Samsung Galaxy S26 Terdaftar di WPC, Wireless Charging Lebih Kencang tapi Tanpa Magnet

3 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Menjelang peluncuran resminya, lini Samsung Galaxy S26 kembali mencuri perhatian lewat sebuah dokumen yang muncul di situs Wireless Power Consortium (WPC). Bukan spesifikasi kamera atau chipset yang bocor kali ini, melainkan detail soal teknologi pengisian daya nirkabel yang akan dibawa oleh tiga model Galaxy S26.

Daftar tersebut diyakini merujuk pada Samsung Galaxy S26, Galaxy S26 Plus, dan Galaxy S26 Ultra. Meski terlihat teknis dan terkesan minor, informasi ini cukup penting karena menyentuh aspek yang semakin diperhatikan pengguna flagship, yakni kecepatan dan fleksibilitas wireless charging.

Di satu sisi, Samsung terlihat melakukan peningkatan. Namun di sisi lain, ada satu keputusan yang bisa mengecewakan sebagian pengguna, terutama mereka yang berharap pengalaman wireless charging lebih modern dan praktis.

Baca Juga: REDMAGIC 11 Air Resmi Meluncur Global, Gaming Flagship yang Lebih Tipis Kini Punya Pendingin Aktif

Qi 2.2.1 dan Potensi Wireless Charging Lebih Cepat

Berdasarkan listing WPC, trio Samsung Galaxy S26 akan mendukung standar Qi 2.2.1. Versi ini memungkinkan pengisian daya nirkabel hingga 20W atau bahkan lebih, tergantung implementasi dari masing-masing produsen.

Informasi ini sejalan dengan rumor sebelumnya yang menyebut Galaxy S26 Ultra bakal membawa wireless charging 25W. Jika benar, ini akan menjadi peningkatan yang cukup signifikan, mengingat Samsung selama beberapa generasi terakhir cenderung konservatif dalam hal kecepatan pengisian daya nirkabel.

Untuk pengguna, peningkatan ini tentu berdampak positif. Wireless charging tak lagi sekadar soal kenyamanan, tapi juga soal efisiensi waktu. Dengan daya yang lebih tinggi, mengisi baterai secara nirkabel bisa menjadi opsi yang lebih masuk akal untuk penggunaan harian, bukan hanya sekadar pelengkap.

Masih Pakai BPP, Magnet Tetap Absen

Sayangnya, peningkatan tersebut datang dengan kompromi. Dokumen yang sama mengungkap bahwa Galaxy S26 series hanya mendukung Base Power Profile (BPP), bukan Magnetic Power Profile (MPP). Artinya, perangkat ini tidak akan memiliki magnet internal untuk mendukung aksesori Qi2 berbasis magnet.

Implikasinya cukup jelas. Galaxy S26 tidak bisa langsung menempel ke charger atau aksesori magnetik tanpa bantuan casing khusus. Bagi pengguna yang berharap pengalaman ala MagSafe seperti di ekosistem lain, ini jelas terasa setengah langkah.

Di segmen flagship, dukungan magnetik mulai dianggap sebagai fitur premium, bukan sekadar gimmick. Keputusan Samsung ini bisa dilihat sebagai langkah aman untuk menjaga desain dan kompatibilitas, tapi di saat yang sama berisiko tertinggal dari tren yang sedang berkembang.

Pada akhirnya, Samsung Galaxy S26 menawarkan peningkatan nyata di kecepatan wireless charging, namun belum sepenuhnya menjawab ekspektasi soal fleksibilitas dan ekosistem. Peningkatan ada, tapi belum sepenuhnya tanpa catatan.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version