Wacana Menkominfo Buat Search Engine Sendiri, Ada yang Bikin Gatotkaca

3 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate punya mimpi agar Indonesia bisa punya mesin pencari atau search engine seperti Google. Hal ini terungkap saat Menteri dari Partai Nasdem tersebut berbincang di siniar Close The Door besutan Deddy Corbuzier (3/8).

Ia bercerita soal keinginannya untuk membuat mesin pencarian Google versi Indonesia bernama Gatotkaca. Menteri Johny menjawab dengan penuh percaya diri bahwa bangsa Indonesia harus bisa membuat aplikasi seperti Instagram, bahkan ia ingin Indonesia memiliki mesin pencariannya sendiri.

“Bukan hanya aplikasi Instagram, tapi search engine pun harus bisa kita (warga Indonesia) buat. Bisa tidak kita membuat search engine. Name it Gatotkaca misalnya,” tutur Johnny G Plate.

Bahkan ia sudah memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk merancang mesin pencarian Google versi Indonesia tersebut. “Berapa triliun uang yang dibutuhkan untuk membangun itu. Saya sudah mempersiapkannya,” imbuhnya.

Meski demikian, wacana untuk memiliki mesin pencarian buatan tanah air tersebut menurunya harus dikesampingkan karena pandemi Virus Corona yang terjadi pada awal tahun 2020.

Mesin Pencari Gatotkaca

Ucapan Menkominfo tersebut memicu reaksi warganet. Adalah Ronny Lantip, seorang programmer asal Yogyakarta meresponnya dengan membuat mesin pencari yang diberi nama Gatotkaca, sesuai dengan ide nama yang disebut oleh Johny G Plate.

“Alhamdulillah akhirnya bisa rilis. rilis di hari jumat adalah semangat pi in is. silakan, mesin pencari karya anak bangsa, demi mendukung pak plate. https://gatotkaca.mooo.info,” kata @lantip.

Dari twit yang disampaikan pun sudah terlihat bahwa mesin pencari buatannya tersebut diniatkan untuk satir. Bukan mesin pencari betulan yang bisa memberikan data hasil pencarian sesuai kata kunci yang dimasukkan.

Benar saja, ketika mencoba memasukkan kata kunci apapun, hasilnya tetap sama. Ada gambar Gatokaca bergerak di layar disertai dengan teks “Ya Ndak Tau Kok Tanya Saya.”

Karena besarnya ketertarikan netizen untuk mencobanya, sampai situs Gatotkaca tersebut down. Hal ini diakui pula oleh Lantip. “Maafkan, situs main-main sempat down karena nggak nyangka atensinya besar juga sepertinya,” ujarnya di twit lain.

Kominfo Akui Belum Siapkan Mesin Pencari, Biaya Mahal

Namun meski mengaku bisa menyiapkan triliunan rupiah, hal itu tidak terwujud sampai sekarang. Menurutnya untuk mengembangkan search engine saat ini, Indonesia masih menemukan sejumlah hambatan. “Saat ini kita belum menyiapkannya karena memang kita punya waktu dan biaya selama ini kan lebih banyak perhatiannya untuk menangani Covid-19,” ungkapnya.

“Idealnya untuk ke independensi tentu punya search engine [sendiri]. Ada banyak negara yang mempunyai search engine [sendiri], AS, Tiongkok, Rusia, Prancis, punya masing masing,” kata Johnny kepada awak media, Senin (8/8/2022).

Selain itu, ia juga mengakui hingga kini belum menyiapkan pengembangan teknologinya karena cukup sulit dan biayanya mahal. Namun, dia tidak menjelaskan detail berapa lama dan biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi itu.

“Pengembangannya lebih susah dan mahal,” imbuhnya.

Praktis, saat ini sejumlah mesin pencari beroperasi di dalam negeri adalah buatan luar negeri semua, seperti Google Search, Yahoo! dan Bing.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version