Samsung Galaxy S10 atau Galaxy S10 Plus, Pilih Mana?

13 Min Read

Setiap tahun, Samsung selalu memiliki senjata andalan atau lebih dikenal sebagai flagship untuk bertarung di kancah smartphone. Tahun 2019 ini, produk yang dimaksud adalah Samsung Galaxy S10 Series. Ada tiga produk sekaligus yang dirilis di generasi ke-10 ini, yaitu Galaxy S10, Galaxy S10+ dan Galaxy S10e.

Samsung Galaxy S10 adalah versi reguler. Kemudian Galaxy S10+ dengan sejumlah pemambahan fitur. Sebaliknya, Galaxy S10e alias versi ekonomis dengan sejumlah pengurangan.

Sebagai produk flagship, sudah barang tentu Galaxy S10 Series dibanderol dengan harga premium. Paling mahal dibanding seri Samsung lainnya. Setidaknya, harus mengeluarkan kocek Rp 10 jutaan. Karena itu pula, banyak banyak privilege yang ditawarkan. Semua serba high-end.

Karena ada tiga produk, mungkin akan timbul pertanyaan, jika produk ini sama-sama premium, mana yang lebih baik dipilih?  Pada artikel ini, kami hanya fokus pada dua produk saja yaitu Galaxy S10 dan Galaxy S10+ karena memang seri ini yang paling direkomendasikan jika ingin merasakan ponsel premium. Untuk lebih mempermudah kamu memilihnya, yuk baca ulasan komparasi Samsung Galaxy S10 vs Galaxy S10+ berikut ini.

Desain

Body bagian belakang Galaxy S10 series

Kesan pertama yang muncul ketika menggenggam, baik Galaxy S10 maupun S10+ adalah bobotnya yang terbilang ringan, namun terasa sangat kokoh dalam genggaman. Ponsel ini dibuat dengan memperhatikan tidak hanya unsur estetika, tetapi juga kekuatan.

Konstruksi rangka menggunakan aluminium dengan bahan material casing yang berkualitas. Cobalah saat diketuk, tidak ada kesan kopong. Melainkan padat dan kokoh.

Smartphone ini dirancang untuk digunakan di berbagai kondisi karena telah memiliki rating IP68 yang merupakan standar tertinggi untuk ketahanan air dan debu pada ponsel. Secara teknis, Galaxy S10 series tahan di kedalaman air hingga 1,5 meter selama 30 menit. Jadi buat yang suka basah-basahan, tak perlu khawatir dengannya.

Secara penampilan, kedua ponsel ini terlihat sangat identik. Tetapi yang membedakan hanya pada ukurannya saja. Di mana Galaxy S10 sedikit lebih kecil karena memang ukuran layarnya yang berbeda.

Lebih nyaman mana saat digenggam? Terus terang, saya lebih nyaman dengan Galaxy S10. Karena terasa lebih pas saja. Sedangkan untuk Galaxy S10+ genggamannya lebih ekstra lebar. Begitupun saat dimasukkan ke dalam kantong celana, Galaxy S10 lebih nyaman. Tapi bagaimanapun juga, ini adalah opini pribadi dimana setiap orang berbeda.

Untuk pilihan warna, Galaxy S10 tersedia dalam varian Prism White dan Prism Black. Sedangkan khusus untuk Galaxy S10+, Samsung memberikan tiga warna tambahan yaitu Prism Green, Ceramic Black dan Ceramic White.

Layar

Layar Galaxy S10 6,1” dan Galaxy S10+ 6,4”

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, salah satu pembeda utama dari ponsel ini adalah ukuran layar. Di mana Samsung Galaxy S10 hadir dengan layar 6.1” sedangkan Galaxy S10+ berukuran 6,4”.

Di luar itu, spesifikasinya sama, yaitu resolusi Quad HD+ Curved Dynamic AMOLED dengan aspek rasio 19:9 rasio screen to body mencapai 93.1%. Sedangkan untuk kedalaman warna, S10 mencapai 550 ppi dan Galaxy S10+ 438 ppi. Resolusi yang sama, namun ukuran layar berbeda berpengaruh pada tingkat kedalaman. Walau secara kasat mata, ini tidak bakal terlihat.

Layar ponsel menggunakan desain “Infinity-O” beresolusi 1440 x 3040 piksel yang melengkung di kedua sisinya. Artinya, layarnya benar-benar memenuhi seluruh body. Tidak ada waterdrop notch seperti di ponsel kebanyakan. Namun sebagai gantinya, untuk meletakkan kamera selfie, posisinya dipindah di pojok kanan atas dengan mode punch hole.

Bedanya, jika S10 lobangnya hanya ada satu, sedangkan S10+ lobangnya ada dua. Sama halnya dengan notch, keberadaan punch hole ini tetap saja mengganggu. Terutama jika mengakses aplikasi yang latar belakangnya putih seperti Gmail. Tetapi lama kelamaan, kalian akan terbiasa.

Fitur menarik lainnya di layar adalah in-display fingerprint scanner berteknologi ultrasonik. Pemanfaatan ultrasonik sebagai pemindai sidik jari ini disematkan pada layar, membuat seri Samsung Galaxy S10 dan S10 Plus (S10e tidak memiliki pemindai sidik jari ultrasonik) dapat memindai sidik jari tanpa perlu membuat porsi layar menyala.

Alih-alih memanfaatkan cahaya untuk membaca guratan sidik jari, teknologi ini menggunakan gema suara ultrasonik yang tidak terdengar oleh telinga untuk bisa mengenali kontur sidik jari. Sehingga akurasi dan keamanannya pun lebih terjaga.

Baca juga: Mengabadikan Keindahan Turki dengan Samsung Galaxy S10 Plus

Memori

Samsung Galaxy S10+ adalah ponsel dengan spesifikasi paling tinggi di pasaran. Varian tertingginya mengusung RAM 12 GB dengan memori internal 1 TB. Benar-benar kelas dewa karena sudah seperti laptop saja. Sehingga para kreator bisa lebih percaya diri saat membuat konten. Memori tidak cepat habis kendati merekam dengan video 4K.

Varian lainnya untuk S10+ adalah RAM 8GB. Sedangkan untuk opsi media penyimpanan mulai dari 128GB, 512G dan 1TB. Sedangkan untuk Galaxy S10 reguler, hanya ada satu varian yaitu RAM 8GB dipadu dengan pilihan media penyimpanan 128GB.

Prosesor

Untuk urusan “jeroan”, kedua produk Galaxy S10 ini sama-sama dibekali Exynos 9820 7nm 64-bit Octa-core processor (Max. 2.8 GHz + 2.4 GHz + 1.7 GHz). Prosesor ini dilengkapi perangkat lunak AI yang secara otomatis mengoptimalkan baterai, CPU, RAM, dan bahkan suhu perangkat berdasarkan penggunaan smartphone, dan ini terus berkembang seiring waktu.

Untuk urusan performa, tak perlu ditanya lagi. Ini adalah salah satu yang tercepat di pasaran. Menjalankan berbagai aplikasi dan game dengan grafis tinggi pun tidak ada masalah.

Nah, untuk yang gemar bermain game berlama-lama, Galaxy S10+ memiliki sistem pendingin ruang uap (Vapor Chamber Cooling) yang mencegah ponsel agar tidak terlalu panas dan menjadi lamban. Peningkatan kinerja berbasis AI, dan GPU yang dioptimalkan untuk memastikan gameplay yang lancar.  Teknologi tersebut tidak ada di Galaxy S10 reguler. Sebagai gantinya, ponsel ini dibekali sistem pendingin heatpipe saja.

Baterai

Dari sisi sumber daya, kedua ponsel ini juga berbeda. Dimana baterai Samsung Galaxy S10 memiliki kapasitas 3,400mAh, lalu Samsung Galaxy S10+ dibekali baterai lebih besar yaitu 4,100mAh. Meski berbeda secara kapasitas, namun kedua baterai ini sudah disokong fitur Fast Charging yang tersedia untuk charger dengan kabel atau nirkabel.

Asyiknya, ponsel ini dibekali fitur Wireless Power Share yang sangat berguna, terutama bagi yang memakai ekosistem Samsung seperti wireless earbuds dan Galaxy Watch. Karena hanya perlu meletakkan di cover belakang. Sangat praktis ketika butuh daya ekstra.

Kabar baiknya, Wireless Power Share ini bisa mengisi perangkat apapun yang bersertifikat Qi, termasuk iPhone lho. Sebaliknya, Galaxy S10 Series juga mendukung Fast Charging Wireless 2.0 ketika menggunakan Samsung Wireless Charger Duo Pad.

Bagaimana dengan daya tahan baterainya? Baik Galaxy S10 maupun S10+ punya AI yang diklaim secara otomatis mengoptimalkan baterai, CPU, dan RAM serta memangkas tenaga ketika tidak dipakai. Sehingga baterai lebih hemat. Namun pada praktiknya, saat dicoba untuk penggunaan sehari-hari, fitur tersebut kurang terasa. Baik Galaxy S10 maupun S10+ tidak boros, tapi juga tidak hemat. Bahkan jika digunakan untuk aktivitas yang ekstra seperti merekam video dalam durasi panjang maupun main game terus-terusan, tidak sampai sehari juga harus diisi ulang.

Kamera

Kamera belakang Galaxy S10 dan S10+ punya tiga lensa.

Dua bulan yang lalu, pada suatu kesempatan saya bertemu dengan sutradara kondang Jay Subiakto. Dia telah menggunakan Galaxy S10+ saat traveling ke Nepal dan Turki. Dia takjub dengan perkembangan kamera ponsel yang begitu cepat, terutama dalam hal kamera.

Dengan ukuran yang mungil dan praktis, ia bisa merekam video perjalanan yang dramatis menggunakan Galaxy S10. Bahkan saat kondisi ekstrim naik helikopter yang goyang, ia bisa merekam gambar dengan stabil.

Menurutnya, ponsel ini memberikan kemungkinan yang luas untuk mengeksplorasi dengan cara yang lebih nyaman, lebih cepat dan lebih terarah. Intinya, ada banyak fitur yang memudahkan para content creator untuk memproduksi konten.

Nah, mari kita kupas pada bagian ini. Jajaran Galaxy S10 dibekali Super Speed Dual Pixel dan Dual Aperture yang memuat teknologi kamera sangat cerdas, memudahkan pengambilan gambar dan perekaman video.

Ponsel ini juga mendukung perekaman video UHD dan pemutaran video true-to-life serta Super Steady. Dan untuk pertama kalinya dalam industri smartphone, kamera belakang Galaxy S10 series mampu merekam video setingkat profesional dalam kualitas HDR10+. Itulah mengapa, ponsel ini sangat cocok dimiliki oleh para vlogger.

Baik S10 maupun S10+ punya tiga kamera belakang dengan kualitas dan sensor yang sama. Masing-masing beresolusi 12 MP (dengan dua bukaan f/1.5 dan f/2.4, wide sensor), 12 MP (bukaan f/2.4, telephoto sensor), dan 16 MP (bukaan f/2.2, ultra wide-angle sensor).

Secara umum, kamera Samsung Galaxy S10 dan S10 Plus dibekali fasilitas 0.5X/2X optical zoom, hingga 10X digital zoom. Kamera belakang ini juga telah mendukung Dual OIS (Optical Image Stabilization) yang penting banget untuk mereduksi getaran saat merekam video.

Untuk urusan selfie, ada perbedaan mendasar. Galaxy S10 reguler hanya memiliki satu kamera dengan resolusi 10 MP dan bukaan lensa f/1.9. Ini yang membuat punch hole di layarnya cuma satu.

Sedangkan Galaxy S10+ punya dua kamera selfie yaitu 10 MP (f/1.9) dan 8 MP (f/2.2). Ini yang membuat punch hole di pojok layarnya ada dua. Buat apa sampai punya dua kamera? Ternyata kamera depan sekunder pada Galaxy S10+ dirancang untuk efek bokeh ketika membidik selfie. Upaya ini rupanya membuahkan hasil. Berdasarkan pengujian di lab DXO Mark, Samsung Galaxy S10+ memperoleh skor tertinggi untuk kamera selfie.

Hasil Foto:

Kamera Galaxy S10

Hasil foto malam hari

Kesimpulan

Dari ulasan komparasi di atas, terlihat bahwa ada beberapa hal yang kedua produk ini memiliki persamaan. Namun ada juga beberapa perbedaan. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk di sini. Karena semua dikembalikan ke kebutuhan masing-masing.

Pilih Galaxy S10+:

Jika kamu membutuhkan daily driver power house. Perangkat yang benar-benar andal untuk menunjang berbagai aktivitas, terutama memproduksi konten. Kamera belakang kualitasnya sama dengan S10 reguler, tetapi kamera depan memiliki fitur tambahan yang jika gemar selfie berkualitas tinggi, maka ini menjadi pilihan menarik. Bukan itu saja, jika kamu adalah vlogger yang butuh kinerja dan kualitas tinggi tanpa khawatir kehabisan ruang memori, maka pilihan terbaik adalah Galaxy S10+.

Kamu bisa membelinya di official Store Samsung di Lazada.co.id

Pilih Galaxy S10 reguler:

Jika kamu menginginkan perangkat premium yang bertenaga. Suka memproduksi konten berkualitas tinggi, tapi masih termasuk kasual dan realistis. Bukan tipe hardcore yang terus menerus merekam video. Paling penting, pengguna Galaxy S10 adalah yang membutuhkan kenyamanan. Karena body yang lebih kompak sehingga lebih enak digenggam dan dipakai untuk sehari-hari.

Kamu bisa membelinya di official store Samsung di Bhinneka.com.

Catatan:
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di BukaReview

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version