Xiaomi mulai menunjukkan tanda-tanda kehadiran lini smartphone flagship terbarunya di Indonesia. Setelah debut di China pada 23 September, VP & CMO of Xiaomi Group, Xu Fei, mengonfirmasi Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max akan dipasar secara global.
Nah, salah satu model yang diduga Xiaomi 18 Pro Max terpantau muncul di database Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Pantauan tim Gizmologi di situs P3DN milik Kemenperin, Jumat (25/9/2026), perangkat Xiaomi dengan nomor model Xiaomi 2609BPN61G telah memperoleh nilai TKDN sebesar 37,84 persen.
Setelah ditelusuri lebih dalam, nomor model 2609BPN61G diduga sebagai Xiaomi 18 Pro Max versi global. Menariknya, kami juga mendapati nomor model Xiaomi 2609BPN61G dengan nilai TKDN yang sama.
Baca Juga: OpenAI Akui Agen AI Retas Situs Pemerintah Australia Saat Cari Data
Usut punya usut, nomor model kedua yang terdaftar di database Kemenperin diduga adalah Xiaomi 18. Alih-alih varian Pro, perusahaan asal China ini lebih memilih untuk memasukkan versi standar ke pasar smartphone Indonesia.
Jika identifikasi awal terhadap kedua nomor model tersebut benar, maka Xiaomi saat ini tampak menyiapkan Xiaomi 18 reguler dan Xiaomi 18 Pro Max untuk pasar Indonesia. Namun, informasi tersebut masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari Xiaomi.
Karena itu, absennya varian Pro dalam database TKDN saat ini belum bisa dianggap sebagai indikasi bahwa perangkat tersebut tidak akan hadir di Indonesia.
Xiaomi 18 Pro Max Siap Debut di Tanah Air
Hingga saat ini Xiaomi belum mengumumkan jadwal peluncuran seri Xiaomi 18 untuk pasar Indonesia.
Namun dengan munculnya perangkat yang diduga Xiaomi 18 Pro Max di database TKDN, peluang kehadiran flagship terbaru Xiaomi di Indonesia dalam beberapa waktu ke depan semakin terbuka.
Gizmologi akan terus memantau perkembangan sertifikasi dan informasi resmi terkait seri Xiaomi 18, termasuk jadwal peluncuran, spesifikasi, serta ketersediaannya di Indonesia.
Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max Debut di China
Sebelumnya, Xiaomi resmi memperkenalkan Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max di China, hanya beberapa jam setelah Qualcomm mengumumkan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6. Xiaomi 18 Pro menjadi salah satu smartphone pertama yang menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6, sementara varian Pro Max hadir dengan Snapdragon 8 Elite Extreme yang merupakan versi lebih tinggi dari lini chipset tersebut.
Selain membawa peningkatan performa, Xiaomi juga mempertahankan layar sekunder di bagian belakang yang menjadi salah satu ciri khas generasi sebelumnya. Kali ini, layar tersebut mendapat fungsi tambahan melalui integrasi AI. Pengguna dapat membuat mini-app sendiri dengan bantuan asisten Xiao AI, mulai dari pengingat minum, timer memasak telur, hingga rekomendasi resep.
Di bagian lain, Xiaomi memberikan sejumlah peningkatan pada sektor kamera, baterai, dan privasi. Kedua smartphone menggunakan konfigurasi tiga kamera belakang yang sama, layar LTPO AMOLED 2K dengan refresh rate adaptif hingga 120Hz, serta dukungan pengisian cepat 100W. Keduanya juga menjalankan HyperOS 4 dan memiliki sertifikasi IP69.
Kamera 200 MP dan Layar Privasi Berbasis Hardware
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max membawa kamera utama 200MP Light Hunter 960 dengan sensor berukuran 1/1,28 inci dan focal length setara 23mm. Kamera ini ditemani periskop telefoto 200MP dengan sensor 1/1,56 inci, focal length 75mm, serta optical zoom 3,2x. Sementara itu, kamera ultrawide menggunakan sensor 50MP dengan bidang pandang 102 derajat.
Pada bagian depan, kedua perangkat menggunakan panel LTPO AMOLED beresolusi 2K dengan refresh rate 1–120Hz. Xiaomi 18 Pro memiliki ukuran 6,4 inci, sedangkan 18 Pro Max mempertahankan ukuran 6,9 inci. Keduanya diklaim mampu mencapai tingkat kecerahan puncak 4.000 nits dan menggunakan Dragon Crystal Glass 3 sebagai perlindungan layar.
Xiaomi juga menambahkan fitur hardware-level privacy display yang membatasi visibilitas layar dari sudut tertentu. Fitur ini dapat diatur berdasarkan lokasi dan mampu menyembunyikan notifikasi, floating window, serta tampilan split-screen. Pengguna juga dapat mengaktifkannya melalui tombol AI khusus di sisi kiri perangkat.
Baterai Hingga 8.500 mAh dan Layar Belakang Lebih Interaktif
Kapasitas baterai menjadi salah satu perubahan yang cukup besar. Xiaomi 18 Pro menggunakan baterai 7.000 mAh, meningkat sekitar 11 persen dari pendahulunya, sedangkan 18 Pro Max membawa kapasitas 8.500 mAh atau sekitar 13 persen lebih besar. Keduanya mendukung pengisian kabel 100W, wireless charging 50W, serta reverse wireless charging 27W.
Layar belakang kini tidak sekadar berfungsi sebagai panel tambahan. Melalui Xiao AI, pengguna dapat membuat mini-app dan wallpaper berbasis AI, menampilkan widget, serta berinteraksi dengan asisten tersebut. Layar ini juga dapat digunakan sebagai viewfinder ketika mengambil foto menggunakan kamera belakang.
Di China, Xiaomi 18 Pro dibanderol mulai CNY 5.999 atau sekitar US$895 untuk konfigurasi 12GB/256GB. Sementara Xiaomi 18 Pro Max mulai CNY 6.999 atau sekitar US$1.045 untuk kapasitas yang sama. Keduanya tersedia dalam pilihan warna hitam, putih, pink, dan biru, dengan varian merah khusus yang menggunakan elemen transparan pada bagian belakang.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

