Jakarta, Gizmologi – Meta secara resmi meluncurkan pembaruan fitur Pengawasan Orang Tua pada aplikasi Threads bagi pengguna di kawasan Asia Pasifik. Kehadiran instrumen kendali ini merupakan kelanjutan komitmen perusahaan dalam menyediakan perangkat bantu bagi orang tua untuk memantau aktivitas daring remaja di seluruh ekosistem aplikasinya. Sistem pengawasan digital ini dirancang untuk bekerja secara beriringan melengkapi seluruh fitur perlindungan bawaan yang sebelumnya telah terpasang pada Akun Remaja di platform Threads.
Lewat pembaruan ini, para orang tua atau wali kini dibekali dengan hak akses langsung untuk mengendalikan serta memonitor rekam jejak aktivitas anak remajanya melalui portal Family Center. Mulai pekan ini, wewenang kontrol atas akun Threads milik anak akan sepenuhnya sama mutlaknya dengan tingkat pengawasan pada layanan-layanan Meta lainnya. Orang tua kini berhak menjadi pengambil keputusan utama perihal diizinkan atau tidaknya remaja berusia di bawah 16 tahun melonggarkan batas pengaturan akun mereka.
Profil Akun Remaja di Threads sendiri memang telah dibentengi oleh sistem perlindungan otomatis sedari awal. Mekanisme perlindungan bawaan tersebut mencakup penetapan status akun yang dikunci menjadi privat secara default. Selain itu, platform juga secara otomatis menerapkan pembatasan ketat terhadap jenis maupun kategori konten yang diizinkan untuk dilihat oleh audiens remaja.
Setelah sinkronisasi fitur Pengawasan Orang Tua ini diaktifkan, berbagai wawasan analitik mendalam akan langsung terbuka dan bisa diakses oleh wali. Salah satu kemampuan utamanya adalah fitur pelacakan waktu (Time Spent), di mana orang tua dapat melihat total akumulasi durasi penggunaan Threads harian anak dalam seminggu terakhir. Sistem analitik ini bahkan mampu mengalkulasi sekaligus menampilkan rata-rata penggunaan waktu harian remaja tersebut secara akurat.
Baca juga: Mengenal Muse, Personal AI Agent yang Diciptakan oleh Meta
Threads Beri Pengendalian Waktu dan Privasi Digital
Guna mencegah risiko kecanduan media sosial, fitur ini turut menyertakan opsi penetapan batasan waktu penggunaan aplikasi (Time Limits). Orang tua dapat menentukan batas alokasi durasi harian maksimal sekaligus memblokir total akses Threads pada hari maupun jam-jam tertentu yang telah disepakati. Skema pembatasan durasi ini juga berlaku secara menyeluruh (akumulatif) sekalipun sang anak membuka akunnya melalui beberapa perangkat yang berbeda.
Fitur krusial lainnya yang disematkan adalah penyelarasan Mode Tidur untuk menjaga kualitas waktu istirahat remaja pada malam hari. Melalui fungsi ini, seluruh notifikasi akan dimatikan seketika dan fitur balasan otomatis akan aktif secara default dari pukul 10 malam hingga 7 pagi waktu setempat. Tentu saja, pihak wali diberikan otoritas mutlak untuk menyesuaikan ulang, membatasi, atau bahkan memblokir keseluruhan akses pada jendela waktu malam hari tersebut.
Fokus pengawasan platform tidak sebatas pada manajemen waktu semata, namun turut merambah pada ranah keamanan privasi interaksi digital. Wali atau orang tua diberikan wewenang penuh untuk menyortir dan menentukan siapa saja pengguna yang diperbolehkan menandai (tag) akun anaknya dalam sebuah postingan. Lebih jauh lagi, fitur ini memungkinkan wali untuk mengelola, menyeleksi, hingga menyetujui preferensi konten-konten sensitif apa saja yang layak tayang bagi remaja.
Bagi pengguna yang ingin segera mengaktifkan instrumen pengawasan ini, dapat langsung mengakses portal resmi di tautan familycenter.meta.com/supervision. Pihak Meta berjanji akan terus mengembangkan perangkat pemantauan ini agar semakin mempermudah orang tua dalam menelusuri pengaturan dan mendapatkan wawasan bermanfaat. Seluruh dedikasi ini bermuara pada satu tujuan luhur, yakni menghadirkan dukungan pengalaman digital yang positif dan aman bagi audiens remaja di seluruh portofolio aplikasinya secara terpusat.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

