esports yang sebelumnya memiliki keterbatasan ekonomi, kemudian memperoleh pendapatan lebih besar setelah berkarier secara profesional. Dalam situasi tersebut, pemain perlu menghadapi kebiasaan dan pilihan pengeluaran yang berbeda.
Selama berkarier di dunia esports, ia berpendapat daya beli yang meningkat dapat mendorong perubahan gaya hidup. “Uang yang diperoleh selama berkarier sebagai atlet esports berisiko habis apabila pengeluaran terus bertambah tanpa pengelolaan yang memadai,” kata Lius.
Karenanya, edukasi finansial di ekosistem esports, termasuk Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) sangatlah penting. Hal tersebut juga turut melihat ruang bagaimana para atlet esports Mobile Legends lebih aware dengan hal-hal tentang finansial atau keuangan.
Berkaca dari hal tersebut, Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, menjelaskan kebutuhan memisahkan uang berdasarkan tujuan. Ia mencontohkan pembagian dana pribadi dan anggaran gaming melalui fitur Kantong.
Michael juga menyebut pengaturan batas transaksi sebagai salah satu fungsi yang dapat digunakan untuk mengontrol pengeluaran. “Limit transaksi juga bisa kita atur,” kata Michael.
Keterlibatan institusi keuangan dalam komunitas esports dapat membantu menambah pengetahuan pemain, dan siap menghadapi perubahan penghasilan, terutama ketika peluang memperoleh pendapatan besar tidak lagi sama seperti pada masa puncak karier sebagai atlet esports.
Visa Gandeng Moonton hingga M10, Siapkan Kartu Khusus M8 Series
Di sisi lain, Visa Indonesia dan Bank Jago sedang bersiap untuk merilis kartu edisi terbatas bertema Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) atau Jago Visa MLBB M8 Limited Edition Debit Card untuk pasar Indonesia bertepatan dengan digelarnya M8 series. Rencana itu juga sebagai bentuk komitmen entitas teknologi jaringan pembayaran global itu dalam ekosistem MLBB.
Tak hanya itu, Visa juga mengumumkan memperpanjang kemitraan jaringan pembayaran global tersebut dengan Moonton hingga M10 pada 2029 mendatang. Head of Communications Visa Indonesia, Astri Abyanti, mengungkap rencana kartu tersebut dalam sesi diskusi bersama Bank Jago dan Moonton Games.
“Desain akan mengangkat karakter ikonik di MLBB, tetapi karakter yang dipilih belum diumumkan. Jadi nanti akan ada Jago Visa MLBB M8 Limited Edition Debit Card,” kata Astri dalam acara Media Gathering Visa x Moonton di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Sayangnya, baik Visa dan Bank Jago belum merinci tanggal peluncuran, biaya, maupun syarat bagaimana konsumen dan fans Mobile Legends bisa memperoleh edisi khusus tersebut. “Kita akan umumkan menjelang M8 series digelar Desember 2026 nanti,” ujar Astri.
Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki komunitas gaming dan esports yang berkembang dengan pesat, didukung oleh meningkatnya partisipasi pemain, penggemar, kreator konten, serta pelaku industri.
Karakter MLBB di Kartu Edisi Khusus M8 Masih Rahasia
Astri mengatakan, desain khusus menjadi salah satu cara Visa dan Bank Jago mendekatkan layanan kepada komunitas gamer, khususnya fans esports seperti game MLBB ini. “Pengumuman identitas karakter di kartu edisi khusus M8 ini akan menjadi kejutan besar bagi fans, kira-kira siapa karaternya?”, jelasnya.
Terkait dengan dukungan hingga M10 series, Visa akan menjadi Global Payment Partner atau mitra pembayaran global untuk M8 pada 2027 hingga tiga tahun mendatang. Kerja sama itu merupakan lanjutan komitmen perusahaan pada M7 di Jakarta.
Astri menjelaskan, antusiasme pemain, tim, dan penggemar selama turnamen menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk memperpanjang kemitraan.
“Gaming telah menjadi ruang berkumpul dan membangun hubungan bagi berbagai kelompok masyarakat. Visa juga melihat keterlibatan penggemar meluas melalui kegiatan nonton bersama di negara lain,” katanya.
Pada tingkat global, kemitraan M8–M10 mencakup akses prioritas tiket bagi pemegang kartu Visa serta kesempatan memenangkan akses zona VIP, pertemuan dengan pemain, dan tur di balik layar. Manfaat tersebut tidak berarti seluruh pemegang kartu otomatis mendapat akses ke semua kegiatan.
Martinus Manurung, Head of Business Development Esports Moonton, menilai keterlibatan Visa dapat menambah pilihan pengalaman bagi penonton. “Salah satu contoh adalah beli tiket akan semakin mudah, merchandise eksklusif, dan area tempat duduk khusus selama acara gelar,” kata Martinus
“Saat ini, M Series menarik jutaan penonton serta mitra seperti Visa, yang menunjukkan bagaimana budaya gaming di Indonesia mampu menciptakan peluang nyata bagi merek dan pelaku bisnis internasional. Inilah potensi ekonomi yang kami yakini dapat dihadirkan oleh esports bagi Indonesia.”
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

