Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian

Review Keyboard Gaming yang All-Rounder

By
Christopher Louis - Tech Journalist
13 Min Read
(Louis/Gizmologi)
8.6
ASUS ROG Azoth X

Keyboard menjadi salah satu peripheral yang cukup fundamental untuk bermain game atau bekerja menggunakan PC atau laptop sekalipun. Dan khusus untuk para gamer, ASUS menghadirkan ROG Azoth X sebagai pilihan keyboard premium di pasaran. Walau mereka merancang untuk keperluan gaming atau untuk para atlet esports yang memang ditugaskan untuk bermain game dengan intens, nyatanya ASUS ROG Azoth X juga nyaman ketika dimanfaatkan untuk melakukan pekerjaan harian.

Saya pribadi sudah menggunakan ASUS ROG Azoth X ini kurang lebih dalam satu bulan, baik untuk bermain game dan bekerja. Nah, meski diutamakan untuk para gamer dan menyasar segmen premium, bisa saya katakan impresi keseluruhan terasa sebagai keyboard all-rounder. Tampil dalam desain dengan warna yang mencolok, setiap tombol atau keys milik ASUS ROG Azoth X mampu memberikan kesan memuaskan ketika digunakan secara intens sehari-hari, mengakomodir kebutuhan para penggunanya secara maksimal, tidak hanya saat sedang bermain game.

Maka dari itu, berikut adalah ulasan lengkap alias review ASUS ROG Azoth X, sebuah keyboard gaming berkelas dengan visual yang tergolong sangat menarik perhatian.

Baca Juga: Review ASUS ROG Falchion Ace 75 HE: Keyboard TKL Ringkas dengan Kenyamanan dan Presisi Kelas Atas

Desain

(Louis/Gizmologi)

Jika melihat dari segi desain ASUS ROG Azoth X menjadi salah satu keyboard yang paling mencolok saat saya gunakan. Biasanya, keyboard gaming yang pernah saya ulas membawa aksen warna khas dominasi balutan warna hitam. Namun, ASUS ROG Azoth X menghadirkan warna putih dan beberapa keycaps berwarna hitam, dan terdapat beberapa keycaps seperti “esc”, “enter”, dan juga “ctrl” yang dibalut dengan warna ungu.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah ASUS ROG Azoth X menghadirkan layar LCD terintegrasi pada sisi atas kanan perangkat, sehingga pengguna bisa dengan mudah mengoperasikan media, jenis paparan cahaya RGB, hingga mengganti konektivitas. Di mana opsi konektivitasnya bisa dimungkinkan melalui ROG Dongle, dan juga kabel Type-C atau USB-A. 

Nah, di sebelah layar ASUS ROG Azoth X kamu juga bisa melihat adanya switch untuk mengoperasikan layar, sehingga ini menjadi salah satu hal yang memudahkan para pengguna untuk mengoperasikan keyboard dan juga kebutuhan lainnya. Selain itu, hadirnya layar sendiri bisa memberikan kesan yang premium, sebagai sebuah fitur ekstra yang relatif jarang ditemui.

Pada bagian belakang dari ASUS ROG Azoth X ini terdapat sebuah backplate dari keyboard yang dibalut dengan material plastik solid, dan berbeda jika dibandingkan dengan ASUS ROG Azoth Extreme atau untuk varian lainnya bisa datang dari ASUS ProArt Keyboard KD300 yang menggunakan aluminum top cover.

(Loiuis/Gizmologi)

Pengguna juga sudah bisa mendapatkan waist rest pad, sehingga bisa mengetik atau menggunakan keyboard menjadi lebih nyaman. Hal ini bisa terjadi karena wrist rest yang disediakan oleh ASUS memiliki material silicon, sehingga masih terasa empuk walau tidak seempuk bantal. Nah, ini dilakukan agar pengguna bisa lebih mudah menjaga keseimbangan ketika mengetik atau bermain game, sehingga tidak terlalu dipapah oleh busa layaknya kepala yang menggunakan bantal.

ASUS ROG Azoth X memiliki berat 980gr dan jika dihitung dengan wrist rest, maka beratnya adalah 1,6kg. Ya, ini menjadi salah satu keyboard yang cukup berat, dan ini didasari dengan adanya bahan logam pada bagian top plate, serta mereka juga menggunakan 5-layer dampening yang berfokus untuk meredam suara, sehingga suara ketikkan menjadi lebih creamy. 

Di bagian internal, ROG Azoth X menggunakan plate berbahan serat kaca FR4 yang fleksibel dan digantung menggunakan struktur gasket berbahan karet silikon. Kombinasi ini memungkinkan plate memberikan efek membal atau flex saat tombol ditekan, sehingga pengalaman mengetik terasa lebih nyaman. 

PCB-nya juga mengadopsi desain south-facing, dengan LED RGB menghadap ke bawah. Posisi LED seperti ini menjadi salah satu konfigurasi yang banyak disukai kalangan keyboard enthusiast karena memberikan kompatibilitas yang lebih luas dengan berbagai profil keycaps customize, termasuk profil Cherry, tanpa risiko interference. Selain itu, arah pancaran LED membuat efek RGB terlihat lebih optimal dari posisi pengguna.

Dari sisi ergonomi, bagian bawah keyboard dilengkapi kaki penyangga lipat yang kokoh dengan tiga pilihan sudut kemiringan. Pengguna pun dapat menyesuaikan posisi keyboard berdasarkan kenyamanan pergelangan tangan saat mengetik maupun bermain game dalam waktu lama.

Tidak lupa juga, di bagian belakang terdapat switch untuk berpindah antara mode koneksi kabel, Bluetooth, dan 2.4GHz, lengkap dengan kompartemen magnetik untuk menyimpan dongle wireless Omni USB agar tidak mudah tercecer. ROG Azoth X juga sudah dibekali wrist rest berbahan silikon padat yang memiliki warna senada dengan bodi keyboard dan dapat menempel secara magnetik. Aksesori ini membantu menopang pergelangan tangan sehingga penggunaan dalam sesi panjang terasa lebih nyaman.

Baca Juga: Review Keyboard ASUS ROG Falcata: Periferal Premium dengan Desain Split Unggulan

Kenyamanan

(Louis/Gizmologi)

Soal kenyamanan mengetik, ASUS ROG Azoth X menurut saya punya karakter yang cukup seimbang. Penggunaan FR4 plate yang dipadukan dengan sistem gasket mount membuat permukaan keyboard terasa punya sedikit efek membal ketika tombol ditekan. Sensasinya tidak sekaku keyboard dengan plate berbahan logam, tetapi juga tidak sampai terasa terlalu empuk atau mushy. Karakter seperti ini cukup terasa ketika digunakan untuk mengetik dalam waktu lama karena tekanan yang diterima jari terasa lebih ringan dan tidak cepat membuat tangan lelah.

Rasa tersebut kemudian dipadukan dengan switch ROG NX Snow V2 yang sudah melalui proses pre-lubrication dari pabrik. Saat digunakan, pergerakan switch terasa mulus dari awal hingga titik tekanannya tanpa gesekan yang mengganggu. Gaya tekan awal sekitar 40 gram juga membuat tombol relatif ringan untuk ditekan, sehingga perpindahan jari dari satu tombol ke tombol lainnya terasa cepat dan natural. Ditambah dengan desain stem berbentuk kotak, tombol terasa cukup stabil dan minim goyangan ketika jari menekan bagian pinggir keycap sekalipun.

Pengalaman mengetik juga terasa semakin nyaman berkat sistem peredam suara yang tadi sudah sempat dibahas pada bagian desain. ASUS membekali ROG Azoth X dengan lima lapisan material peredam yang terdiri dari silikon dan Poron foam untuk meredam suara maupun resonansi dari setiap tekanan tombol. 

Hasilnya, karakter suara yang keluar terdengar cukup padat dan teredam, dengan kecenderungan suara thocky yang tidak terlalu nyaring. Buat saya pribadi, karakter suara seperti ini membuat aktivitas mengetik terasa lebih menyenangkan, terutama ketika keyboard digunakan dalam sesi yang panjang.

(Louis/Gizmologi)
(Louis/Gizmologi)

Dari sisi ergonomi, ASUS juga cukup memperhatikan posisi tangan pengguna, di mana saat menggunakan wrist rest, pergelangan tangan bisa tetap berada pada posisi yang lebih nyaman meskipun bodi keyboard tergolong cukup tinggi. 

Bagian bawahnya juga memiliki kaki penyangga dengan tiga pilihan sudut kemiringan, sehingga posisi keyboard dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. Sementara itu, meskipun menggunakan layout 75 persen yang relatif ringkas, jarak antar keys tetap terasa cukup lega dan tidak membuat jari mudah bertabrakan seperti ketika menggunakan keyboard laptop.

Meski begitu, ada beberapa hal kecil yang perlu diperhatikan. Material silikon pada wrist rest memang nyaman disentuh, tetapi permukaannya cukup mudah menangkap debu dan kotoran sehingga perlu lebih sering dibersihkan. Selain itu, keycap bawaan dengan desain collared membuat area permukaan tombol terasa sedikit lebih kecil dibandingkan keycap dengan bentuk standar. Buat pengguna dengan jari yang besar, hal ini mungkin membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi. 

Namun setelah terbiasa, kombinasi switch yang ringan, stabilitas tombol, fleksibilitas plate, serta peredaman suara membuat ROG Azoth X tetap menawarkan pengalaman mengetik yang nyaman untuk penggunaan sehari-hari maupun sesi panjang.

Fitur

(Loiuis/Gizmologi)

Dari sisi software, ASUS menyediakan Armoury Crate untuk mengatur berbagai fungsi ASUS ROG Azoth X. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat melakukan re-map pada tombol, membuat shortcut untuk menjalankan aplikasi tertentu, hingga merekam perintah makro untuk kebutuhan gaming maupun produktivitas. Pengaturan RGB juga bisa dilakukan melalui Aura Sync dan Aura Creator, termasuk menyelaraskan efek pencahayaan keyboard dengan perangkat ASUS ROG lainnya yang kompatibel.

Untuk kebutuhan gaming, salah satu fitur yang cukup menarik adalah SpeedTap Mode. Fitur ini dirancang terutama untuk game FPS dengan memprioritaskan input tombol arah terakhir ketika dua tombol seperti A dan D ditekan secara bersamaan. Dengan begitu, pemain dapat melakukan gerakan seperti counter-strafing dengan lebih cepat tanpa harus terlebih dahulu melepas tombol sebelumnya. Fitur ini tentunya lebih relevan bagi pemain kompetitif, sementara pengguna kasual mungkin tidak akan terlalu sering membutuhkannya.

Menariknya, ASUS juga menyediakan alternatif melalui Gear Link yang berjalan langsung lewat browser. Jadi, pengguna tidak harus selalu mengandalkan Armoury Crate untuk melakukan pengaturan dasar pada keyboard. Lewat Gear Link, beberapa pengaturan seperti pemetaan tombol, efek RGB, hingga konfigurasi layar OLED dapat diakses tanpa perlu memasang aplikasi desktop tambahan. Buat saya, kehadiran opsi berbasis web ini cukup menarik, terutama bagi pengguna yang hanya ingin melakukan konfigurasi cepat tanpa harus berurusan dengan software tambahan di PC.

Kesimpulan

ASUS ROG Azoth X berhasil menawarkan pengalaman yang terasa premium. Kombinasi desain yang mencolok, layar OLED, konektivitas yang lengkap, FR4 plate dengan gasket mount, switch ROG NX Snow V2, hingga sistem peredam lima lapis membuat keyboard ini terasa nyaman digunakan dalam berbagai kebutuhan. Sensasi mengetiknya juga menjadi salah satu daya tarik utama karena terasa ringan, stabil, dan cukup responsif, sementara karakter suara yang cenderung thocky membuat aktivitas mengetik terasa semakin satisfying.

Meski begitu, ada beberapa hal yang menurut saya perlu dipertimbangkan sebelum memilih ASUS ROG Azoth X. Harga yang berada di kelas premium membuat ekspektasi terhadap keyboard ini cukup tinggi, sementara Armoury Crate masih bisa terasa cukup berat untuk sebagian pengguna meskipun ASUS sudah menyediakan alternatif melalui Gear Link. Selain itu, keyboard ini belum menggunakan switch Hall Effect dengan fitur seperti Rapid Trigger, sehingga pengguna yang memang mencari keyboard untuk gaming kompetitif dengan teknologi tersebut mungkin akan mempertimbangkannya. Karakter suara spacebar yang dapat terdengar berbeda dari tombol lainnya juga menjadi catatan kecil dari sisi pengalaman akustik.

Pada akhirnya, ASUS ROG Azoth X menurut saya lebih menarik bagi pengguna yang menginginkan satu keyboard untuk berbagai kebutuhan, baik gaming maupun produktivitas, dengan pengalaman mengetik yang nyaman dan fitur yang lengkap. Keyboard ini memang bukan produk yang bisa dibilang murah, tetapi ASUS mencoba mengimbanginya melalui kualitas konstruksi, fleksibilitas koneksi, kustomisasi software, layar OLED, serta pengalaman typing yang menurut saya menjadi salah satu nilai jual terbesarnya. Jadi, jika kamu mencari keyboard premium yang tidak hanya berfokus pada gaming tetapi juga nyaman digunakan untuk bekerja dan mengetik dalam waktu lama, ASUS ROG Azoth X menawarkan paket yang cukup lengkap.

Spesifikasi ASUS ROG Azoth X

ModelASUS ROG Azoth X
Connectivity
USB 2.0 (TypeC to TypeA)
Bluetooth 5.1
RF 2.4GHz
LightingRGB Per keys
Cable2M USB type A to C braided cable
OS
macOS® 10.11 or later
Windows® 11
SoftwareArmoury Crate
Dimenssions325.4 x 136.2 x 40 mm
ColorWhite
PriceRp4.690.000
Author

Christopher Louis

Tech journalist at Gizmologi. In love with gaming, tech, and Arthur Morgan


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

ASUS ROG Azoth X
8.6
Design 9 out of 10
Features 9 out of 10
Connectivity 8.5 out of 10
User Experience 8 out of 10
Share This Article
Leave a review

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version