Integrasi Jaringan XLSMART Capai 96 Persen, Apa yang Tersisa?

By
Yus Lianson - Editor | Content Creator
5 Min Read
Merza Fachys menjelaskan penyalahgunaan akses pada layanan cek nomor berdasarkan NIK. (Gizmologi/ Yuslianson)

XLSMART menyebut integrasi jaringan setelah merger telah mencapai 96 persen. Operator telekomunikasi itu menyebut, sebagian besar jaringan kini beroperasi sebagai satu kesatuan, sementara penyatuan masih berjalan di sejumlah wilayah.

Integrasi Jaringan XLSMART ini diungkap oleh Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, saat berbicara dengan media pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Media Experience Update 5G Yogya-Solo

Ia mengatakan perusahaan menargetkan seluruh proses integrasi selesai pada akhir 2026. “Integrasi jaringan sudah 96 persen,” kata Merza.

Adapun XLSMART merupakan entitas hasil penggabungan XL Axiata, Smartfren Telecom, dan Smart Telecom pada 17 April 2025. Dalam pengumuman perusahaan saat itu, merek XL, AXIS, dan Smartfren tetap dipertahankan untuk melayani pelanggan.

Integrasi Jaringan XLSmart dan Sistem Internal Punya Progres Berbeda

Merza membedakan proses integrasi jaringan XLSmart merupakan sistem teknologi informasi atau IT. Menurut penjelasannya, sistem IT yang berkaitan dengan jaringan dan layanan masyarakat sudah terintegrasi.

Pekerjaan yang masih berjalan mencakup sistem untuk kebutuhan internal, termasuk proses bisnis perusahaan. Bagian ini diharapkan selesai dalam beberapa bulan ke depan.

“Sebanyak 96 persen sudah satu network, tidak ada lagi dua,” ujar Merza. Angka 96 persen tersebut merujuk pada progres integrasi jaringan XLSmart yang disampaikan perusahaan. 

Sayangnya, persentase tersebut tidak menjelaskan luas cakupan sinyal nasional, jumlah pelanggan yang memperoleh 5G, atau hasil pengukuran kecepatan internet.

Selain itu, Merza juga belum menyebut wilayah yang masih menunggu integrasi maupun dasar penghitungan persentase setelah integrasi jaringan XLSmart terwujud.

Organisasi XL dan Smart Sudah Disatukan

Selain jaringan dan IT, Merza menjelaskan integrasi jaringan XLSmart ini telah menyatukan organisasi sumber daya manusia. Pegawai kini menjalankan fungsi masing-masing dalam satu struktur.

“Sekarang sudah satu organisasi. Semua sudah punya fungsi sesuai dengan bidang masing-masing,” kata Merza. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan tahap awal penggabungan ketika perusahaan masih menjalankan dua organisasi. 

Penyatuan struktur menjadi bagian dari pekerjaan integrasi di luar infrastruktur jaringan. Menurut Merza, beberapa bagian integrasi telah selesai lebih cepat dari jadwal. 

“Integrasi jaringan XLSmart hampir semua selesai sesuai, bahkan lebih cepat dari target,” ujar Merza.

Untuk pelanggan, perkembangan ini memberi gambaran seberapa jauh penyatuan operasional perusahaan telah berjalan.

XLSmart: Jaringan 5G Sudah Jangkau 23 Wilayah di Jateng dan DIY

vDirektur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menjelaskan perluasan jaringan XL 5G. (Gizmologi/ Yuslianson)

XLSMART mengungkap telah memperluas jangkauan jaringan 5G mereka di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di mana operator telekomunikasi itu menggunakan pendekatan 5G Blanket Coverage.

Dalam sesi Media Experience Update 5G Yogya-Solo, Kamis (15/10/2026), XLSmart mengumumkan jaringan 5G miliknya telah menjangkau 23 kota dan kabupaten di kedua provinsi, termasuk kawasan Yogyakarta dan Solo.

Perluasan jaringan tersebut didukung lebih dari 9.600 BTS 5G yang tersebar di Jawa Tengah dan DIY, dengan catatan pertumbuhan trafik data internet sebesar 17 persen di wilayah Jogja–Solo dalam satu tahun terakhir, seiring meningkatnya penggunaan layanan digital oleh masyarakat.

Pengembangan jaringan ini mencakup sejumlah wilayah seperti Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, hingga Kota Surakarta.

XLSMART Perluas Cakupan 5G dengan Blanket Coverage

Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam. (Gizmologi/ Yuslianson)

Dalam paparannya pendekatan 5G Blanket Coverage ini ditujukan untuk menghadirkan cakupan jaringan lebih menyeluruh di suatu wilayah. Melalui pendekatan ini, perusahaan ingin memperluas akses 5G agar tidak hanya tersedia di lokasi tertentu.

Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menjelaskan perluasan jaringan tersebut juga mempertimbangkan peningkatan kapasitas dan kualitas konektivitas di kawasan memiliki aktivitas masyarakat tinggi.

“Pengembangan jaringan diarahkan ke berbagai lokasi, mulai dari kawasan pendidikan, permukiman, pusat perdagangan, transportasi, hingga destinasi wisata,” katanya.

Di Yogyakarta, beberapa kawasan menjadi perhatian XLSMART mencakup Malioboro, Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Candi Prambanan, Jogja Expo Center (JEC), dan Stadion Kridosono. Sementara di Solo, pengembangan jaringan mencakup kawasan Stasiun Solo Balapan, Stadion Manahan, dan Pura Mangkunegaran.

Untuk mendukung cakupan tersebut, XLSMART mengoperasikan sekitar 35.100 BTS di Jawa Tengah, termasuk lebih dari 8.000 BTS 5G. Adapun di DIY, perusahaan memiliki lebih dari 5.100 BTS, termasuk lebih dari 1.300 BTS 5G.

Secara keseluruhan, XLSMART mengklaim infrastrukturnya di kedua provinsi telah mencapai lebih dari 40.000 BTS, termasuk lebih dari 9.600 BTS 5G.

Meski begitu, jumlah BTS dan luasnya wilayah yang masuk cakupan tidak secara langsung menunjukkan kualitas koneksi sama di setiap lokasi.

“Pengalaman pelanggan tetap dapat dipengaruhi oleh kondisi jaringan setempat, perangkat yang digunakan, hingga kepadatan pengguna,” papar Shurish.

Author

Yus Lianson

Editor and content creator at Gizmologi. Tech and gaming enthusiast with over 10 years of experience as a journalist.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Turn on JavaScript to leave a comment.

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version