Jakarta, Gizmologi – Garena Game Jam 3 resmi berakhir dengan hasil yang cukup menarik. Dua tim dari Universitas Indonesia berhasil mengamankan posisi juara pertama dan runner up, mengungguli puluhan peserta lain dalam kompetisi pengembangan game selama 48 jam non stop. Ajang ini digelar di BINUS University, Jakarta, dan melibatkan 150 talenta muda dari berbagai latar belakang pendidikan.
Tahun ini, Garena mengusung tema “Nothing Works as Expected” yang menantang peserta untuk keluar dari pakem desain game konvensional. Hasilnya, sebanyak 37 game berhasil dipresentasikan, dengan pendekatan gameplay yang sengaja dibuat tidak biasa dan penuh kejutan. Dari sisi kreativitas, tema ini jelas mendorong eksplorasi ide yang lebih berani.
Namun di balik euforia kompetisi, muncul pertanyaan klasik. Sejauh mana game game hasil game jam seperti ini bisa berumur panjang atau bertransformasi menjadi produk komersial yang berkelanjutan. Di sinilah jarak antara kompetisi dan realita industri mulai terlihat.
Dominasi Mahasiswa UI dan Kekuatan Ide Segar

Game Let Meow Out! besutan tim Lelesasa dari Universitas Indonesia keluar sebagai juara utama. Game puzzle platformer ini memadukan inspirasi dari judul klasik seperti Tetris hingga Mario Bros, tapi dengan pendekatan mekanik yang sering mematahkan ekspektasi pemain. Dewan juri menilai game ini paling konsisten menerjemahkan tema ke dalam gameplay nyata.
Menariknya, dalam Garena Game Jame 3, tim yang sama sebelumnya hanya mampu finis sebagai runner up di edisi tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa game jam bukan sekadar adu keberuntungan, melainkan ruang belajar yang nyata bagi peserta yang mau iterasi dan memperbaiki pendekatan desain mereka.
Di posisi kedua, tim Potentially Functional dari UI dengan game Fall Through kembali menegaskan dominasi kampus ini. Dari sisi kompetitif, hasil ini menunjukkan kualitas SDM yang solid. Namun di sisi lain, konsentrasi pemenang dari kampus besar juga mengindikasikan masih adanya kesenjangan akses dan pembinaan bagi talenta dari daerah atau institusi yang lebih kecil.
Apresiasi Pemerintah dan Industri yang Perlu Dikritisi
Dalam Garena Game Jam 3 ini juga kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI yang mengapresiasi Garena Game Jam menegaskan posisi acara ini sebagai bagian dari ekosistem industri game nasional. Mentoring lintas disiplin dan keterlibatan praktisi global memang memberi nilai tambah yang sulit dibantah.
Meski begitu, industri game lokal masih menghadapi tantangan serius di luar panggung kompetisi. Mulai dari pendanaan pasca game jam, akses publisher, hingga kesinambungan karier bagi developer muda. Tanpa jembatan yang jelas ke tahap berikutnya, banyak proyek berpotensi berhenti sebagai prototipe saja.
Garena Game Jam 3 menunjukkan bahwa talenta Indonesia tidak kekurangan ide dan kemampuan teknis. Tantangan ke depan bukan lagi soal kreativitas, melainkan bagaimana hasil dari kompetisi semacam ini bisa benar benar tumbuh menjadi fondasi industri game lokal yang sehat dan berkelanjutan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



