SpaceX tampaknya ingin bergerak lebih jauh dari sekadar menyediakan internet satelit. Perusahaan milik Elon Musk tersebut tengah berupaya masuk ke pasar operator seluler Amerika Serikat melalui Starlink Mobile, layanan yang ditargetkan bisa bersaing dengan AT&T, T-Mobile, dan Verizon.
Namun, membangun jaringan seluler konvensional bukan perkara mudah. Meski SpaceX telah membeli tambahan spektrum frekuensi untuk mendukung rencananya, perusahaan masih membutuhkan infrastruktur menara seluler agar layanannya bisa menjangkau pengguna di dalam gedung dan kawasan perkotaan secara lebih konsisten.
Laporan terbaru menyebut SpaceX sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan EchoStar, perusahaan induk Boost Mobile. Bahkan, Elon Musk dikabarkan telah bertemu langsung dengan Chairman EchoStar, Charlie Ergen, pada Oktober lalu. Pembicaraan tersebut disebut mengarah pada kemungkinan akuisisi Boost Mobile atau sekadar akses ke jaringan yang dimilikinya.
Baca Juga: Atlet Esports Bergaji Besar, Dompet Tak Selalu Ikut Aman
Boost Mobile Bisa Jadi Jalan Pintas SpaceX
Boost Mobile saat ini menggunakan jaringan milik AT&T dan T-Mobile melalui perjanjian sewa. Jika mereka berhasil mengakuisisi operator tersebut atau mendapatkan akses ke infrastrukturnya, perusahaan berpotensi memperoleh jalur lebih cepat untuk menghadirkan layanan seluler berbasis menara, tanpa harus membangun seluruh jaringan dari awal.
Namun, skema tersebut tidak otomatis berjalan mulus. Perjanjian sewa jaringan biasanya tidak bisa dialihkan begitu saja kepada pemilik baru tanpa persetujuan operator yang menyediakan infrastruktur. Artinya, AT&T dan T-Mobile kemungkinan tetap harus menyetujui perubahan tersebut. Keduanya sebelumnya dikabarkan menolak permintaan SpaceX untuk menggunakan jaringan mereka, begitu pula Verizon.
Ambisi Starlink Mobile Hadapi Tantangan Infrastruktur
SpaceX telah menyampaikan ambisinya menjadi operator seluler besar di Amerika Serikat. CFO Bret Johnsen bahkan menyebut target perusahaan adalah menjadi pemain utama di industri tersebut. Selain layanan konsumen, jaringan seluler juga berpotensi membuka sumber pendapatan baru dari konstelasi lebih dari 12.000 satelit Starlink yang telah beroperasi.
Meski begitu, pembangunan infrastruktur tetap menjadi tantangan besar. CEO Verizon memperkirakan SpaceX membutuhkan empat hingga enam tahun untuk membangun jaringan yang memadai, sedangkan Musk memperkirakan prosesnya bisa berlangsung sekitar setengah dari waktu tersebut. Perbedaan estimasi ini menunjukkan bahwa ambisi SpaceX masih menghadapi banyak pekerjaan teknis dan bisnis. Hingga kini, belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan, sementara sejumlah perusahaan terkait juga belum memberikan komentar.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
