Riset Buktikan Naik Gaji Bisa Pengaruhi Tingkat Kepuasan Pekerja

4 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Dalam laporan Jobstreet by SEEK, terungkap naik gaji bisa mempengaruhi tingkat kepuasan pekerja. Data tersebut masuk ke dalam laporan terbaru mereka yang bertajuk “Salary Pulse”.

“Gaji adalah faktor mendasar yang membentuk perasaan pekerja di Indonesia terhadap pekerjaan mereka. Kepuasan terhadap gaji merupakan area yang krusial untuk dipahami dan ditanggapi secara serius oleh para pemimpin perusahaan, mengingat peran pentingnya dalam mendorong produktivitas serta retensi karyawan yang kuat,” ujar Wisnu Dharmawan, Managing Director – Indonesia, Jobstreet by SEEK.

Selain gaji, dalam laporan terbaru dari Jobstreet ini juga membahas tingkat kewajaran kompensasi, dan negosiasi bayaran. Laporan ini disusun berdasarkan survei daring yang dilakukan bersama lembaga riset Nature pada bulan Februari 2026 terhadap 1.010 individu profesional di pasar kerja Indonesia dengan rentang usia 18 hingga 64 tahun.

Baca Juga: Fitur Basic Talent Search di Jobstreet by SEEK Hadir, Apa Gunanya?

Naik Gaji Dorong Motivasi dan Mencegah Turnover

Hasil utama laporan Salary Pulse, ialah pekerja Indonesia merasa digaji paling adil dan layak dibandingkan wilayah Asia Pasifik lainnya yang disurvei. Dengan 81% menyatakan bahwa gaji mereka terasa wajar untuk pekerjaan yang mereka jalani saat ini.

Meskipun demikian, terdapat selisih dengan tingkat kepuasan, di mana hanya 66% responden yang melaporkan benar-benar merasa puas dengan nominal gaji mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa para pekerja tidak hanya ingin mengetahui bahwa mereka digaji sesuai standar atau tolok ukur pasar, tetapi mereka juga ingin merasa dihargai secara bermakna atas kontribusi mereka untuk bisa merasa benar-benar digaji dengan baik.

Ketika pekerja di Indonesia merasa bahagia dengan bayaran mereka, mereka hampir dua kali lipat atau sekitar 1,7 kali lipat lebih termotivasi dan bersedia memberikan usaha ekstra di tempat kerja. Sebaliknya, karyawan yang tidak bahagia dengan gaji mereka memiliki kemungkinan 2,2 kali lipat lebih besar untuk memikirkan pindah pekerjaan dan mencari peluang baru.

ilustrasi mencari kandidat pekerja (Foto: Freepik)

Dalam hal negosiasi, lebih dari setengah pekerja di Indonesia merasa nyaman untuk meminta naik gaji,  menjadikan mereka sebagai kelompok pekerja yang paling percaya diri di kawasan Asia Pasifik. Hampir dua pertiga (64%) pekerja tercatat pernah berinisiatif meminta naik gaji kepada perusahaan.

Menariknya, bersikap proaktif terbukti sangat membuahkan hasil, di mana 83% karyawan yang meminta kenaikan gaji tersebut sukses mendapatkannya. Lebih lanjut, laporan eksklusif ini mengungkapkan bahwa tren naik gaji cukup umum terjadi di Indonesia, di mana sebanyak 62% pekerja melaporkan adanya peningkatan upah dalam setahun terakhir.

Mayoritas kenaikan ini bersifat moderat, dengan 45% pekerja menerima kenaikan hingga 5% dan 39% menerima kenaikan antara 6–10%. Menariknya, jenis peningkatan kompensasi ini sangat mempengaruhi tingkat kepuasan psikologis pekerja.

Karyawan yang mendapatkan kenaikan gaji berdasarkan performa atau kinerja kerja (performance-based) jauh lebih bahagia dengan remunerasi mereka (89%) dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima penyesuaian massal di tingkat perusahaan (company-wide), yaitu sebesar 67%. Hal ini menggarisbawahi betapa pentingnya bagi manajemen untuk mengaitkan kompensasi secara langsung dengan kontribusi nyata individu.

“Kami sangat menganjurkan bagi para pemimpin perusahaan dan pemberi kerja lainnya untuk mengedepankan komunikasi yang transparan dan menetapkan target capaian yang jelas guna mencegah risiko karyawan menarik diri secara sepihak (quiet withdrawal) yang dapat mengganggu produktivitas bisnis,” ungkap Wisnu.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version