Review iPhone 17e: Tampilan Sama, Andalkan Performa dengan Kamera Sederhana

14 Min Read
iPhone 17e
8.4
Review iPhone 17e

Apple menghadirkan opsi iPhone versi terjangkau generasi kedua tahun ini, melalui iPhone 17e yang masih tampil identik seperti opsi di tahun sebelumnya. Namun begitu, ada banyak peningkatan di-balik-layar yang dibawa, mulai dari cip yang jauh lebih kencang, hadirnya MagSafe, hingga kapasitas penyimpanan yang akhirnya dua kali lebih lega.

Sebelumnya, iPhone 16e hadir seolah menjadi iPhone paling baru dengan fitur-fitur esensial, dan cocok bagi mereka yang mungkin mementingkan aspek jangka panjang dalam hal pembaruan software—selain chipset anyar yang juga siap membantu agar performa bakal tetap stabil hingga penggunaan tahunan. Dan rasanya iPhone 17e juga tetap pas untuk skenario tersebut.

Meski memang, tidak dapat dipungkiri, fitur-fitur yang dibawa mungkin terasa kurang menggugah, atau kurang terasa komplit terutama bila dibandingkan dengan banyak kompetitor di pasaran. Apakah opsi iPhone terbaru nan termurah satu ini pas bagi Gizmo friends? Berikut review iPhone 17e selengkapnya.

Desain

iPhone 17e

Sederhana, kompak, namun semakin kuat. Ya, desain iPhone 17e sama persis dengan iPhone 16e, termasuk dari segi dimensi—hanya saja iPhone 17e lebih berat 2 gram, kini menjadi 169 gram. Ya, jauh lebih ringan dibandingkan iPhone Pro Max. Meski tampilannya sederhana dengan hanya satu bulatan kamera belakang, fisik perangkat dibuat dengan standar flagship.

Baik sisi depan dan belakang mengusung permukaan kaca, dengan bodi belakang dibuat doff agar mampu meredam bekas sidik jari, dan kedua sisi kaca tersebut “dipasangkan” oleh bingkai aluminium. Sementara kaca depan kini terproteksi Ceramic Shield 2, yang diklaim tiga kali lebih tahan gores dibandingkan iPhone 16e. Dan kalau Gizmo friends ingin diketahui sebagai pemegang iPhone e versi terbaru, bisa memilih opsi warna terbarunya, yakni Soft Pink.

Sesuai namanya, warna pink yang ditampilkan cukup kalem, dan saya rasa pas untuk laki-laki maupun perempuan. iPhone 17e juga tetap membawa sertifikasi IP68, alias tahan debu dan air hingga kedalaman tertentu. Overall, meski kompak nan ringan, bodi smartphone Apple terbaru dan paling terjangkau di 2026 ini terasa sangat solid dalam genggaman. Sesuai dengan standar flagship masa kini.

Hanya saja, tidak dapat dipungkiri, desain notch di sisi depan sudah bisa dibilang tertinggal. Mengingat semua varian iPhone lainnya sudah mengusung jenis kamera punch-hole yang sangat kecil, dan ruang layar yang tersisa bisa dimanfaatkan untuk fitur seperti Dynamic Island.

Layar

Secara garis besar, bisa dibilang layar iPhone 17e sama persis dengan layar iPhone 13 rilisan lima tahun silam; dimensi 6,1 inci, panel OLED hingga 1200 nits, ukuran notch di sisi atas yang masih sama-sama lebar, hingga… refresh rate 60Hz. Ya, tidak dapat dipungkiri, ini menjadi sebuah kekurangan yang tak bisa dihindarkan. Karena perbedaannya bakal terasa, terutama bila Gizmo friends sudah terbiasa dengan layar 120Hz pada smartphone lain—termasuk smartphone Android kelas entri sekalipun.

Walaupun, memang, kualitas layar iPhone 17e tak bisa dibandingkan dengan smartphone Android kelas entri. Secara reproduksi warna, kontras, dan akurasi, sudah terbilang flagship-grade. Dan poin ini benar-benar penting untuk para kreator agar visual yang diciptakan bakal terlihat sama ketika diakses pada layar smartphone atau lainnya. Dan setidaknya sudah terlapis Ceramic Shield 2, plus lapisan anti-reflektif yang membuatnya lebih minim bekas sidik jari.

Poin sebelumnya membantu layar iPhone 17e agar masih dapat digunakan secara lebih nyaman di luar ruangan, mengingat tingkat kecerahan maksimumnya memang di bawah standar flagship lainnya masa kini. Dan setidaknya layar iPhone 17e sudah membawa standar yang diperlukan seperti HDR10 dan Dolby Vision HDR. Buat main game pun terasa sangat responsif terhadap input sentuhan.

Keempat tepi bezel layar smartphone sih terbilang tipis, dan dengan dimensinya yang kompak, masih nyaman untuk meraih semua bagian layar dengan satu tangan. Hanya saja tak dapat dipungkiri, absennya Dynamic Island pada iPhone 17e membuatnya tidak memiliki fungsi-fungsi ekstra yang sudah dihadirkan sejak iPhone 15, seperti pintasan notifikasi interaktif.

Kamera

Soal jumlah kamera, tentu iPhone 17e kalah bila dibandingkan flagship bahkan sejumlah smartphone kelas menengah yang jauh lebih terjangkau. Ya, masih sama seperti generasi sebelumnya, kamera iPhone 17e dibekali satu sensor 48MP f/1.6 berdimensi 1/2,55 inci dengan OIS. Sensor kedua disematkan di depan, beresolusi 12MP f/1.9 dengan autofokus, dan masih belum memiliki kemampuan Center Stage seperti IPhone 17 Series lainnya.

Meski sensornya masih sama, saya bisa bilang kalau kualitas kamera iPhone 17e mengalami peningkatan di beberapa aspek—tentunya berkat ISP yang lebih superior dari chipset yang lebih baru. Namun dimensi sensor yang tak begitu besar, juga cukup terasa menjadi penghalang. Walaupun juga membawa satu “benefit”, yang bakal saya sampaikan setelah ini.

ISP baru iPhone 17e membuat tangkapan gambar yang dihasilkan benar-benar memuaskan dalam kondisi pencahayaan berlimpah, baik dari reproduksi warna yang tergolong akurat serta tidak over-saturated, dynamic range yang lebar dan cenderung aman untuk foto dalam kondisi pencahayaan menantang, hingga kemampuan 2x zoom yang ditawarkan. Kamera selfie-nya pun memuaskan, walaupun tergolong kecil secara resolusi.

Namun karena sensornya yang relatif kecil, ketika sudah masuk ke kondisi pencahayaan indoor atau malam hari, ketajaman bakal menurun hingga noise yang sedikit muncul. Sejatinya hasil foto low-light iPhone 17e masih aman, asal tidak di-zoom terlalu jauh, dan Gizmo friends harus lebih bersabar karena mode malam bakal aktif lebih sering demi mengakomodir kemampuan penangkapan cahaya dari sensor kameranya. Kalau pakai night mode sih, warna pada foto low-light masih bisa terselamatkan, dengan detail yang juga masih oke.

Nah, benefitnya apa dong? Karena sensor kamera iPhone 17e tergolong kecil, jarak fokusnya bisa cukup dekat. Ketika dipasangkan dengan 2x zoom, serasa punya kamera makro yang tergolong reliabel maupun berkualitas. Oh ya, kemampuan foto potret iPhone 17e juga tergolong memuaskan meski hanya punya satu sensor kamera—lagi-lagi tidak lain berkat kemampuan ISP dari chipset barunya.

Hasil foto lengkap dari kamera iPhone 17e, bisa Gizmo friends akses lewat album Google Photos berikut ini ya.

Hasil foto siang hari, menguji kemampuan HDR
Portrait, 2x zoom
Menjajal 5x zoom
Indoor, malam hari
Menjajal mode malam pada kondisi pencahayaan ekstrem
2x zoom
Menjajal kamera depan

Kedua sisi kamera iPhone 17e sama-sama memiliki kemampuan untuk rekam video hingga 4K60, dengan stabilisasi aktif dan reproduksi warna yang lagi-lagi sangat memuaskan. Begitu pula dengan kualitas audionya, lengkap dengan fitur Audio Mix yang bisa meredam noise atau mengatur arah perekaman suara setelah video diambil.

Namun lagi-lagi, karena sensornya kecil, perekaman video dalam kondisi low-light bisa terlihat cukup gelap, dengan sedikit efek getar ketika sedang bergerak atau berjalan cepat. Dan Apple juga tidak memberikan kemampuan perekaman mode sinematik, baik dari sisi depan maupun belakang. Namun kalau sekadar ingin digunakan untuk keperluan vlog kasual, sudah lebih dari cukup.

Fitur

Siri AI iOS 26 di iPhone 17e

iPhone 17e diluncurkan dengan iOS 26, dan berkaca pada rilisan iPhone sebelumnya, akan mendapatkan setidaknya 7 tahun pembaruan OS. Saya sendiri mengujinya langsung dengan iOS 27 versi Public Beta, agar bisa merasakan bagaimana potensi penuhnya dengan cip baru dan kemampuan Siri AI yang juga lebih kaya.

Siri AI jadi jauh lebih membantu untuk aktivitas harian, baik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana hingga yang lebih kompleks. Fitur Clean Up juga jadi jauh lebih baik, setidaknya terbilang setara dengan apa yang bisa ditawarkan oleh Samsung maupun OPPO. Hapus obyek pada foto lebih akurat, termasuk membawa fitur seperti ekspansi sudut pandang hingga reframe yang cukup spesial karena bisa mengubah angle sembari tetap terlihat natural.

Fitur Cleanup di iPhone 17e (iOS 26)

Tanpa tombol kamera, iPhone 17e juga sudah membawa Action Button di sisi samping kiri perangkat, yang dapat difungsikan sebagai pintasan sederhana maupun yang lebih kompleks melalui kombinasi Shortcuts. Ingin menggunakan dua nomor sekaligus? Bisa, karena iPhone 17e memiliki satu slot kartu SIM fisik, dan dukungan eSIM yang bisa aktif dalam waktu bersamaan.

Dan untuk dimensinya yang tergolong kompak, setup dua speaker iPhone 17e terdengar cukup lantang dan berkualitas, pas untuk mendengarkan podcast atau menonton serial favorit on-the-go. Yang sedikit saya sayangkan, fitur Photographic Styles-nya tidak sama seperti iPhone 17 lainnya, alias membawa generasi sebelumnya. Andaikan bisa dibawa ke iPhone 17e, proses edit foto jadi lebih menyenangkan.

Performa

Seperti iPhone 17 standar, performa iPhone 17e didukung oleh cip Apple A19 rancangan sendiri, menggunakan proses fabrikasi 3nm dengan CPU hexa-core dan CPU 4 inti. Ya, CPU-nya sama, dan sama-sama punya RAM 8GB, hanya saja inti GPU berkurang satu bila dibandingkan iPhone 17. Dan kabar baiknya, kini penyimpanannya dua kali lebih lega, yakni mulai dari 256GB.

Untuk standar penggunaan smartphone di tahun 2026, iPhone 16e sejatinya masih terasa ngebut dan lancar. Jadi ketika menjajal iPhone 17, saya hampir tidak merasa ada perbedaan, karena sama-sama mulus dan gegas. Rasanya faktor penggunaan chipset baru lebih penting untuk masa pakai beberapa tahun ke depan, sehingga bakal tetap ngebut meski aplikasi-aplikasi di masa depan membutuhkan performa yang semakin demanding.

Dipasangkan dengan modem baru yang juga rancangan sendiri, peningkatan yang terasa ada pada suhu perangkat, yakni relatif dingin selama penggunaan. Bodi baru akan terasa hangat atau panas ketika sedang menjalankan sejumlah tugas berat seperti bermain game bervisual kompleks, akses kamera, atau baru saja menjalankan pembaruan software.

Refresh rate yang juga sebatas 60Hz juga tentunya membantu performa smartphone semakin terjaga. Jadi tidak ada salahnya bila Gizmo friends menjadikan iPhone 17e sebagai pilihan utama bila memang mendambakan smartphone Apple dengan performa mulus dalam banderol terjangkau, termasuk untuk bermain game, karena juga punya daya tahan baterai yang andal.

Baterai

Dalam dimensi bodi yang sama, kapasitas baterai iPhone 17e tidak mengalami perubahan atau peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya, yakni masih sama-sama 4,005 mAh. Namun peningkatan masa pakainya cukup terasa. Dan sudah sesuai ekspektasi, mengingat kini menggunakan sejumlah hardware seperti chipset dan modem yang lebih efisien daya.

Ketika digunakan secara intensif, baterai iPhone 17e sudah lebih dari cukup untuk mengakomodir kebutuhan sepanjang hari penuh. Dan kalau digunakan sebagai smartphone sekunder, terasa sangat memuaskan, terlebih standby time iPhone 17e yang menurut saya jempolan—faktor yang penting bila Gizmo friends berencana untuk memasangkan smartphone ini dengan smartphone lainnya, seperti Android atau pun sebagai perangkat untuk kerja.

Nah, Apple akhirnya sematkan dukungan pengisian daya nirkabel hingga 15W, serta dukungan MagSafe. Ini tentu menjadi angin segar, meski sejatinya saja sedikit menggumam, karena rasanya fitur ini sudah seharusnya ada sejak iPhone 16e. Mengingat Apple sudah secara terus menerus menghadirkannya sejak generasi iPhone 12.

Mengisi daya iPhone 17e membutuhkan waktu sekitar 90 menit hingga penuh dari kisaran persentase 5%. Sementara mengisi daya 30 menit sudah bisa mencapai hampir 60%. Bukan yang paling cepat, terutama bila dibandingkan flagship Android dalam banderol harga setara. Namun setidaknya daya tahan baterai yang dihadirkan, bisa diandalkan.

Kesimpulan

Walau jadi yang termurah, harga iPhone 17e memang tidak bisa dibilang murah, yakni mulai Rp13 jutaan meski kini hadir dengan penyimpanan mulai 256GB. Di e-commerce seperti Shopee, Gizmo friends bisa mendapatkannya di kisaran mulai Rp12 jutaan dengan diskon platform. Dengan kata lain, harga yang setara dengan iPhone 15 128GB, untuk kondisi sama-sama baru.

Pilih yang mana? Tergantung dari kebutuhan Gizmo friends. Untuk kamu yang benar-benar membutuhkan sebuah perangkat yang pas untuk bikin konten, iPhone 15 masih lebih cocok, karena punya sensor ultra-wide, sensor utama yang lebih baik, plus fitur-fitur ekstra seperti Action Mode dan mode sinematik untuk visual yang jauh lebih berkualitas. Juga sudah hadir dengan layar lebih modern, sudah pakai Dynamic Island.

Tapi bila hal-hal tersebut tidak jadi poin konsiderasi utama, iPhone 17e lebih pas untuk jangka panjang, dengan cip yang jauh lebih bertenaga (dan membuatnya lebih tidak mudah panas untuk menjalankan aplikasi harian), plus baterai yang tergolong sangat awet. Sembari membawa material kaca yang dirancang lebih tahan gores, membuatnya lebih aman hingga pemakaian beberapa tahun ke depan.

Terima kasih untuk Studio Ponsel yang sudah meminjamkan unit iPhone 17e ini. Kalau Gizmo friends juga berminat, bisa langsung cek toko mereka ya!

Spesifikasi iPhone 17e

Klik pada gambar untuk spesifikasi lebih lanjut.

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Review iPhone 17e
8.4
Design 8.2
Display 7.8
Camera 7.8
Features 8.5
Performance 9
Battery 9
Share This Article
Leave a review

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version