Spotify Masuk ke Dunia Fitness, Kini Tawarkan Workout Terpandu untuk Semua Pengguna

3 Min Read

Jakarta, Gizmologi Spotify ingin mengambil peran lebih besar dalam rutinitas olahraga penggunanya. Setelah lama identik dengan playlist lari, gym, atau yoga, platform streaming musik itu kini resmi menghadirkan guided workout experiences alias sesi latihan terpandu langsung di dalam aplikasi.

Fitur baru ini tersedia untuk pengguna Free maupun Premium, dan bisa diakses lewat ponsel, komputer, hingga TV. Spotify juga menyiapkan Fitness hub sebagai pusat konten olahraga, yang bisa ditemukan lewat menu Browse atau pencarian kata “fitness”.

Langkah ini menunjukkan Spotify tak lagi ingin dipandang semata sebagai layanan musik atau podcast. Perusahaan kini bergerak ke area lifestyle dan wellness, segmen yang tengah tumbuh cepat dan diperebutkan banyak platform digital.

Baca Juga: Spotify Akhirnya Beri Opsi Matikan Video, Respons Kritik Pengguna?

Dari Playlist ke Kelas Latihan

Untuk tahap awal, mereka akan menggandeng sejumlah kreator kebugaran populer seperti Yoga with Kassandra, Chloe Ting Home Workouts, Sweaty Studio, hingga Pilates Body by Raven. Kontennya terdiri dari format video maupun audio-only, tergantung jenis latihan.

Pengguna dapat memilih kategori seperti Cardio: Floor, Cardio: Outdoor, Yoga, Pilates, hingga meditasi. Pendekatan ini cukup masuk akal: banyak orang sudah memakai Spotify saat olahraga, sehingga menambahkan sesi latihan terpandu terasa sebagai evolusi alami.

Bagi pengguna gratis, kehadiran fitur ini bisa menjadi nilai tambah signifikan tanpa perlu berlangganan aplikasi fitness terpisah. Sementara untuk Spotify, semakin lama pengguna berada di dalam aplikasi, semakin besar peluang retensi dan monetisasi.

Namun tantangannya juga nyata. Platform seperti YouTube, Nike Training Club, Apple Fitness+, hingga berbagai aplikasi workout gratis sudah lebih dulu kuat di kategori ini.

Premium Dapat Bonus Peloton

aplikasi tersebut juga mengumumkan kemitraan baru dengan Peloton untuk pelanggan Premium. Lewat kerja sama ini, pengguna mendapat akses ke lebih dari 1.400 kelas on-demand, mulai dari lari outdoor, strength training, yoga, cardio, hingga meditasi.

Menariknya, Spotify menegaskan pengguna tidak membutuhkan perangkat Peloton untuk mengikuti kelas tersebut. Ini penting karena brand Peloton selama ini identik dengan sepeda statis dan treadmill premium.

Secara strategis, kolaborasi ini saling menguntungkan. Spotify mendapat kredibilitas di sektor fitness, sementara Peloton memperluas jangkauan kontennya ke audiens global yang jauh lebih besar.

Meski begitu, belum tentu semua pengguna Spotify menginginkan aplikasi musik bercampur fitur kebugaran. Jika terlalu banyak ekspansi, risiko identitas produk menjadi kabur juga ada. Untuk saat ini, mereka tampaknya sedang menguji apakah masa depan streaming bukan hanya soal mendengar, tetapi juga bergerak.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

TAGGED:
Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version