Produser Ubisoft Tanggapi Isu Rasis di Game Assasin’s Creed Shadows!

By
3 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Sejak pertama kali rilis trailer Assasin’s Creed Shadows, Ubisoft langsung mendapatkan serangan dari netizen yang menganggap studio bersikap rasis karena telah menghadirkan main character samurai berkulit hitam. Bagi netizen, samurai kulit hitam bukanlah representasi tepat bagi seorang samurai.

Pihak studio tidak pernah memberikan tanggapan resmi terkait hal tersebut, namun baru-baru ini produser Ubisoft Marc-Alexis Côté akhirnya angkat bicara lewat wawancara bersama Game File. Dikutip dari Kotaku, Game File juga membahas cuitan Elon Musk di X tentang bahaya DEI (Diversity, Equity, Inclusion) yang membunuh kesenian.

Côté tidak menanggapi cuitan tersebut lebih jauh dikaitkan dengan Assasin’s Creed Shadows. Terkait Yasuke, dirinya berkeyakinan bahwa sosok tersebut sudah sesuai sejarah. “Yasuke sangat, sangat berpijak pada sejarah,” ujarnya.

Kehadiran Yasuke juga sudah menjadi bagian dari franchise Assasin’s Creed yang selalu menghadirkan sosok bersejarah dalam setiap ceritanya. Begitu juga dengan Yasuke, yang selalu hadir dalam setiap tim riset meneliti mengenai zaman feodal di Jepang. Sosoknya yang misterius justru dianggap memberikan peluang untuk memasukan alur sesuai keinginan pihak studio.

Côté mengajak netizen dan juga publik gamer untuk memainkan gamenya langsung untuk mengetahui sejauh mana keserasian sejarah itu berjalan. Diawali dengan melepas trailer gameplay real-time selama kurang lebih 12 menit kepada publik.

Baca juga: Game Life is Strange: Double Exposure, Kisahkan Penyelidikan di Dunia Pararel

Ubisoft Lepas Gameplay Penuh Darah di Assasin’s Creed Shadows

Aksi Naoe sebagai shinobi menjadi inti gameplay dari franchise Assasin’s Creed itu sendiri.

Di tengah isu mengenai rasisme dalam game yang dibuat, Ubisoft tetap melanjutkan agenda rilis gameplay Assasin’s Creed selama kurang lebih 12 menit. Diperlihatkan cara bermain dua karakter utama, Sang Samurai – Yasuke dan Shinobi – Naoe.

Yasuke tampil dalam bagian pertama gameplay melalui aksi penuh tenaga dan brutal. Ubisoft jelas memberikan perhatian pada detail, baik visual maupun interaksi lingkungan permainan. Alam Jepang di era samurai hadir memukau bersamaan dengan aksi pertarungan dinamis. Tidak ada aksi mengendap bagi Yasuke, semua tanpa basa-basi langsung hantam.

Sementara itu Naoe jelas menjadi inti dari seri Assasin’s Creed itu sendiri. Diperlihatkan aksinya itu memanjat, melompat, bergelantungan di atap bangunan terasa mengalir dan nyaris tanpa cela. Naoe juga diperlihatkan mampu menyelam dalam air sambil memanfaatkan bambu untuk bernapas.

Assasin’s Creed Shadows akan dirilis pada 15 November 2024 untuk konsol Playstation 5, Xbox Series X|S, dan tentu saja PC. Dan belakangan dikonfirmasi bahwa Mac juga akan mendapatkan versinya sendiri. Pada akhirnya, seperti kata Côté bahwa dengan memainkan game ini secara langsung baru kita dapat memahami peran dari Yasuke dalam sejarah Jepang.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version